Menuju konten utama

Financial Fitness Index: Baru 27% Anak Muda Punya Dana Darurat

Padahal, sebanyak 92 persen masyarakat muda telah rutin menabung sebagian dari penghasilannya.

Financial Fitness Index: Baru 27% Anak Muda Punya Dana Darurat
Ilustrasi dana darurat. FOTO/iStockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kesadaran generasi muda Indonesia untuk menyisihkan pendapatan terus menunjukkan tren positif. Namun, kesiapan mereka dalam menghadapi kondisi darurat masih tergolong minim.

Temuan terbaru dari studi Financial Fitness Index (FFI) 2026 yang dirilis oleh OCBC bekerja sama dengan NielsenIQ (NIQ) mengungkapkan bahwa baru 27 persen anak muda di Indonesia yang memiliki dana darurat.

Padahal, secara kebiasaan dasar, sebanyak 92 persen masyarakat muda telah rutin menabung sebagian dari penghasilannya—meningkat dari 89 persen pada tahun sebelumnya.

Di sisi lain, riset tersebut juga mencatat adanya kesenjangan yang cukup signifikan antara persepsi dan realitas perencanaan keuangan. Meski 55 persen responden merasa yakin perencanaan finansial mereka akan membawa kesuksesan di masa depan, fakta menunjukkan 80 persen di antaranya belum disiplin melakukan pencatatan keuangan.

Kondisi ini berdampak pada penurunan skor financial fitness anak muda Indonesia menjadi 39,64 pada FFI 2026, dari yang sebelumnya berada di angka 40,60. Riset tahunan keenam ini melibatkan responden berusia 25-35 tahun berpenghasilan di atas Rp5 juta serta memiliki rekening bank yang tersebar di wilayah Jabodetabek, Surabaya, Medan, Bandung, dan Makassar.

Director Strategic Analytics & Insight NielsenIQ Indonesia, Inggit Primadevi, menjelaskan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar dan pembayaran utang masih menjadi prioritas utama di tengah penurunan skor FFI.

"Studi FFI 2026 menunjukkan bahwa di tengah skor FFI yang menurun, namun terlihat kebutuhan untuk mempertahankan pemenuhan keuangan dasar masih kuat, seperti pemenuhan sehari-hari dan pembayaran utang,” kata Inggit dalam acara Launching OCBC Financial Fitness Index 2026 di PIM 3, Jakarta, Jumat (18/9/2026).

Yang menarik, sambungnya, terdapat peningkatan di tengah masyarakat yang mulai membangun kebiasaan menabung dan mempersiapkan masa depan.

“Ini menunjukkan adanya awareness yang berkembang dan menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan finansial ke depannya," ujar Inggit.

Di samping tantangan yang ada, ketersediaan dana darurat terbukti menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan aset jangka panjang.

Riset OCBC menunjukkan bahwa individu yang telah memiliki dana simpanan darurat lebih berani dan cenderung melirik instrumen investasi berisiko atau lebih kompleks, seperti saham, reksa dana, deposito, hingga forex, dibandingkan mereka yang belum memilikinya dengan porsi 9 persen berbanding 4 persen.

Bahkan, 14 persen dari kelompok yang memiliki dana darurat menyatakan mempertimbangkan untuk menambah produk investasi kompleks.

Menanggapi fenomena tersebut, Personal Banking Segment Head OCBC, Lauda Muliana, menekankan pentingnya membangun ketahanan finansial sejak awal.

"Bagi OCBC, sehat secara finansial bukan sekadar tentang memiliki lebih banyak uang, tetapi tentang memiliki fondasi dan perencanaan yang membuat kita mampu menghadapi ketidakpastian, sekaligus memiliki ruang untuk bertumbuh,” ucap Lauda.

Karena itu, cakap finansial perlu dimulai dari memahami kondisi personal, menentukan prioritas, membangun resilience, dan mengembangkan kekayaan sesuai tujuan dan profil masing-masing.

“Jadi, bukan hanya tahu ilmunya, tetapi juga harus mengaplikasikannya dengan bijak dan konsisten," ujar Lauda.

Dia juga menambahkan bahwa kondisi finansial yang sehat tidak harus mengorbankan gaya hidup. Masyarakat yang memiliki perencanaan matang, dana darurat, dan investasi justru terbukti lebih mampu menikmati gaya hidup tanpa mengabaikan prioritas masa depan.

"OCBC percaya bahwa sehat secara finansial bisa berjalan beriringan dengan menikmati lifestyle. Nyala Festival ini adalah salah satu manifestasi dari OCBC, yang memperlihatkan bahwa edukasi, insight, dan perencanaan finansial bisa berjalan beriringan juga dengan lifestyle dan fun,” kata dia.

Baca juga artikel terkait DANA DARURAT atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Insider
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Fadrik Aziz Firdausi