tirto.id - Sejumlah musisi memilih mundur dari Loop Tour Ed Sheeran di Amerika Serikat setelah raper Macklemore didepak dari sisa tur tersebut karena membela Palestina. Para musisi tersebut adalah FINNEAS, Aaron Rowe, Lukas Graham, dan Beoga.
FINNEAS sebelumnya dijadwalkan tampil dalam rangkaian konser “Loop Tour” di Amerika Selatan, sedangkan Aaron Rowe dan Lukas Graham merupakan penampil pendukung untuk jadwal konser Ed Sheeran di Amerika Utara. Adapun Beoga merupakan band pendukung yang tampil bersama Ed Sheeran dalam konser.
Macklemore dikeluarkan dari sisa rangkaian Loop Tour Ed Sheeran di Amerika Serikat setelah menyerukan “Free Palestine” saat tampil sebagai penampil pembuka di MetLife Stadium, New Jersey, pada 4 September 2026.
Ia juga menampilkan visual kehancuran di Gaza saat membawakan lagu Hind’s Hall. Pernyataan tersebut kemudian menuai kritik dari sejumlah kelompok pro-Israel dan mendorong petisi agar Macklemore dikeluarkan dari tur.
Promotor Messina Touring Group kemudian mengatakan sejumlah venue menolak menggelar konser jika Macklemore tetap tampil. Untuk mencegah pembatalan pertunjukan yang dapat berdampak pada ratusan ribu penonton, promotor memutuskan Macklemore tidak lagi tampil dalam sisa jadwal tur.
Daftar Musisi yang Memutuskan Mundur dari Tur Ed Sheeran
Keputusan mengeluarkan Macklemore dari sisa rangkaian Loop Tour Ed Sheeran memunculkan persoalan baru. Empat penampil yang sebelumnya dijadwalkan terlibat dalam rangkaian konser, yakni FINNEAS, Aaron Rowe, Beoga, dan Lukas Graham, satu per satu mengumumkan pengunduran diri.
Keempat musisi tersebut menyampaikan keputusan melalui akun Instagram masing-masing dan mengaitkannya dengan kontroversi mengenai Macklemore serta persoalan kebebasan seniman untuk menyuarakan dukungan terhadap Palestina.
1. FINNEAS
Penyanyi dan produser asal Amerika Serikat, FINNEAS, menjadi salah satu musisi yang menyatakan mundur. Melalui akun Instagram @finneas, ia menulis bahwa seniman tidak seharusnya dibungkam ketika berbicara untuk kelompok yang tertindas.FINNEAS kemudian mengumumkan keputusannya untuk menarik diri dari jadwal tur mendatangnya bersama Ed Sheeran.
“Saya telah memutuskan untuk mundur dari jadwal tur saya yang akan datang bersama Ed Sheeran. Saya berpihak pada Palestina dan rakyatnya,” tulis FINNEAS di akun IG @finneas.
FINNEAS sebelumnya dijadwalkan menjadi penampil pendukung dalam enam konser Ed Sheeran di Amerika Selatan pada November 2026.
2. Aaron Rowe
Musisi asal Irlandia, Aaron Rowe, juga mengumumkan pengunduran dirinya sebagai support act dalam tur Amerika Utara Ed Sheeran. Dalam unggahan di akun Instagram @aaronrowe__, Rowe menegaskan bahwa keputusan tersebut bukan sesuatu yang ia ambil dengan mudah.Ia menyebut Ed Sheeran sebagai seorang teman yang telah mengubah hidupnya dan mengatakan dirinya sangat berterima kasih atas dukungan yang selama ini diberikan Sheeran.
Namun, Rowe kemudian mengaitkan keputusan tersebut dengan sejarah Irlandia yang menurutnya memiliki pengalaman dengan genosida, kelaparan paksa, dan pendudukan.
“Saya tidak bisa tinggal diam dan membiarkan para miliarder menggunakan posisi kekuasaan mereka untuk membungkam suara-suara yang sah dari mereka yang bersuara menentang genosida Israel dan yang menyoroti pembunuhan keji terhadap anak-anak,” urainya.
Rowe juga mengatakan bahwa melanjutkan tur dalam kondisi tersebut akan bertentangan dengan dirinya sendiri dan dengan sejarah leluhurnya yang melawan kolonisasi.
“Saya harus setia pada diri sendiri dan leluhur saya yang melawan kolonisasi serta berjuang demi kebebasan yang saya nikmati saat ini di Irlandia. BEBASKAN PALESTINA,” tutupnya.
3. Lukas Graham
Lukas Graham, grup asal Denmark yang dipimpin Lukas Forchhammer, juga memutuskan mundur dari sisa jadwal tur. Melalui akun Instagram @lukasgraham, mereka menyoroti pentingnya kebebasan untuk membicarakan perang, kematian warga sipil, serta anak-anak yang menjadi korban konflik, tanpa memandang tempat tinggal maupun bendera yang berada di atas mereka.“Saya tumbuh besar di Christiania, sebuah komunitas kecil di Denmark tempat mengungkapkan pendapat secara terbuka merupakan bagian dari keseharian. Memiliki lebih banyak uang tidak membuat pendapat seseorang lebih berharga dibandingkan pendapat orang lain,” tulis Lukas.
Meski demikian, Lukas Graham menegaskan bahwa keputusan tersebut tidak mengubah hubungan personal mereka dengan Ed Sheeran.
“Namun, saya tidak bisa menyuarakan hal ini ke publik lalu tetap melanjutkan tur dalam situasi seperti sekarang. Kami memutuskan untuk mundur dari jadwal pertunjukan yang tersisa,” jelasnya.
4. Beoga
Band tradisional asal Irlandia, Beoga, juga menyatakan meninggalkan posisinya sebagai band Ed Sheeran dalam sisa rangkaian Loop Tour di Amerika Serikat.“Kami telah memutuskan untuk mundur sebagai band pengiring Ed Sheeran dalam sisa tur Loop di AS, menyusul pembungkaman terhadap Macklemore oleh lobi Zionis,” tulis mereka di akun Instagram @beogamusic.
Beoga menjelaskan bahwa mereka sebelumnya tidak pernah membayangkan dapat tampil di stadion-stadion sebesar itu dan mengakui kesempatan tersebut merupakan pencapaian besar bagi mereka.
Mereka juga menegaskan telah bersahabat dengan Ed Sheeran selama lebih dari 10 tahun dan hubungan tersebut akan tetap berlanjut. Namun, menurut Beoga, kesempatan tampil di stadion tidak sebanding dengan pembungkaman terhadap gerakan Free Palestine.
“Sebagai musisi, tampil di hadapan penonton sebanyak itu setiap malam adalah impian, namun tampil di tempat yang membungkam siapa pun yang menyuarakan Palestina Merdeka sama sekali bukan pilihan bagi kami,” tegas mereka.
Dalam unggahan yang sama, Beoga mengatakan mereka hadir ketika Macklemore tampil dan menyampaikan pidatonya di MetLife Stadium pada 4 September 2026. Mereka menyatakan mendukung pesan yang disampaikan Macklemore dan mengklaim bahwa sebagian besar penonton di stadion juga memberikan dukungan terhadap pesan tersebut.
“Sebagai anggota pendiri gerakan *Irish Artists For Palestine*, kami adalah aktivis yang berkomitmen memperjuangkan keadilan dan akan terus demikian,” janji mereka.
Ed Sheeran Sebut Keluarnya Macklemore Bukan Kehendaknya
Dalam sebuah unggahan di akun Instagram @teddysphotos, Ed Sheeran menjelaskan tentang apa yang terjadi dengan Macklemore.
Ed menyebut bahwa setelah penampilan Macklemore di New Jersey, sejumlah venue untuk jadwal konser berikutnya menyampaikan bahwa mereka akan membatalkan pertunjukan jika Macklemore tetap menjadi penampil pendukung.
Ed mengatakan dirinya diberi tahu bahwa keberatan tersebut berkaitan dengan cara Macklemore menyampaikan sebagian pesannya ketika tampil, bukan seluruh isi pernyataannya.
Selama sekitar satu pekan, Ed mengaku berusaha berbicara dengan pihak venue, termasuk Robert Kraft, serta berdiskusi langsung dengan promotor dan aktivis dari kedua pihak untuk mencari solusi. Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan venue dan promotor.
“Keputusan Macklemore untuk mengakhiri tur adalah keputusan promotor, bukan keputusan saya. Kontrak Macklemore untuk tur adalah dengan promotor, bukan dengan saya,” tegas Ed.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id

































