Menuju konten utama

Sosok Nirmal Purja, Pendaki 14 Gunung Tertinggi Dunia Meninggal

Pendaki Nirmal Purja meninggal dunia setelah mengalami insiden tertimbun longsor salju. Ia sosok inspiratif yang menaklukkan 14 gunung tertinggi di dunia.

Sosok Nirmal Purja, Pendaki 14 Gunung Tertinggi Dunia Meninggal
Nirmal Purja MBE. instagram/nimsdai
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pendaki gunung legendaris asal Nepal, Nirmal "Nimsdai" Purja, meninggal dunia setelah tertimbun longsoran salju saat memimpin ekspedisi di Broad Peak, Pakistan. Purja dikenal luas sebagai pemegang rekor pendakian tercepat ke 14 gunung tertinggi di dunia atau 14 Peaks.

Kabar duka itu diumumkan perusahaan ekspedisinya, Elite Exped, melalui media sosial pada Sabtu (1/8/2026).

"Hari ini, dengan kesedihan yang mendalam dan hati yang hancur, kami mengonfirmasi bahwa Nirmal Purja secara tragis meninggal dunia setelah longsoran salju di Broad Peak," tulis Elite Exped dilansir dari Al-Jazeera.

Perusahaan tersebut juga memastikan sejumlah anggota ekspedisi lain yang turut tertimbun longsoran salju tidak selamat. Namun, identitas para korban belum diumumkan.

Purja, 43 tahun, memimpin tim yang beranggotakan 10 pendaki saat mendaki Broad Peak setinggi 8.051 meter di wilayah Gilgit-Baltistan, Pakistan utara, pada Kamis (30/7). Longsoran salju terjadi ketika rombongan berada di jalur pendakian yang menyebabkan seluruh anggota tim sempat dinyatakan hilang.

Sebelumnya, otoritas Pakistan menyatakan tim penyelamat menemukan empat jenazah pada Jumat (31/7) dan berhasil mengevakuasi tiga di antaranya. Proses pencarian dan evakuasi sempat terkendala cuaca buruk yang menghambat penerbangan helikopter penyelamat. Broad Peak merupakan gunung tertinggi ke-12 di dunia sekaligus salah satu jalur pendakian paling menantang secara teknis di Pegunungan Karakoram.

Profil Nirmal Purja

Nirmala Purja lahir di Distrik Myagdi, Nepal, dari keluarga Gurkha yang memiliki tradisi panjang dalam dunia militer. Mengikuti jejak ayah dan kakak-kakaknya, ia bergabung dengan pasukan Gurkha pada 2003 sebelum diterima sebagai anggota Pasukan Khusus Inggris (UK Special Forces) enam tahun kemudian.

Selama 16 tahun berdinas di militer Inggris, minatnya terhadap dunia pendakian berkembang. Pada 2012, ia mengunjungi Everest Base Camp dan memutuskan menekuni pendakian gunung secara profesional. Gunung pertama yang berhasil ia taklukkan adalah Lobuche East dengan ketinggian 6.119 meter.

Dikutip dari BBC, kiprah Purja di dunia pendakian membuatnya dianugerahi gelar kehormatan Member of the Order of the British Empire (MBE) oleh Ratu Elizabeth II pada 2018.

Setahun kemudian, ia menjalankan tantangan terbesar dalam kariernya melalui Project Possible, yakni mendaki seluruh 14 gunung dengan ketinggian di atas 8.000 meter dalam waktu sesingkat mungkin. Jika rekor sebelumnya membutuhkan hampir 8 tahun, Purja menuntaskan seluruh pendakian itu hanya dalam enam bulan enam hari pada 2019.

Pencapaian tersebut membuat namanya mendunia dan kemudian diangkat dalam film dokumenter Netflix 14 Peaks: Nothing Is Impossible. Kepada BBC saat film itu dirilis, Purja mengatakan dokumenter tersebut tidak semata-mata berkisah tentang mendaki gunung.

"Ini bukan tentang mendaki gunung, melainkan tentang mengejar tujuan hidup," ujarnya.

Rekor Purja akhirnya dipecahkan pendaki Norwegia Kristin Harila pada 2023, yang menyelesaikan pendakian ke-14 gunung tersebut dalam waktu tiga bulan satu hari.

Sebelum berangkat ke Pakistan, Purja sebenarnya hanya berencana mendaki Gasherbrum II. Namun, ia memutuskan menambah Broad Peak ke dalam ekspedisinya setelah melihat peluang mencetak sejarah baru.

Dalam unggahan terakhirnya di platform X pada Senin (27/7), Purja mengatakan keberhasilan mendaki Broad Peak akan membuatnya hanya membutuhkan satu gunung lagi untuk menjadi orang pertama yang berhasil menaklukkan seluruh 14 gunung di atas 8.000 meter sebanyak dua kali tanpa bantuan oksigen.

"Ini bukan sesuatu yang direncanakan. Namun kesempatan tidak pernah berteriak; ia berbisik kepada mereka yang terus bekerja dalam diam," tulis Purja.

Ucapan Duka untuk Nirmal Purja

Perdana Menteri Nepal Balendra Shah menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Purja dan para pendaki lainnya. Ia menyebut tragedi tersebut sebagai peristiwa yang mengejutkan.

"Perjalanan fisik seluruh pendaki yang meninggal dunia memang telah berakhir, tetapi sejarah tentang keberanian, dedikasi, dan kontribusi mereka akan selalu menjadi inspirasi," tulis Shah melalui media sosial.

Ucapan duka juga datang dari Menteri Pertahanan Inggris Wes Streeting. Menurutnya, Purja merupakan sosok yang menginspirasi, baik selama bertugas di Angkatan Bersenjata Inggris maupun melalui kiprahnya di dunia pendakian.

"Ia adalah sosok yang menginspirasi yang telah bertugas di Angkatan Bersenjata kami selama bertahun-tahun, dan petualangan pendakian gunungnya yang luar biasa dikenal di seluruh dunia," tulis Streeting di X.

Baca juga artikel terkait PROFIL TOKOH atau tulisan lainnya dari Alfitra Akbar

tirto.id - Flash News
Reporter: Alfitra Akbar
Penulis: Alfitra Akbar
Editor: Ilham Choirul Anwar