Menuju konten utama

Istana Belum Bahas Sanksi Pejabat Gagal Tangani Karhutla

Pemerintah masih memprioritaskan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah.

Istana Belum Bahas Sanksi Pejabat Gagal Tangani Karhutla
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (22/7/2026).
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menegaskan pemerintah belum membahas kemungkinan sanksi terhadap pejabat yang dinilai gagal dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sebab, saat ini pemerintah masih memprioritaskan upaya pemadaman karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah.

Pemerintah bahkan tengah mengerahkan seluruh sumber daya untuk mempercepat penanganan titik-titik api yang masih muncul, terutama di wilayah rawan seperti Sumatra dan Kalimantan.

“Kita (pemerintah) belum sampai ke arah sana, yang penting kita konsentrasi dulu secepatnya untuk itu (karhutla di sejumlah titik) bisa diatasi," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (11/8/2026).

Pemerintah juga terus memperkuat koordinasi antara BNPB, TNI, Polri, serta pemerintah daerah untuk mempercepat proses pemadaman dan mencegah perluasan titik api baru. Sejumlah langkah seperti water bombing, modifikasi cuaca, hingga pengerahan personel darat terus dioptimalkan di wilayah terdampak.

“Pemerintah pusat mendukung penuh ya, mendukung penuh apa pun yang dibutuhkan oleh pemerintah daerah, oleh BNPB, oleh teman-teman Manggala Agni dari Kementerian Kehutanan, oleh pemerintah provinsi, maupun contoh misalnya di Bromo oleh Balai Taman Nasional, kita dukung penuh gitu,” tegasnya.

Berbicara mewakili Presiden Prabowo Subianto, Prasetyo juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memberikan dukungan penuh kepada seluruh stakeholder yang kini tengah berupaya untuk menangani bencana karhutla. Sebab, karena sudah terlalu lama berjibaku dengan asap, banyak petugas yang jatuh sakit.

“Ada beberapa yang karena terlalu lama menghirup dan terlalu banyak menghirup asap juga ada yang sakit. Jadi masalah karhutla ini marilah itu kita bersama-sama semua gitu. Kita tidak bisa membantu di lapangan, kita bantu dengan doa, dengan support. Tidak mudah,” akunya.

Dia juga mengingatkan masyarakat untuk mawas diri dan berhati-hati dalam bertindak sehingga potensi terjadinya kebakaran seperti yang sebelumnya pernah terjadi di Bromo Tengger pada tahun lalu dapat dihindari.

“Itu, kan, seperti tahun lalu itu kan ada prewedding ya kalau saudara-saudara ingat itu kan. Nah jadi yang begitu-begitu mari kita semua mawas diri karena memang kali ini El Nino-nya cukup kuat dan cuaca cukup kering gitu,” tutup Prasetyo.

Baca juga artikel terkait KASUS KARHUTLA atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama