Menuju konten utama

Macklemore Gelar Tur Free Palestine usai Polemik Ed Sheeran

Macklemore menggelar Free Palestine Tour di Dublin, Paris, dan London usai dikeluarkan dari tur Ed Sheeran akibat seruan dukungan untuk Palestina.

Macklemore Gelar Tur Free Palestine usai Polemik Ed Sheeran
Penyanyi Ed Sheeran dan Rapper Macklemore. (Sumber: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga / USA TODAY NETWORK via Reuters)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Raper asal Amerika Serikat Macklemore mengumumkan rangkaian konser bertajuk “Free Palestine Tour” setelah dirinya dikeluarkan dari sisa tur Ed Sheeran di Amerika Serikat.

Tur tersebut diumumkan pada 24 September 2026 dan akan menjadi panggung bagi Macklemore bersama sejumlah musisi untuk menggalang dana bagi organisasi yang mendukung masyarakat Palestina.

Macklemore menjadi hot topic karena menyerukan “Free Palestine” saat tampil sebagai penampil pembuka dalam Loop Tour Ed Sheeran di MetLife Stadium, New Jersey, pada 4 September 2026.

Pernyataan tersebut memicu kritik dari sejumlah kelompok pro-Israel dan keberatan dari sejumlah venue yang menjadi lokasi konser berikutnya.

Promotor Messina Touring Group kemudian memutuskan Macklemore tidak lagi tampil dalam sisa rangkaian tur untuk menghindari risiko pembatalan konser. Polemik tersebut juga diikuti pengunduran diri sejumlah musisi pendukung Ed Sheeran, termasuk FINNEAS, Aaron Rowe, Lukas Graham, dan Beoga.

Macklemore Gelar Tur Free Palestine di 3 Kota

Macklemore mengumumkan “Free Palestine Tour”, rangkaian konser yang akan menampilkan dirinya bersama sejumlah musisi dan rekan-rekannya. Tur ini tidak hanya ditujukan sebagai pertunjukan musik, tetapi juga untuk menggalang dana bagi organisasi yang memberikan bantuan dan dukungan kepada masyarakat Palestina.

Pengumuman tersebut disampaikan Macklemore melalui akun Instagram-nya pada 24 September 2026, setelah beberapa pekan terakhir ia menjadi sorotan karena sikapnya yang secara terbuka menyuarakan dukungan terhadap Palestina.

Dalam unggahan tersebut, Macklemore mengatakan dirinya melihat adanya perubahan dalam beberapa tahun terakhir terkait perhatian publik terhadap perjuangan Palestina dan peran musisi dalam menyuarakan isu sosial.

“Ada kebangkitan kolektif seputar pembebasan Palestina, kekuatan miliarder yang mencoba menyensor seruan tersebut, dan apa yang kita harapkan dari para seniman saat ini,” tulis Macklemore.

“Sekarang tahun 2026. Bersikap apolitis selama genosida tidak lagi berhasil. Orang-orang meminta seniman untuk tampil, mendidik diri mereka sendiri, dan berada di komunitas. Menggunakan panggung lebih dari sekedar hiburan. Untuk menolak ketika seruan untuk Palestina Merdeka ditanggapi dengan upaya untuk membungkamnya,” lanjutnya

Macklemore kemudian mengaitkan pengalaman yang dialaminya dengan persoalan yang lebih besar mengenai kebebasan berekspresi. Ia menilai kasus yang menimpanya bukan sekadar persoalan antara satu artis dan satu panggung.

Dalam pernyataannya, ia mempertanyakan situasi ketika kelompok orang kaya atau “billionaire class” dapat menentukan suara siapa yang boleh tampil di atas panggung dan suara siapa yang dianggap terlalu berbahaya untuk didengar.

“Apa yang terjadi pada saya lebih besar dari satu artis atau satu panggung. Ketika kelas miliarder bisa memutuskan suara mana yang diperbolehkan di atas panggung dan mana yang terlalu berbahaya untuk didengar, semua orang harus memperhatikan,” jelasnya.

Dari pengalaman itu, Macklemore kemudian menghubungi sejumlah musisi yang pernah menggunakan panggung mereka untuk menunjukkan solidaritas kepada masyarakat Palestina.

Menurut Macklemore, para musisi tersebut memahami bahwa keberadaan mereka di ruang publik akan memiliki arti yang terbatas jika platform tersebut hanya digunakan ketika menyuarakan sesuatu yang dianggap aman.

Dari rangkaian komunikasi itulah kemudian muncul rencana untuk menggelar Free Palestine Tour. Macklemore mengatakan proses penyusunan tur berlangsung cepat sehingga pembicaraan, jadwal, dan berbagai detail mengenai konser masih dalam tahap pengaturan.

Tur Free Palestine Macklemore

Tur tersebut untuk sementara akan dimulai di Dublin, Irlandia, pada 26 Oktober 2026, kemudian berlanjut ke Paris pada 29 Oktober dan London pada 30 Oktober. Macklemore mengatakan sejumlah nama artis yang akan tampil masih akan diumumkan kemudian.

Para penggemar diarahkan untuk mendaftarkan diri melalui situs resmi Macklemore guna memperoleh informasi terbaru dan akses awal pembelian tiket. Presale dijadwalkan dimulai pada Senin (28/9) pukul 10.00 waktu setempat, sedangkan penjualan umum berlangsung pada Rabu (30/9) pukul 10.00 waktu setempat.

Pemilihan Dublin sebagai kota pembuka juga berkaitan dengan konteks dukungan terhadap Palestina di kalangan musisi Irlandia. Dua mantan musisi pendukung tur Sheeran, yakni Aaron Rowe dan grup Beoga, berasal dari Irlandia.

Rowe sebelumnya menjelaskan keputusannya meninggalkan tur dengan mengaitkannya dengan sejarah negaranya. Ia mengatakan masyarakat Irlandia memahami pengalaman mengenai genosida, kelaparan paksa, dan pendudukan serta menyebut perjuangan melawan kolonisasi sebagai bagian dari sejarah yang membentuk kebebasan yang dinikmati masyarakat Irlandia saat ini. Pernyataan tersebut menjadi salah satu contoh sikap terbuka sejumlah musisi Irlandia terhadap isu Palestina.

Dana yang diperoleh dari konser Free Palestine Tour disebut akan disalurkan kepada berbagai organisasi yang mendukung masyarakat Palestina. Organisasi yang tercantum antara lain Anera, Glia, Gaza Soup Kitchen, Taawon, Heal Palestine, Palestinian Youth Movement, Middle East Children’s Alliance, Jewish Voice for Peace, Medical Aid for Palestinians, Institute for Middle East Understanding, Palestine Children’s Relief Fund, dan UNRWA USA.

Penyelenggara menjelaskan bahwa organisasi-organisasi tersebut bergerak dalam berbagai bidang, mulai dari bantuan medis dan kemanusiaan, pendidikan, dukungan masyarakat, advokasi, pengorganisasian, hingga kerja media yang berkaitan dengan masyarakat Palestina.

Konser Ed Sheeran Terdampak usai Mendepak Macklemore

Di tengah persiapan tur Macklemore, kontroversi tersebut juga masih berdampak pada Ed Sheeran. Saat kembali tampil solo di Philadelphia pada 19 September 2026, Sheeran membacakan pernyataan permintaan maaf melalui teleprompter dan mengatakan dirinya telah melakukan sejumlah kesalahan.

"Saya tidak ingin mengecewakan penggemar, dan saya tidak pernah berniat menjadi musisi aktivis, namun situasi ini menempatkan saya di tengah perdebatan sengit dan penting mengenai kebebasan berpendapat serta isu politik paling rumit di dunia," ujar Ed dikutip The Guardian, Kamis (24/9/2026).

Penampilan itu juga diwarnai aksi protes kelompok kecil penggemar di luar lokasi konser, meskipun sebagian penonton lainnya tetap menyatakan dukungan kepadanya. Sheeran bahkan terlihat emosional ketika berbicara mengenai tekanan yang dialaminya.

"Semua orang menyuruh saya untuk membatalkan konser ini, dan saya merasa seolah teman-teman, keluarga, serta orang-orang yang saya kenal telah meninggalkan saya; namun saat melihat ke akhir pekan ini, saya justru mendapati ada 50.000 orang yang tidak meninggalkan saya." ucapnya.

Kontroversi tersebut juga dilaporkan berdampak terhadap jumlah pengikut Sheeran di media sosial. Berdasarkan data Social Blade yang diberitakan The Independent, Sheeran diperkirakan kehilangan hampir 500.000 pengikut di berbagai platform media sosial setelah polemik tersebut mencuat.

Baca juga artikel terkait FREE PALESTINE atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra