tirto.id - Raper asal Amerika Serikat Macklemore dikeluarkan dari sisa rangkaian “Loop Tour” Ed Sheeran di Amerika Serikat setelah menyerukan “Free Palestine” di atas panggung. Bagaimana kronologi lengkapnya?
Keputusan promotor mendepak Macklemore tersebut diambil setelah sejumlah venue yang akan menjadi lokasi konser menyatakan keberatan jika Macklemore tetap tampil sebagai penampil pembuka.
Promotor Messina Touring Group kemudian mengonfirmasi bahwa Macklemore tidak akan tampil dalam sisa jadwal tur demi menghindari pembatalan konser.
"Sebagai promotor konser untuk 'Loop Tour' Ed Sheeran di AS, kami telah diberi tahu oleh pihak pengelola lokasi konser terkait jadwal tur mendatang bahwa mereka tidak mengizinkan konser berlangsung jika Macklemore termasuk dalam daftar penampil; hal ini akan berujung pada pembatalan tur dan berdampak pada ratusan ribu penggemar. Setelah berdiskusi dengan para pemangku kepentingan, diputuskan bahwa Macklemore tidak akan tampil dalam sisa jadwal pertunjukan pendukung." ujar Messina Touring Group, dikutip The Guardian, Senin (14/9/2026).
Macklemore sebelumnya dijadwalkan membuka delapan dari 10 pertunjukan terakhir tur Ed Sheeran di Amerika Serikat, yang akan kembali digelar di Philadelphia pada 19 September 2026.
Kronologi Macklemore Didepak dari Konser Ed Sheeran
Kontroversi yang berujung pada dikeluarkannya Macklemore dari sisa tur Ed Sheeran bermula saat ia tampil sebagai pembuka dalam rangkaian “Loop Tour” di MetLife Stadium, New Jersey, pada 4 September 2026.
Di sela-sela penampilannya, Macklemore menyampaikan pidato sekitar dua menit yang secara terbuka menyuarakan dukungannya terhadap Palestina dan bahkan mengajak penonton meneriakkan “Free Palestine”.
"Salah satu alasan utama saya ingin menjalani tur ini sejak awal adalah agar saya bisa berdiri di stadion seperti ini dan mengucapkan dua kata yang sangat bermakna bagi saya: 'Free Palestine’," ujarnya Macklemore kala itu.
"Saya berkata: ''Free Palestine!’ Saya ingin kata-kata itu terdengar lantang dan jelas, agar orang-orang, mulai dari Gaza hingga Tepi Barat yang diduduki, tahu bahwa kita tidak melupakan mereka." lanjutnya.
Dalam penampilan tersebut, Macklemore juga menyebut US Immigration and Customs Enforcement (ICE) sebagai organisasi teroris. Ia juga menampilkan potret kehancuran di Gaza akibat agresi militer Israel ketika membawakan lagu “Hind’s Hall”.
Macklemore sendiri selama bertahun-tahun dikenal sebagai musisi yang vokal menyuarakan dukungan terhadap hak-hak Palestina, sehingga pernyataannya di panggung MetLife bukanlah sikap yang baru ia tunjukkan.
Pernyataan tersebut kemudian memicu reaksi dari sejumlah kelompok pro-Israel. StopAntisemitism menuduh Macklemore menggunakan konser untuk menyebarkan propaganda anti-Israel dan mengkritik tindakannya yang dianggap membuat penonton terpapar pesan politik.
Israeli American Council (IAC) juga mengajukan petisi yang mendesak agar Macklemore dikeluarkan dari tur Ed Sheeran.
Kontroversi berlanjut ketika penyanyi Pink ikut mengamplifikasi kritik terhadap Macklemore, meski kemudian menjelaskan bahwa dirinya tidak mempermasalahkan seruan “Free Palestine”.
“Sebagai seorang ibu Yahudi, 'hal itu membuat saya takut, dan membuat orang-orang yang saya cintai takut,' tanpa dibilang bahwa ketakutan kami hanyalah propaganda, dan tanpa dituduh seolah-olah saya setuju dengan genosida hanya karena saya menyadarinya?" ungkap Pink.
Pada penampilan keduanya di MetLife Stadium pada 5 September, Macklemore kembali menyatakan dukungannya kepada Palestina sekaligus menegaskan bahwa kritik terhadap Israel, apartheid, maupun genosida tidak ditujukan kepada masyarakat Yahudi.
“Pesan saya adalah tentang perdamaian dan kasih sayang; agar seluruh umat manusia diperlakukan dengan bermartabat, penuh rasa hormat, dan setara." tuturnya.
Persoalan kemudian berkembang menjadi keputusan bisnis yang berdampak langsung terhadap keberlanjutan tur. Messina Touring Group, promotor tur Loop di Amerika Serikat, mengatakan sejumlah venue yang akan menjadi lokasi konser berikutnya menyatakan tidak akan mengizinkan pertunjukan apabila Macklemore masih tercantum dalam daftar penampil.
Promotor menyebut kondisi tersebut berpotensi membuat konser batal dan berdampak kepada ratusan ribu penggemar, sehingga setelah berdiskusi dengan berbagai pihak, Macklemore akhirnya tidak akan tampil dalam sisa jadwal sebagai penampil pembuka.
Salah satu venue yang disebut menolak kehadirannya adalah Gillette Stadium di Foxborough, Massachusetts, milik Robert Kraft, pemilik klub NFL New England Patriots.
Macklemore kemudian mengatakan keputusan tersebut merupakan hasil dari percakapan sulit selama sekitar satu pekan dengan Ed Sheeran, sahabatnya selama 13 tahun. Menurut Macklemore, Sheeran berada dalam posisi sulit karena mendapat tekanan dari pemilik sejumlah stadion, yang disebut dikoordinasikan Kraft, agar tidak membawanya kembali tampil di venue mereka.
Dalam pernyataannya, Kraft mengatakan stadion tersebut memiliki komitmen untuk menjadi tempat yang ramah bagi seluruh pengunjung dan tidak memberikan panggung bagi ujaran kebencian.
"Berdasarkan tindakan Macklemore baru-baru ini, materi yang ia sampaikan di atas panggung saat konser Ed Sheeran di New Jersey, serta rekam jejak retorika dan citra antisemit yang menurut kami sangat menyinggung dan menyakitkan bagi komunitas Yahudi, kami memutuskan bahwa partisipasinya dalam konser tanggal 25 dan 26 September di Gillette Stadium akan melampaui batas tersebut." urai Kraft dikutip Arab News, Selasa(15/9/2026).
Kraft menegaskan keputusan tersebut bukan berarti mengabaikan penderitaan warga Palestina. Ia mengatakan penderitaan dan kehilangan warga Palestina tidak dapat disangkal, tetapi menurutnya advokasi untuk Palestina tidak seharusnya dilakukan dengan mengorbankan komunitas Yahudi atau mengaburkan tanggung jawab Hamas.
Kraft juga menyatakan terbuka untuk bertemu langsung dengan Macklemore guna membahas persoalan tersebut.
Setelah Macklemore dikeluarkan, penampil pembuka lainnya, Lukas Graham dan Aaron Rowe, tetap dijadwalkan tampil dalam sisa tur, yang akan berlanjut di Philadelphia pada 19 September dan berakhir di Tampa, Florida, pada November 2026.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id


































