Menuju konten utama

Pesawat Wisata Jatuh di Peru, 13 Orang Tewas

Otoritas merinci 11 penumpang dan dua awak pesawat tewas dalam kejadian tersebut sementara penyebab kecelakaan hingga kini masih diselidiki.

Pesawat Wisata Jatuh di Peru, 13 Orang Tewas
Ilustrasi kecelakaan pesawat. Getty Images/iStockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Sebanyak 13 orang tewas setelah sebuah pesawat wisata kecil jatuh di wilayah selatan Peru, Sabtu (1/8/2026) waktu setempat. Seluruh korban merupakan 11 penumpang dan dua awak pesawat yang tengah melakukan penerbangan wisata untuk melihat Garis Nazca, salah satu situs arkeologi paling terkenal di dunia.

"Kami memiliki informasi bahwa 11 penumpang dan dua awak pesawat meninggal dunia," kata Mayor Polisi Jorge Andrade kepada wartawan di lokasi kejadian.

Dikutip dari Reuters, pesawat nahas tersebut merupakan Cessna Caravan C-208 milik maskapai lokal Aerodiana. Pesawat lepas landas dari Bandara Pisco sekitar pukul 12.10 waktu setempat dengan tujuan melintasi kawasan Garis Nazca.

Sekitar pukul 13.00 waktu setempat, awak pesawat melaporkan kondisi darurat kepada menara pengawas Bandara Nazca. Setelah itu, komunikasi radio dengan pesawat terputus.

Kementerian Transportasi Peru menyatakan pesawat kemudian jatuh dan terbakar. Kebakaran yang melanda bangkai pesawat membuat upaya penyelamatan tidak dapat dilakukan. Petugas pemadam kebakaran dan kepolisian dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api serta melakukan penanganan awal.

Rekaman yang beredar di media sosial memperlihatkan puing-puing pesawat mengeluarkan asap di kawasan gurun yang tandus. Namun, Reuters belum dapat memverifikasi keaslian rekaman tersebut secara independen.

Berdasarkan data Kementerian Transportasi Peru, yang dikutip dari Al Jazeera, korban tewas terdiri atas tujuh warga negara Italia berusia 18 hingga 54 tahun, dua warga negara Spanyol berusia 52 tahun, dan dua warga negara Jerman berusia 77 serta 78 tahun. Dua korban lainnya adalah pilot Americo Salazar dan kopilot Irenka Guanilo del Carpio.

Penyebab kecelakaan hingga kini masih diselidiki. Aerodiana menyatakan akan mengevaluasi jadwal penerbangan sesuai arahan otoritas penerbangan Peru.

Presiden Peru, Keiko Fujimori, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para korban. Ia mengatakan pemerintah juga tengah mempertimbangkan penangguhan sementara operasional bandara terkait sambil menunggu hasil penyelidikan dari kementerian terkait.

Pesawat tersebut mengangkut wisatawan yang hendak melihat Garis Nazca dari udara. Situs yang berada di kawasan gurun pesisir selatan Peru itu terkenal dengan geoglif berukuran raksasa yang diukir di permukaan tanah dan telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.

UNESCO menyebut Garis Nazca sebagai salah satu misteri terbesar dalam dunia arkeologi karena jumlah, bentuk, ukuran, dan kelestariannya. Geoglif tersebut menggambarkan berbagai bentuk makhluk hidup, tumbuhan, figur imajiner, hingga pola-pola geometris yang membentang sepanjang beberapa kilometer. Para arkeolog meyakini geoglif itu memiliki fungsi ritual sekaligus astronomi.

Garis Nazca menjadi salah satu destinasi wisata utama Peru dan menarik sekitar 100 ribu pengunjung setiap tahun. Wisatawan umumnya menikmati situs tersebut melalui penerbangan menggunakan pesawat kecil yang lepas landas dari Bandara Maria Reiche di dekat kawasan tersebut.

Sehari sebelum kecelakaan, penerbangan wisata di atas Garis Nazca sempat dihentikan akibat angin kencang dengan kecepatan lebih dari 40 kilometer per jam yang menyebabkan debu beterbangan dan mengurangi jarak pandang. Hingga kini, otoritas belum menyatakan apakah kondisi cuaca tersebut berkaitan dengan penyebab kecelakaan.

Baca juga artikel terkait KECELAKAAN PESAWAT atau tulisan lainnya dari Alfitra Akbar

tirto.id - Flash News
Reporter: Alfitra Akbar
Penulis: Alfitra Akbar
Editor: Andrian Pratama Taher