Menuju konten utama

Menhut: Helikopter Jepang Belum Operasi Padamkan Karhutla

Helikopter raksasa CH-47 Chinook dari Jepang akan menjadi tambahan kekuatan dalam menghadapi karhutla di Kalimantan.

Menhut: Helikopter Jepang Belum Operasi Padamkan Karhutla
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni (tengah) bersama Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo (kiri) dan Kapolda Riau Irjen Pol Hery Heryawan (kanan) memberikan keterangan pers usai menggelar rapat koordinasi penanganan karhutla Riau di Pekanbaru, Riau, Jumat (28/8/2026). Rapat koordinasi dilakukan guna memastikan proses penegakan hukum dan penanganan karhutla di daerah itu berjalan cepat dan tepat. ANTARA FOTO/Rony Muharrman/wsj.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni, mengatakan helikopter CH-47 Chinook bantuan Jepang masih belum melakukan operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga Selasa (15/9/2026).

Berdasarkan informasi terakhir yang diterima Raja Juli, tiga helikopter Chinook tersebut masih menjalani tahap orientasi.

“Setahu saya sampai kemarin helikopter Chinook belum beroperasi. Mereka sudah melakukan, informasi terakhir ya yang saya dengar ya. Jadi, mereka baru melakukan orientasi dan belum bisa melakukan operasi water bombing sama sekali," kata Raja Juli kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (16/9/2026).

Saat ditanya mengenai berapa lama helikopter tersebut akan dikerahkan untuk membantu penanganan karhutla, Raja Juli meminta pertanyaan tersebut dikonfirmasi kepada Kementerian Pertahanan.

Sebagai informasi, Helikopter raksasa CH-47 Chinook dari Jepang akan menjadi tambahan kekuatan dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.

Selain pemadaman, helikopter itu juga memiliki kemampuan mengangkut logistik ke lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Pada Kamis (10/9/2026), Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, mengatakan helikopter penanganan karhutla itu telah tiba di Kalimantan Barat. Armada dan personel Jepang tersebut dibawa menggunakan kapal JS Kunisaki yang bersandar di Pelabuhan Kijing, Mempawah.

Kapal tersebut juga membawa sekitar 180 hingga 300 personel untuk mendukung operasi penanganan karhutla di lapangan.

Menukil Antara, dukungan tersebut merupakan bagian dari misi bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana atau humanitarian assistance and disaster relief (HADR) Jepang-Indonesia.

Baca juga artikel terkait KASUS KARHUTLA atau tulisan lainnya dari Rahma Dwi Safitri

tirto.id - Flash News
Reporter: Rahma Dwi Safitri
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama