Menuju konten utama

Kemenhaj Terbitkan Edaran Pergerakan Jemaah Jelang Puncak Haji

Maria meminta seluruh jemaah mematuhi ketentuan pergerakan yang telah ditetapkan pemerintah selama operasional haji 2026 berlangsung.

Kemenhaj Terbitkan Edaran Pergerakan Jemaah Jelang Puncak Haji
Jemaah haji dari kloter 44 SOC saat tiba di Makkah pada Kamis (7/5/2026). Foto/ Abdul Aziz/MCH 2026.

tirto.id - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI menerbitkan edaran pengaturan pergerakan jemaah haji menjelang fase puncak ibadah haji atau Armuzna. Kebijakan itu diterbitkan sebagai langkah mitigasi untuk menjaga kesehatan dan keselamatan jemaah di tengah potensi kepadatan dan kelelahan.

Juru Bicara Kemenhaj RI, Maria Assegaff, mengatakan pengaturan pergerakan menjadi bagian dari upaya pemerintah mengantisipasi risiko gangguan kesehatan menjelang puncak haji.

“Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia juga telah mengeluarkan edaran terkait pengaturan pergerakan jemaah. Edaran ini menjadi bagian dari langkah mitigasi untuk kemudian menjaga kesehatan dan keselamatan jemaah, khususnya dalam mengantisipasi kepadatan, kelelahan, dan risiko gangguan kesehatan jelang fase puncak ibadah haji,” kata Maria dalam update penyelenggaraan ibadah haji melalui konferensi pers yang ditayangkan di akun Youtube resmi Kementerian Haji dan Umrah, Senin (11/5/2026).

Maria meminta seluruh jemaah mematuhi ketentuan pergerakan yang telah ditetapkan pemerintah selama operasional haji berlangsung.

“Kami meminta seluruh jemaah untuk bisa mengikuti ketentuan pergerakan yang memang telah ditetapkan, baik dalam aktivitas dari hotel ke Masjidil Haram, pergerakan dari Madinah menuju ke Makkah, maupun persiapan menuju rangkaian Armuzna atau puncak haji,” ujarnya.

Ia pun menilai kedisiplinan jemaah dalam mengikuti arahan petugas menjadi faktor penting agar layanan haji tetap berjalan tertib dan aman. Pemerintah juga kembali mengingatkan jemaah agar tidak memaksakan aktivitas fisik menjelang puncak ibadah haji.

“Jadi sekali lagi, kami imbau jemaah untuk tidak memaksakan diri karena fase puncak haji membutuhkan energi besar,” kata Maria.

Ia meminta jemaah memanfaatkan waktu menjelang Armuzna untuk menjaga kondisi tubuh dan memperkuat kesiapan ibadah.

“Karena itu, gunakan waktu yang ada untuk menjaga stamina, memperkuat niat, memperbanyak doa, dan mempersiapkan diri dengan baik,” ujarnya.

Hingga hari ke-21 operasional penyelenggaraan ibadah haji, pemerintah mencatat sebanyak 341 kloter dengan 132.057 jemaah dan 1.361 petugas telah diberangkatkan menuju Arab Saudi. Sementara itu, sebanyak 240 kloter dengan 92.767 jemaah dan 960 petugas telah tiba di Makkah untuk mempersiapkan diri menuju fase puncak haji.

Baca juga artikel terkait HAJI 2026 atau tulisan lainnya dari Nabila Ramadhanty

tirto.id - Flash News
Reporter: Nabila Ramadhanty
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Andrian Pratama Taher