Menuju konten utama

Kebakaran Hutan di Sulsel dan Jateng Akibat Musim Kemarau

Kebakaran hutan dan lahan terjadi di sejumlah daerah. Masyarakat diimbau untuk menghindari munculnya titik api dengan tidak melakukan pembakaran terbuka.

Kebakaran Hutan di Sulsel dan Jateng Akibat Musim Kemarau
Petugas gabungan berupaya memadamkan api pada kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Desa Taddakong, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang, Provinsi Sulawesi Selatan, Sabtu (1/8). Sumber foto: BPBD Kabupaten Pinrang
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai terjadi di sejumlah daerah seiring berlangsungnya musim kemarau.

Dalam laporan tertulis situasi bencana periode Sabtu (1/8/2026) hingga Minggu (2/8/2026) yang diterima Tirto, BNPB menyebut karhutla dan kekeringan masih mendominasi kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia.

Salah satu karhutla terjadi di Desa Taddakong, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (1/8) sekitar pukul 19.00 WITA. Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pinrang, kebakaran diduga dipicu kondisi vegetasi yang mengering akibat cuaca panas sehingga memunculkan titik api di kawasan perbukitan berbatu.

BNPB menyebut kebakaran telah menghanguskan sekitar lima hektare lahan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Untuk mengendalikan api, BPBD Pinrang bersama Dinas Pemadam Kebakaran, TNI, Polri, dan masyarakat melakukan pemadaman serta menerapkan metode fire breaking atau pembuatan sekat bakar guna mencegah api meluas ke area lain.

kebakaran Karhutla di Sulawesi Selatan

Petugas gabungan berupaya memadamkan api pada kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Desa Taddakong, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang, Provinsi Sulawesi Selatan, Sabtu (1/8). Sumber foto: BPBD Kabupaten Pinrang

Karhutla juga dilaporkan terjadi di Desa Gemantar, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Hingga kini, penyebab kebakaran masih diselidiki. Menurut BNPB, kebakaran di Wonogiri berdampak pada sekitar empat hektare lahan. Tidak ada korban jiwa, dan api telah berhasil dipadamkan setelah BPBD setempat melakukan asesmen cepat serta penanganan di lokasi.

Selain karhutla, BNPB mencatat dampak musim kemarau juga mulai dirasakan masyarakat di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Berkurangnya curah hujan menyebabkan sejumlah sumber air bersih mengering sehingga warga kesulitan memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

Hingga Sabtu (1/8) malam, BPBD Kabupaten Banyumas telah menyalurkan 27 ribu liter air bersih atau setara lima tangki ke sejumlah wilayah terdampak, termasuk permukiman warga dan pondok pesantren di Kecamatan Cilongok serta Ajibarang.

BNPB mengimbau pemerintah daerah meningkatkan pemantauan wilayah rawan karhutla selama musim kemarau, sekaligus memastikan distribusi air bersih bagi daerah yang mengalami kekeringan.

Lembaga tersebut juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran terbuka maupun aktivitas lain yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan. Warga diminta segera melapor kepada BPBD atau instansi terkait apabila menemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

“Masyarakat juga diharapkan tidak melakukan pembakaran terbuka maupun aktivitas lain yang dapat memicu munculnya titik api serta segera melaporkan kepada BPBD atau instansi terkait apabila menemukan indikasi kebakaran agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan efektif,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, melalui keterangan yang diterima Tirto, Minggu (2/8/2026).

Baca juga artikel terkait KEBAKARAN HUTAN atau tulisan lainnya dari Alfitra Akbar

tirto.id - Flash News
Reporter: Alfitra Akbar
Penulis: Alfitra Akbar
Editor: Ilham Choirul Anwar