Menuju konten utama

Kronologi Mahout Tertimpa Gajah di Lembang Park & Zoo Bandung

Mahout Lembang Park & Zoo, Dedi Maulana, tertimpa gajah saat sesi edukasi. Gajah diduga terpeleset akibat tanah di area exhibit yang tidak stabil.

Kronologi Mahout Tertimpa Gajah di Lembang Park & Zoo Bandung
Kapolsek Cisarua Kompol Iwan Setiawan saat memberikan keterangan di Bandung Barat, Rabu (16/8/2026). FOTO/Polres Cimahi.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Video yang memperlihatkan seorang mahout atau pawang gajah tertimpa gajah di Lembang Park & Zoo, Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB) viral di media sosial. Insiden tersebut terjadi pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 13.30 WIB ketika gajah Sumatra tengah menjalani sesi presentasi edukasi bersama mahout pendampingnya.

Manajemen Lembang Park & Zoo kemudian memberikan klarifikasi bahwa seseorang yang terlibat dalam insiden tersebut adalah mahout mereka bernama Dedi Maulana, bukan pengunjung maupun anak-anak.

Berdasarkan hasil pengecekan di lokasi, tidak ditemukan adanya gajah yang mengamuk. Insiden diduga terjadi karena permukaan tanah di area exhibit dalam kondisi gembur dan tidak stabil sehingga gajah terpeleset.

Kronologi Mahout di Lembang Park & Zoo Tertimpa Gajah

Peristiwa gajah menimpa seorang mahout di Lembang Park & Zoo, Kabupaten Bandung Barat terjadi pada Minggu, 13 September 2026 sekitar pukul 13.30 WIB. Insiden tersebut berlangsung ketika gajah Sumatra tengah menjalani sesi presentasi edukasi bersama mahout pendampingnya.

Dalam rekaman yang beredar, terlihat seorang mahout yang kemudian diketahui bernama Dedi Maulana sedang berinteraksi dengan gajah hingga kemudian gajah tersebut kehilangan pijakan, terjatuh, dan tubuhnya mengenai sang mahout.

Manajemen Lembang Park & Zoo kemudian memberikan klarifikasi bahwa orang yang tertimpa gajah merupakan mahout di sana, bukan pengunjung ataupun anak-anak yang sedang berwisata di lokasi.

Menurut penjelasan manajemen Lembang Park & Zoo, insiden terjadi karena terdapat bagian permukaan tanah di dalam exhibit atau area kandang gajah yang tidak stabil.

Kondisi tanah yang gembur membuat pijakan gajah terganggu sehingga gajah tersebut terpeleset dan kemudian mengenai Dedi Maulana yang saat itu sedang mendampinginya.

Informasi mengenai kejadian tersebut kemudian diterima pihak kepolisian setelah peristiwa itu diberitakan atau diviralkan melalui salah satu akun media sosial. Setelah memperoleh laporan dari manajemen Lembang Park & Zoo, petugas melakukan pengecekan dan pemantauan langsung di lokasi kejadian.

Pengecekan tersebut dilakukan bersama Kapolsek Cisarua Kompol Iwan Setiawan, S.H., M.H., CPHR, serta Danramil 0910/Cisarua Kapten Inf Endang Lusyana.

“Kejadian tersebut diberitakan atau diviralkan di salah satu akun media sosial. Kami mendapat Informasi laporan dari pihak manajemen Lembang Park & Zoo langsung melakukan pengecekan dan monitoring di tempat kejadian perkara," terang Kompol Iwan.

Hasil pemeriksaan di lokasi memperkuat keterangan bahwa insiden bukan disebabkan gajah mengamuk, melainkan gajah kehilangan pijakan karena kondisi tanah di area tempatnya berdiri.

Manajemen Lembang Park & Zoo juga menjelaskan bahwa mahout merupakan pendamping atau perawat gajah yang bertugas merawat dan menangani gajah.

Dalam pengelolaan satwa di lokasi tersebut, satu mahout memiliki keterikatan khusus dengan gajah yang didampinginya karena bertanggung jawab terhadap perawatan dan penanganan satwa tersebut.

Setelah insiden terjadi, manajemen menyatakan bahwa Dedi Maulana dan gajah yang terlibat dalam kejadian berada dalam kondisi baik.

“Saat ini mahout dan gajah dalam kondisi baik,” ujar pihak manajemen Lembang Park & Zoo dalam unggahan di akun Instagram @lembang_parkzoo.

Sebagai tindak lanjut, Lembang Park & Zoo mengatakan telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi area, prosedur keselamatan, sistem pengelolaan kegiatan, prosedur penanganan keadaan darurat, serta aspek keselamatan dan kesejahteraan satwa.

Evaluasi tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi potensi risiko sejak awal dan memperkuat langkah-langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Baca juga artikel terkait GAJAH atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra