tirto.id - Sebanyak tiga ekor trenggiling ditemukan mati terpanggang akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Suaka Margasatwa Padang Sugihan, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Kejadian ini juga mengancam kelangsungan hidup puluhan ekor yang hidup di kawasan itu.
Kepala BKSDA Sumsel, Daniwari Widiyanto, mengatakan tiga individu satwa dilindungi itu ditemukan petugas saat operasi pemadaman di sekitar Posko Jalur 7 SM Padang Sugihan, Jumat (4/9/2026). Tiga ekor trenggiling terdiri dari dua indukan dan satu ekor anakan.
Kondisinya sangat memprihatinkan dengan tubuh sepenuhnya terbakar. Disinyalir trenggiling itu terjebak saat kebakaran terjadi.
Daniwari menyesalkan adanya satwa penting yang menghuni SM Padang Sugihan menjadi korban karhutla. Kejadian ini otomatis mengurangi jumlah hewan langka dan dilindungi yang tinggal bersama puluhan ekor gajah di kawasan konservasi.
"Kami sangat prihatin dan menyayangkan ada tiga ekor trenggiling yang mati akibat karhutla di SM Padang Sugihan," ungkap Kepala BKSDA Sumsel Daniwari Widiyanto, Rabu (16/9/2026).
Puluhan Gajah Liar dan Bayi Gajah Dikepung Asap
Daniwari mengatakan, ancaman satwa-satwa masih besar karena karhutla yang terbakar sejak 26 Agustus 2026 hingga kini belum padam. Kondisi puluhan ekor gajah liar yang hidup di kawasan itu sangat memprihatinkan karena setiap hari dikepung api dan asap.
Selain itu, 29 ekor gajah binaan di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Jalur 21 juga terancam. Satu ekor di antaranya terdapat bayi gajah bernama Rohmah yang lahir beberapa waktu lalu dari indukan Ronika.
"Pantauan kami masih aman, pakan masih tersedia. Tapi asap menjadi perhatian karena akan mempengaruhi kesehatan gajah, kami rutin cek kesehatan gajah-gajah itu," kata Daniwari.
Petugas masih melakukan pemadaman dan memantau pergerakan kepala api. Habitat utama gajah menjadi prioritas penanganan agar tidak tersentuh api.
"Kami terus jaga tempat gajah bermain dan cari makan agar tidak turut terbakar karena sangat berbahaya jika lokasi itu terbakar," kata dia.
Banyak Bangkai Hewan Liar Ditemukan di Lahan Gambut
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatra, Ferdian Krisnanto, mengatakan selama operasi pemadaman berlangsung, tim di lapangan kerap menemukan banyak bangkai hewan liar yang terbakar, seperti ular, burung, labi-labi, musang, dan lainnya. Hewan-hewan itu tak sempat lagi menyelamatkan diri karena terlanjur dikepung api
"Kemarin itu ada ular sanca sepanjang lima meter lebih kita temukan mati, banyak yang kita jumpai," kata Ferdian.
Terkait sulitnya operasi pemadaman di SM Padang Sugihan, Ferdian menyebut disebabkan banyak faktor. Karakteristik lahan yang merupakan gambut dan vegetasi semak belukar menjadi kendala utama.
Ferdian mengatakan, butuh waktu cukup lama dalam proses pendinginan agar api tidak kembali menyala. Jika tidak, api dengan cepat membesar dan merambat ke sekitarnya dan makin sulit dipadamkan.
"Tim terus berupaya memadamkan api dan pendinginan, water bombing juga masih dilakukan," kata Ferdian.
Penulis: Irwanto
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id

































