Menuju konten utama

Warga Cilandak Andalkan Air Mushala & Galon akibat Kekeringan

Kondisi kekeringan membuat warga harus mencari cara alternatif untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

Warga Cilandak Andalkan Air Mushala & Galon akibat Kekeringan
Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyalurkan air bersih di RT 10/RW 02, Kelurahan Cilandak Barat, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan, sebagai upaya mengatasi kekeringan, Rabu (16/9/2026). ANTARA/Luthfia Miranda Putri.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Sejumlah warga di RT 10/RW 02, Kelurahan Cilandak Barat, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan, mengandalkan air mushala dan galon untuk kebutuhan sehari-hari akibat kekeringan yang berlangsung selama satu bulan terakhir.

"Selama sebulan kemarin, saya ambil air dari mushala. Saya bolak balik buat ambil air, buat keperluan sehari-hari," kata warga bernama Sri kepada wartawan di Jakarta, dikutip Antara, Rabu (16/9/2026).

Sri mengatakan kondisi kekeringan membuat warga harus mencari cara alternatif untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari, mulai dari mengambil air dari mushala hingga membeli air galon isi ulang.

Dia menyebutkan kekeringan di lingkungan tempat tinggalnya sudah berlangsung selama sekitar satu bulan.

Oleh sebab itu, dia harus bolak-balik dari rumah menuju mushala sambil membawa sejumlah ember dan galon untuk menampung air.

"Ini sudah sebulanlah kira-kira kekeringannya. Alhamdulillah, sekarang ada bantuan dari pemerintah, membantu banget," ucap Sri.

Senada, kesulitan air bersih juga dirasakan warga lainnya, Nia. Dia mengaku harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli air galon isi ulang setiap hari.

Nia mengakui dalam sehari, dia bisa membeli 5 hingga 7 galon air isi ulang untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga selama kekeringan.

"Selama kekeringan, saya beli galon isi ulang terus. Setiap hari tuh beli lima sampai tujuh galonlah. Lumayan kan, satu galon Rp7 ribu. Pengeluaran tak terduga kan jadinya," ungkap Nia.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengimbau masyarakat yang kesulitan air bersih dapat melapor melalui layanan Jakarta Siaga 112 agar segera ditindaklanjuti dan mendapatkan bantuan air bersih.

Baca juga artikel terkait KEKERINGAN

tirto.id - Flash News
Sumber: Antara
Editor: Fadrik Aziz Firdausi