tirto.id - Pemerintah menganggarkan Rp32,9 triliun untuk penyelenggaraan dan pembangunan salah satu program strategis Presiden Prabowo Subianto di bidang pendidikan, yakni Sekolah Rakyat.
Alokasi anggaran itu lebih mahal daripada anggaran pembangunan program Ibu Kota Nusantara (IKN) pada 2027, yakni senilai Rp6,7 triliun.
Hal tersebut tertuang dalam dokumen Nota Keuangan dan Rencana APBN (RAPBN) Tahun Anggaran 2027. Dalam dokumen tersebut, anggaran pembangunan Rp32,9 triliun itu akan digunakan untuk pembangunan gedung Sekolah Rakyat dan penyelenggaraannya.
"Pada tahun 2027, Pemerintah akan melanjutkan penyelenggaraan Sekolah Rakyat dengan berencana mengalokasikan Rp32.902,3 miliar. Alokasi tersebut akan digunakan untuk penyelenggaraan dan pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat," tulis dokumen tersebut, dikutip Rabu (19/8/2026).
Total anggaran pembangunan Sekolah Rakyat pada tahun depan juga lebih tinggi daripada total anggaran pembangunan Sekolah Rakyat pada 2026, yakni senilai Rp24,947 triliun.
Total anggaran itu terbagi dalam dua kementerian, yakni Kementerian Pekerjaan Umum (PU) serta Kementerian Sosial (Kemensos).
"Pada tahun 2026, Pemerintah akan membangun Sekolah Rakyat pada 104 lokasi dengan alokasi anggaran belanja fisik Kementerian Pekerjaan Umum Rp20 triliun. Adapun untuk belanja operasional dialokasikan di Kemensos sebesar Rp4,947 triliun," tulis dokumen itu.
Turut disebutkan bahwa keberhasilan program Sekolah Rakyat didukung melalui penguatan tata kelola lintas kementerian/lembaga dan pemerintah daerah, pembangunan sarana dan prasarana yang memadai, penyediaan guru dan tenaga kependidikan yang berkualitas, sistem pengawasan yang akuntabel, serta pemantauan dan evaluasi secara berkala.
"Sinergi tersebut diperlukan untuk memastikan Program Sekolah Rakyat mampu memberikan manfaat ang berkelanjutan dan berkontribusi nyata terhadap pencapaian target penurunan kemiskinan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta terwujudnya Indonesia yang lebih inklusif dan berdaya saing," urai dokumen tersebut.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id





































