tirto.id - Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Canberra, Yuli Rahmawati, mengatakan Pemerintah Australia tidak pernah menyatakan program pathways setara dengan senior secondary school atau SMA. Hal itu ia sampaikan dalam sidang PHPU Pilpres 2024 di Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Jumat (2/10/2026).
Yuli hadir secara daring dalam sidang yang disiarkan lewat kanal YouTube MK. Ia menyampaikan keterangan itu terkait UTS Insearch, institusi di Sydney tempat Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menempuh pendidikan.
"Secara khusus, pemerintah Australia tidak pernah menyampaikan bahwa pathways, baik professional education maupun pathways yang ada di Australia merupakan setara dengan senior secondary school," kata Yuli.
Ia menambahkan, pathways di Australia dirancang untuk tujuan lain, di antaranya menyiapkan calon mahasiswa menuju jenjang sarjana.
"Namun mereka menyampaikan itu adalah pathways yang dilakukan bagi calon mahasiswa-mahasiswa dengan berbagai karakteristik untuk menuju jenjang sarjana," jelasnya.
Yuli juga menjelaskan bahwa laporan hasil studi WNI di Australia tidak melalui Atase Pendidikan dan Kebudayaan. Ia mengatakan pihaknya menerima laporan reguler dari perwakilan Konsulat Jenderal RI (KJRI) di sejumlah kota, termasuk Sydney.
"Sehingga KJRI Sidney sudah menyampaikan kepada kami bahwa tidak ada permohonan dokumen-dokumen yang terkait," tambahnya.
Dalam sidang yang sama, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menjelaskan dasar penyetaraan pendidikan Gibran. Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Nonformal dan Informal, Gogot Suharwoto, menyebut riwayat pendidikan Gibran dinilai setara dengan SMK peminatan Akuntansi dan Keuangan.
"Berdasarkan penyandingan mata pelajaran dan learning outcome atau standar kompetensi kelulusan, riwayat pendidikan tersebut dinilai mempunyai kesesuaian dengan peminatan garis/program keahlian Akuntansi dan Keuangan pada jenjang Sekolah Menengah Kejuruan atau SMK," ujar Gogot.
Dalam sidang yang sama, Gogot menyebut surat keterangan penyetaraan pendidikan Gibran diterbitkan pada 6 Agustus 2019. Surat itu ditandatangani Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah. Pokok isinya menyatakan pendidikan Gibran disetarakan dengan peminatan Akuntansi dan Keuangan pada jenjang SMK.
Penulis: Muhammad Rayfahd Haykal
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id

































