Menuju konten utama

Mengapa Kalsel dan Kalteng Mati Lampu Bergilir? Ini Kata PLN

PLN mengungkap penyebab mati lampu bergilir di Kalsel dan Kalteng akibat gangguan pembangkit listrik yang berdampak pada aktivitas warga.

Mengapa Kalsel dan Kalteng Mati Lampu Bergilir? Ini Kata PLN
Ribuan ayam yang mati akibat dari pemadaman listrik di Desa Aluan Sumur, Kecamatan Batu Benawa, Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, Jumat (24/7/2026). (ANTARA/HO-Warga)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Sebagian wilayah Provinsi Kalimantan Selatan (Kelsel) dan Kalimantan Tengah (Kalteng) mengalami mati lampu bergilir sejak 23 Juli 2026 hingga hari ini, Selasa (28/7/2026).

Pemadaman listrik massal di Kalimantan ini berdampak pada kegiatan warga sehari-hari. Laporan terbaru mencatat kerugian pedagang ayam di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalsel.

Lebih dari 5.000 ekor ayam di Desa Aluan Sumur, Kecamatan Batu Benawa mati. Peristiwa kematian ribuan ayam tersebut terjadi pada hari Jumat (24/7/2026) karena kepanasan akibat pemadaman listrik yang berlangsung lebih dari lima jam.

"Seperti yang di video viral, lebih dari 5.000 ekor ayam pedaging mati di kandang close house milik Saipul Hadi akibat kepanasan karena listrik mati," kata Pambakal Aluan Sumur Nurul Adha di Barabai, Senin (27/7/2026), dikutip Antara News.

Warga juga mengeluhkan pemadaman listrik terjadi saat waktu Salat Jumat dan tidak sesuai jadwal yang dibagikan yang berlangsung hingga sekitar pukul 17.30 Wita.

Ia menyebut, kandang tersebut sebenarnya memiliki generator cadangan, akan tetapi saat listrik padam, generator mengalami kerusakan, sehingga tidak mampu menghidupkan seluruh kipas blower yang menjadi sistem ventilasi utama kandang.

"Generator yang ada macet, sehingga kipas blower tidak bisa menyala semuanya. Akibatnya ayam kepanasan dan mati," ujarnya.

Nurul menyebutkan, dari total sekitar 8.000 ekor ayam yang dipelihara, lebih dari 5.000 ekor dilaporkan mati akibat suhu di dalam kandang yang meningkat drastis selama pemadaman berlangsung.

Menurut Nurul, lamanya pemadaman menjadi penyebab utama besarnya kerugian yang dialami peternak, serta jadwal pemadaman yang disebut berubah dari pemberitahuan sebelumnya, sehingga peternak tidak memiliki cukup waktu untuk mengantisipasi kondisi tersebut.

"Akibat kejadian itu, Saipul Hadi diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp250 juta," jelasnya.

Nurul mengaku hingga kini belum ada tindak lanjut dari pihak PLN terkait kerugian yang dialami peternak tersebut.

"Kami berharap ada perhatian dan tanggung jawab dari pihak terkait karena kerugian yang dialami peternak sangat besar," katanya.

Sementara itu, Manager Unit Layanan Pelanggan PLN Barabai Kota Syarwani mengatakan pihaknya telah menerima informasi tersebut dan telah menghubungi pemilik kandang untuk berkomunikasi terkait kejadian itu.

Sampai saat ini, pihaknya masih melakukan terkait peristiwa tersebut sebelum menentukan tindak lanjut, serta berencana akan menemui pemilik kandang jika yang bersangkutan sudah balik dari luar kota ke Barabai.

Kata PLN Soal Pemadaman Listrik di Kalsel dan Kalteng

General Manager UID Kalselteng, Iwan Soelistijono menyatakan saat ini telah terjadi penurunan kemampuan pasok daya pada Sistem Interkoneksi Kalimantan yang disebabkan oleh gangguan generator PLTU Asam-Asam, serta kebocoran pipa boiler dan turbin pada dua unit pembangkit Independent Power Producer (IPP).

Kondisi tersebut berdampak pada terbatasnya pasokan listrik di sebagian wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

Untuk menjaga keamanan dan kestabilan sistem kelistrikan, PLN melakukan pengaturan beban secara terbatas dan terukur pada wilayah tertentu selama proses pemulihan berlangsung.

PLN menyatakan terus mempercepat upaya pemulihan dengan mengerahkan personel dan sumber daya terbaik agar unit pembangkit yang mengalami gangguan dapat segera kembali beroperasi. Perkembangan kondisi akan terus disampaikan secara berkala melalui kanal resmi PLN.

Selama masa pemulihan, PLN mengimbau pelanggan di Kalsel dan Kalteng untuk menggunakan listrik secara bijak, terutama pada pukul 18.00-21.00 WITA.

Antara lain dengan mematikan peralatan listrik yang tidak digunakan, mengatur penggunaan pendingin ruangan di atas 24°C, dan menggunakan peralatan listrik hemat energi.

"Dukungan pelanggan akan membantu menjaga kestabilan sistem hingga proses pemulihan selesai," kata Iwan dalam keterangannya di Banjarbaru, Senin (27/7/2026).

Pemkot Minta PLN Beri Informasi yang Jelas

Wali Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Erna Lisa Halaby merespons keluhan masyarakat terkait pemadaman listrik bergilir yang terjadi di Banjarbaru dengan meminta PT PLN (Persero) memberikan kepastian jadwal pemadaman dan mempercepat proses pemulihan sistem kelistrikan.

Lisa Halaby di Banjarbaru Senin, mengatakan pemerintah daerah memahami kendala teknis yang tengah dihadapi PLN akibat gangguan sistem interkoneksi kelistrikan di Kalselteng namun masyarakat tetap berhak memperoleh informasi yang jelas terkait jadwal pemadaman.

"Paling esensial saat ini kepastian informasi. Masyarakat butuh jadwal yang jelas agar bisa mengantisipasi dan mempersiapkan aktivitas harian mereka dengan baik," ujar Lisa usai berkomunikasi dengan Manager PLN UP3 Banjarmasin, Yanuar.

Lisa menegaskan, jika pemadaman bergilir tidak dapat dihindari, maka durasi pemadaman harus dapat ditekan seminimal mungkin agar tidak semakin membebani masyarakat dan dunia usaha.

Menurut dia, pemadaman yang berlangsung hingga lima sampai enam jam dalam sehari pada rentang pukul 07.00 hingga 23.00 Wita telah berdampak terhadap berbagai sektor, mulai dari aktivitas rumah tangga, pendidikan, pelayanan publik hingga operasional pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

"Kami terus mengawal perkembangan penanganan gangguan kelistrikan dan mendorong percepatan normalisasi pasokan listrik demi menjaga kenyamanan masyarakat serta kelancaran perekonomian daerah," ucapnya.

Dijelaskan, pemadaman bergilir yang terjadi sejak Kamis (23/7) merupakan dampak gangguan pada sistem interkoneksi kelistrikan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah sehingga terjadi pemadaman listrik pada dua provinsi bertetangga itu.

Dikatakan, gangguan tersebut menjadi krisis kelistrikan kedua dalam kurun waktu kurang dari satu bulan setelah awal Juli 2026 pasokan listrik juga sempat terganggu akibat kerusakan PLTUG Bangkanai di Kabupaten Barito Utara.

Baca juga artikel terkait PEMADAMAN LISTRIK atau tulisan lainnya dari Dipna Videlia Putsanra

tirto.id - Flash News
Penulis: Dipna Videlia Putsanra
Editor: Fahreza Rizky