Menuju konten utama

Saudi akan Periksa Kesehatan Acak Jemaah Haji, Bisa Dipulangkan

Menhaj mengatakan, jemaah bisa dipulangkan oleh pemerintah Saudi jika diketahui kesehatannya kurang memadai untuk menjalankan ibadah haji.

Saudi akan Periksa Kesehatan Acak Jemaah Haji, Bisa Dipulangkan
Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochammad Irfan Yusuf di acara Training of Trainers (TOT) Fasilitator Diklat Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Pusat dan PPIH Embarkasi di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Senin (5/1/2026). (FOTO/Dok. Kemenhaj)

tirto.id - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Mochamad Irfan Yusuf, menyampaikan bahwa pihak Arab Saudi akan melakukan pemeriksaan kesehatan secara acak terhadap jemaah haji Indonesia setibanya di bandara.

Pria yang disapa Gus Irfan ini mengatakan, hal ini dilakukan sebagai respons atas evaluasi pemerintah Saudi terhadap tingginya angka kematian jemaah haji asal Indonesia pada musim haji sebelumnya.

“Salah satu yang disampaikan oleh Kementerian Haji Saudi adalah bahwa pihak Saudi akan melakukan pemeriksaan secara acak di bandara kedatangan jemaah kita,” kata Gus Irfan dalam acara media briefing outlook penyelenggaraan haji di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Gus Irfan menyebut apabila dalam pemeriksaan jemaah haji Indonesia memiliki kesehatan yang kurang memadai, nantinya jemaah akan dipulangkan. Oleh karena itu, seleksi kesehatan jemaah haji akan diperketat sejak di dalam negeri.

“Dan saya tidak ingin ini terjadi seperti ini. Daripada sampai di Saudi dipulangkan lebih baik jangan berangkat,” katanya.

Menhaj mengungkapkan, dalam beberapa pertemuan dengan Menteri Haji Arab Saudi, isu kesehatan jemaah Indonesia selalu menjadi sorotan. Gus Irfan mengaku, pemerintah Saudi sempat menyampaikan bahwa jemaah haji Indonesia menyumbang separuh dari kematian seluruh jemaah haji dunia.

“Itu lah salah satu alasan kenapa tahun ini istitha'ah kesehatan kita jauh lebih diperketat dan alhamdulillah saya mendapat laporan dari tim Puskes Haji tidak ada lagi tekanan-tekanan dari pihak lain untuk meloloskan jemaah, yang ini terjadi pada beberapa periode yang lalu,” tuturnya.

Menurut Gus Irfan, pengetatan ini bukan berarti standar kesehatan sebelumnya buruk. Namun, kata Gus Irfan, sejumlah ketentuan tidak bisa diterapkan secara optimal pada pelaksanaan haji tahun lalu.

“Kita sudah punya standar kesehatan cuma saja tahun kemarin itu, mungkin ada beberapa hal yang membuat tidak bisa diterapkan secara sepenuhnya sehingga banyak yang jemaah yang tidak layak akan jadi lolos,” kata dia.

Baca juga artikel terkait HAJI atau tulisan lainnya dari Rahma Dwi Safitri

tirto.id - Flash News
Reporter: Rahma Dwi Safitri
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Andrian Pratama Taher