Menuju konten utama

Prabowo Minta Investigasi Holistik soal Rentetan Insiden Kapal

Instruksi ini dikeluarkan menyusul insiden tenggelamnya Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa.

Prabowo Minta Investigasi Holistik soal Rentetan Insiden Kapal
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memberikan keterangan pers terkait perkembangan penutupan Bandara Internasional Soekarno Hatta usai menggelar rapat terbatas di Posko Terminal 1 B Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (6/9/2026). ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/wsj.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Presiden Prabowo Subianto memerintahkan investigasi menyeluruh terkait maraknya musibah kecelakaan kapal penumpang yang terjadi belakangan ini. Instruksi ini dikeluarkan menyusul insiden tenggelamnya Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa yang kembali menyoroti ketaatan standar keselamatan pelayaran nasional.

Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi, menyampaikan hal tersebut saat ditemui wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (17/9/2026). Keterangan itu disampaikan jelang dirinya menghadiri rapat bersama Dewan Energi Nasional yang dipimpin langsung oleh Presiden.

"Kemarin Bapak Presiden menyampaikan untuk melakukan investigasi. Kemudian, kami mesti melihat dahulu sebab musabab dari pada kecelakaan tersebut. Yang pasti kalau memang ada yang harus diperbaiki akan kami perbaiki," kata Dudy kepada awak media di Istana.

Soal investigasi khusus penyebab tenggelamnya KM Virgo, Dudy menegaskan pihaknya menyerahkan sepenuhnya proses itu kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sesuai tugas dan fungsinya.

"Biar KNKT yang melakukan investigasi karena itu tupoksi KNKT, jadi kita menyerahkan sepenuhnya investigasi ke KNKT," ujarnya.

Dudy juga menyinggung antisipasi cuaca buruk yang diperkirakan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Ia memastikan kapal tidak akan diizinkan berlayar jika prakiraan cuaca menunjukkan kondisi membahayakan.

"Ya kalau memang cuaca buruk kami tidak akan memperkenankan atau membolehkan kapal berlayar," katanya.

Ditanya kapan kebijakan itu mulai diberlakukan, Dudy menyebut pihaknya akan mengacu pada informasi BMKG untuk menentukan alur pelayaran yang dianggap berbahaya maupun yang masih aman dilalui kapal.

"Kami akan sesuai dengan apa yang disampaikan BMKG, kita akan lihat alur-alur di mana yang memang oleh BMKG dianggap pelayarannya cukup membahayakan atau memang masih bisa dilayari oleh kapal-kapal," ujarnya.

KM Virgo Transport 8 mengalami kecelakaan saat berlayar dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan sejak Sabtu (12/9/2026). Kapal yang mengangkut 243 orang itu dilaporkan mengalami cuaca buruk dan hilang kontak sebelum ditemukan dalam kondisi terbalik di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada Minggu (13/9/2026) dini hari.

Memasuki hari kelima operasi pencarian pada Kamis (17/9/2026), Basarnas mencatat 108 orang berhasil diselamatkan, enam orang ditemukan meninggal dunia, sedangkan 129 orang lainnya masih belum ditemukan dari total 243 penumpang dan awak kapal.

Beberapa insiden lain yang turut menjadi sorotan sepanjang tahun ini antara lain KM Anaya yang terbakar di perairan Maluku pada 26 Maret diduga akibat puntung rokok menyambar jeriken bahan bakar, serta KM Mega Harapan yang tenggelam di perairan Labuan Mas, Kotabaru pada 16 Juni setelah dihantam kapal besar berbadan besi, menewaskan nakhoda kapal dan membuat satu ABK hilang.

Pada pertengahan Juli, KM Nurul Salsa tenggelam di perairan barat Pulau Polassi, Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan setelah mengalami gangguan mesin; nakhoda kapal kemudian ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Selayar karena dinilai lalai.

KMP Mutiara Sentosa II yang melayani rute Surabaya-Makassar juga terbakar di perairan utara Sumenep, Madura pada 2 Agustus 2026, menyebabkan lima orang meninggal dunia. Sepuluh hari berselang, KMP Putri Yasmin, kapal roro rute Padangbai-Bali menuju Lembar, Lombok, mengalami kebakaran hebat di Selat Lombok pada 12 Agustus 2026 yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia.

Selain itu, kapal penumpang KM Prince Soya rute Samarinda-Parepare turut terbakar saat bersandar di Dermaga Pelabuhan Samarinda pada 1 Agustus 2026.

Baca juga artikel terkait KECELAKAAN KAPAL atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama