Menuju konten utama

PLN Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik Bergilir di Pulau Jawa

Dua pembangkit milik Independent Power Producer (IPP) mengalami gangguan teknis sehingga keluar dari sistem kelistrikan Jawa.

PLN Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik Bergilir di Pulau Jawa
Darmawan Prasodjo di Kantor PLN, Rabu (20/12/2023). tirto.id/Faesal Mubarok
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - PT PLN (Persero) mengungkap penyebab terjadinya pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah Pulau Jawa dalam beberapa waktu terakhir. Gangguan tersebut dipicu oleh kendala teknis pada dua pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) besar yang dioperasikan oleh mitra PLN.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengatakan dua pembangkit milik Independent Power Producer (IPP) mengalami gangguan teknis sehingga keluar dari sistem kelistrikan Jawa.

“Kami menghadapi tantangan, ada kendala teknis di dua pembangkit besar di Pulau Jawa yang dimiliki dan dioperasikan oleh mitra kami,” ujar Darmawan seperti dikutip dari Antara, Sabtu (20/6/2026).

Menurut Darmawan, gangguan pada dua PLTU tersebut berdampak pada pasokan listrik di sistem kelistrikan Jawa dan memaksa PLN melakukan langkah pengaturan beban di sejumlah wilayah.

Saat ini, PLN bersama mitra pembangkit telah mengerahkan tim untuk mempercepat proses perbaikan agar kedua pembangkit dapat segera kembali beroperasi.

Dengan pulihnya kedua PLTU tersebut, pasokan listrik diharapkan kembali normal dan mampu memenuhi kebutuhan sistem kelistrikan di Pulau Jawa.

“Sekali lagi, kami mohon maaf sebesar-besarnya atas adanya gangguan yang mengakibatkan pemadaman bergilir di Pulau Jawa,” ucapnya.

Darmawan juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan seluruh pihak yang telah membantu PLN dalam proses pemulihan sistem kelistrikan.

Pemadaman listrik bergilir terjadi di sejumlah wilayah sejak awal Juni 2026. Berdasarkan pantauan Antara, sejumlah daerah di Jawa Timur, khususnya Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik, mengalami gangguan pasokan listrik dengan waktu yang berbeda-beda.

Di beberapa wilayah, pemadaman terjadi secara tiba-tiba selama dua hingga lima jam dalam sehari. Bahkan, pada pekan lalu sejumlah ruas jalan protokol di Surabaya mengalami pemadaman hingga berjam-jam pada malam hari, sehingga dinilai membahayakan pengguna jalan.

Sementara itu, Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto, mengatakan PLN melakukan manajemen beban secara terbatas dan terukur untuk menjaga keandalan pasokan listrik kepada pelanggan.

“Manajemen beban ini bersifat sementara dan akan segera dihentikan secara bertahap seiring dengan membaiknya kondisi pasokan sistem,” kata Greg.

Baca juga artikel terkait PEMADAMAN LISTRIK

tirto.id - Flash News
Sumber: Antara
Editor: Anggun P Situmorang