tirto.id - Kegiatan belajar mengajar (KBM) di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Empat Lawang, Sumatera Selatan, harus dilakukan dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ) akibat kekurangan air bersih. KBM tatap muka dan masuk asrama bagi siswa belum diketahui pasti.
Pihak pengelola sekolah harus memulangkan 270 siswa ke rumah masing-masing sejak Selasa (12/9/2026). Keputusan ini diambil mengingat kondisi sekolah yang tidak memungkinkan.
Kepala SR Terintegrasi 1 Empat Lawang Suparno mengungkapkan, semua siswa dipulangkan karena ketersediaan air tidak mencukupi untuk kebutuhan anak didik sehari-hari. Sejak sekolah itu dibuka sebulan lalu, pihaknya mendapat pasokan air dari PDAM milik Kabupaten Empat Lawang.
Namun distribusi air terhenti karena armada PDAM mengalami kecelakaan dan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM). Alhasil, kebutuhan air tidak terpenuhi yang menyulitkan anak didik selama tinggal di asrama.
"Ya, anak-anak kita pulangkan karena ketersediaan air tidak tercukupi bagi anak-anak," ungkap Suparno, Jumat (25/9/2026).
Suparno mengakui belum tersedia jaringan air bersih langsung dari PDAM ke sekolahnya. Pihaknya masih berusaha mencari solusi agar masalah air segera tertangani.
"Ya belum ada pipa dari PDAM, ini kabarnya mau ambil air dari Sungai Kemumu, tapi belum tahu pasti infonya. Kami juga menunggu solusi terbaik dari pimpinan," kata Suparno.
Perbaikan Fasilitas Gedung dan Asrama
Selain masalah air, kata Suparno, para siswa dipulangkan karena saat ini dilakukan perbaikan gedung asrama putra dan putri serta perbaikan gedung sekolah. Jika sudah rampung, pihaknya akan melakukan uji coba bersama tim transisi pemerintah daerah, Satker Strategis Sarana dan Prasarana Sumsel, Waskita, dan pihak sekolah.
Hanya saja, Suparno belum dapat memastikan kapan anak didik kembali masuk asrama dan belajar seperti biasa. Dia ingin memastikan kebutuhan air tercukupi dan sarana prasarana dapat digunakan kembali.
"Siswa akan kembali setelah ada kepastian kebutuhan air dan sapras yang lagi perbaikan rampung dikerjakan," kata Suparno.
Meski berada di rumah masing-masing, semua siswa masih wajib menjalani KBM melalui PJJ. Sejauh ini tidak ada kendala atau keluhan dari para siswa selama PJJ berlangsung.
"Anak-anak belajar PJJ dari rumah, Alhamdulillah terlaksana dengan baik," kata Suparna.
Penulis: Irwanto
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id


































