Menuju konten utama

Sosok Chairul Tanjung, Bos Trans Corp yang Kini Jadi Wantimpres

Chairul Tanjung diangkat menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden bersama 24 nama lainnya. Simak profil dari pengusaha sohor di Indonesia ini.

Sosok Chairul Tanjung, Bos Trans Corp yang Kini Jadi Wantimpres
Chairul Tanjung menandatangani bukunya. [ANTARA/Teresia May]
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Sosok konglomerat Chairul Tanjung kini tengah disorot usai ditunjuk Presiden RI sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) yang baru. Melihat profilnya, Chairul memang selama ini dikenal sebagai pengusaha yang dekat dengan politik. Namun, bagaimana rekam jejaknya selama ini?

Sebelumnya, penunjukkan Chairul sebagai Wantimpres itu diresmikan pada Jumat (2/10/2026) sore di Istana Negara, Jakarta. Prabowo memimpin pelantikan tersebut, bersamaan pula dengan pengangkatan Kepala Badan Komunikasi (Bakom).

Chairul tak sendirian sebagai anggota Wantimpres. Total ada 25 nama yang dilantik bersamaan. Beberapa nama tersebut antara lain Pratikno, Agum Gumelar, Rocky Gerung, Jusuf Hamka, Anwar Usman hingga Yusuf Wanandi.

Seturut rekam jejaknya, ini bukan kali pertama Chairul Tanjung merapat ke Istana. Kendati dikenal luas sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia lewat konglomerasi yang ia miliki, Chairul pernah menjabat jabatan publik dalam kariernya.

Profil Chairul Tanjung dan Pencapaiannya

Chairul Tanjung dikenal luas oleh publik Indonesia sebagai konglomerat. Ia merupakan sosok di balik CT Corp, salah satu konglomerasi terbesar di Indonesia.

Di Indonesia, CT Corp dikenal luas dengan berbagai unit usaha yang berjejer di bawah naungannya. Perusahaan ini merupakan pemilik toko ritel Transmart, stasiun televisi Trans TV dan Trans7, hingga bank swasta Bank Mega.

Akan tetapi, jauh sebelum CT Corp berdiri, Chairul merupakan seorang mahasiswa kedokteran gigi. Ia merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia pada 1987.

Hanya saja, kendati memiliki gelar sarjana kedokteran gigi, Chairul tak pernah menjadikannya sebagai arah kariernya. Sejak kuliah di UI, Chairul lebih serius belajar bisnis, alih-alih kesehatan mulut dan gigi.

Ketika kuliah di Salemba, Chairul menyibukkan diri dengan berjualan berbagai macam benda. Mulai dari buku kuliah stensilan, kaus hingga membuka jasa fotokopi ia lakukan.

Pengalaman berjualan aneka rupa barang itu ternyata membekas di benak Chairul. Setelah lulus, ia memilih untuk menjadikan bisnis sebagai arah kariernya.

Semula hal itu ia rintis melalui pendirian PT Pariati Shindutama, perusahaan produksi sepatu untuk ekspor yang didirikan Chairul bersama kawan-kawannya. Namun, perusahaan ini bubar di tengah jalan hingga akhirnya Chairul memilih membuka lini usahanya sendiri, yaitu PT CT Corp.

Melalui PT CT Corp itu lah Chairul kemudian mulai membangun pengaruh di dunia bisnis. Usahanya terus berkembang hingga akhirnya berhasil mengakuisisi Bank Mega pada 1996.

Akuisisi itu kemudian turut memperbesar reputasi Chairul sebagai pebisnis. Hal ini dikarenakan kepemimpinan Chairul berhasil membawa Bank Mega bertahan di tengah krisis moneter 1998.

Reputasi itu kemudian terus berkembang pasca-reformasi. Ia kemudian mengekspansi lini bisnisnya lewat pendirian stasiun televisi Trans TV dan akuisisi TV7 yang kemudian bertransformasi jadi Trans7.

Dua stasiun televisi nasional itu kemudian membuat reputasi Chairul makin meningkat. Ia kini juga dikenal lewat kepemilikan Detik.com, CNN Indonesia, Trans Studio Mall, dan Trans Park.

Perusahaan milik Chairul juga kini dikenal sebagai pemegang lisensi merek dagang ternama dunia untuk pasar Indonesia. Beberapa di antaranya seperti Versace, Armani, Wendy's, Baskin-Robbins, Ibis Hotel, dan FashionTV.

Gurita bisnis itu kemudian menjadikan Chairul termasuk dalam jajaran 10 orang terkaya di Indonesia pada 2024. Kekayaan yang dimiliki Chairul dilaporkan mencapai lebih dari 5 miliar dolar AS.

Pada 2014, reputasi Chairul itu turut membuatnya terjun ke dunia politik. Tepatnya pada Mei 2014, ia ditunjuk sebagai Menteri Koordinator bidang Perekonomian oleh Presiden RI kala itu, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Akan tetapi, jabatan sebagai menteri itu hanya berusia singkat. Ia diberhentikan dari jabatan tersebut pada Oktober tahun yang sama.

Kini, bertahun-tahun kemudian, Chairul kembali merapat ke dunia politik. Hal ini terjadi setelah Presiden RI kini, Prabowo Subianto, menunjuknya sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden.

Baca juga artikel terkait ANGGOTA WANTIMPRES atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar