Menuju konten utama

Listrik Kalimantan Padam, Bahlil Buka Suara & Bawa Pesan Prabowo

Sebut pemadaman listrik Kalimantan hanya pemeliharaan, Bahlil bawa arahan tegas Presiden Prabowo terkait aturan harga BBM subsidi terbaru.

Listrik Kalimantan Padam, Bahlil Buka Suara & Bawa Pesan Prabowo
Lampu yang menyala di Istana Garuda, Ibu Kota Nusantara, Kalimantan Timur, Rabu (14/8/2024). ANTARA/Putu Indah Savitri/am.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memberikan penjelasan terkait kondisi kelistrikan di Kalimantan yang masih mengalami pemadaman di beberapa titik. Bahlil memastikan kendala tersebut murni terjadi karena proses pemeliharaan, bukan akibat defisit pasokan energi.

"Di beberapa wilayah, khususnya di Kalimantan, masih ada pemadaman di beberapa titik. Bapak Presiden memerintahkan kepada saya untuk segera melakukan langkah-langkah terukur dengan PLN agar bisa menyelesaikan dengan baik," ujar Bahlil usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (4/8/2026).

Bahlil merinci bahwa berdasarkan laporan PLN, pemadaman yang terjadi tidak berkaitan dengan ketersediaan energi.

"Menurut informasi dari PLN, itu terkait dengan pemeliharaan. Bukan persoalan energinya, energinya tidak ada masalah," tegas Bahlil.

Gangguan Infrastruktur dan Target Perbaikan Jaringan PLN

Selain kendala pemeliharaan, Bahlil mengungkapkan adanya gangguan teknis pada infrastruktur pendukung lainnya. Meski demikian, ia menegaskan bahwa pemerintah bersama PLN telah memetakan masalah tersebut dan menargetkan penyelesaian dalam waktu dekat.

"Ada beberapa, konon cerita dari PLN, bahwa terkait dengan jaringan induk juga. Tapi kami akan selesaikan dalam waktu dekat," imbuhnya.

Selain isu kelistrikan, dalam rapat terbatas tersebut Bahlil juga melaporkan dinamika harga minyak dunia kepada Presiden.

Menanggapi kondisi harga minyak yang fluktuatif dengan kecenderungan tinggi, Prabowo memberikan arahan tegas mengenai kebijakan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Prabowo memerintahkan agar harga BBM subsidi tetap stabil dan tidak mengalami kenaikan.

Di sisi lain, pemerintah akan melakukan penyesuaian untuk BBM jenis nonsubsidi jika harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) di pasar global mengalami penurunan.

"Arahan Bapak Presiden agar menjaga harga BBM subsidi untuk tidak boleh dinaikkan. Tetapi kalau memang harga ICP dunia turun, kita yang nonsubsidinya juga dipertimbangkan untuk disesuaikan dengan harga pasar. Kalau turun ya turun, jangan dinaikkan," jelas Bahlil.

Baca juga artikel terkait LISTRIK MATI atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Siti Fatimah