tirto.id - Istana Kepresidenan memberikan lampu hijau bagi pemerintah daerah untuk mengambil langkah taktis meliburkan sekolah secara situasional akibat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kebijakan ini disiapkan seiring meluasnya dampak kabut asap ekstrem akibat fenomena El-Nino Godzilla pada Rabu (12/8/2026).
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, mengenai penanganan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Koordinasi tersebut termasuk membahas kemungkinan penyesuaian aktivitas masyarakat di wilayah terdampak. Namun, kebijakan seperti meliburkan sekolah dapat diterapkan secara situasional dengan mempertimbangkan kondisi di masing-masing daerah.

“Iya, kita lihat situasinya di lapangan. Termasuk kan tidak hanya anak sekolah ya, seperti Taman Nasional Bromo Tengger Semeru kemarin kan juga secara operasional kemudian ditutup kan gitu,” jelas dia usai memantau persiapan Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-81, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (12/8/2026).
“Artinya taktis di lapangan dan kami berikan izin kepada teman-teman yang memang mengerti betul kondisi di lapangan itu,” imbuhnya.
Kebijakan Libur Sekolah Bersifat Situasional di Daerah
Namun demikian, keputusan untuk meliburkan sekolah tidak diberlakukan secara seragam secara nasional. Sebaliknya, pemerintah memberikan ruang bagi daerah untuk mengambil langkah taktis berdasarkan kondisi asap dan karhutla di wilayah masing-masing.
Untuk mengambil langkah lebih lanjut, dia akan berkoordinasi dengan Pratikno dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti.
“Kami monitor belum ya. Nanti kami coba cek kepada Pak Menko dan Pak Mendikdasmen,” sambungnya.
Pemerintah Pusat Jamin Logistik Pemadaman Karhutla

Prasetyo menegaskan, pemerintah pusat akan memberikan dukungan penuh terhadap penanganan karhutla yang sedang dilakukan oleh TNI, Polri, maupun relawan. Adapun, dukungan yang diberikan mencakup aspek administratif maupun logistik.
Dus, potensi karhutla yang terjadi akibat fenomena El-Nino Godzilla dapat dimitigasi.
“Tapi yang paling penting, pertama yang ingin kami sampaikan adalah betul-betul kita bekerja keras untuk bisa menyelesaikan masalah karhutla ini, yang pemerintah pusat juga memberikan dukungan. Kami sudah koordinasi ke semua pihak, apa pun yang diperlukan, tidak boleh lagi ada kendala, baik secara administratif maupun secara logistik,” terang Prasetyo.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id

































