Menuju konten utama

Menhaj: Pelunasan Haji Reguler dan Khusus Sudah di Atas 90%

Tingkat pelunasan jemaah haji reguler mencapai 95,72 persen, sementara jemaah haji khusus sebesar 96,5 persen.

Menhaj: Pelunasan Haji Reguler dan Khusus Sudah di Atas 90%
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Mochamad Irfan Yusuf dalam acara media briefing outlook penyelenggaraan haji di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis (8/1/2026). tirot.id/Rahma

tirto.id - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mencatat pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) 2026 telah melampaui 90 persen. Berdasarkan data sementara, tingkat pelunasan jemaah haji reguler mencapai 95,72 persen, sementara jemaah haji khusus sebesar 96,5 persen.

“Pelunasan haji reguler dan khusus sampai penutupan sore tadi pelunasannya 95,72 persen untuk jamaah reguler dan untuk jamaah khusus 96,5 persen,” ujar Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Mochamad Irfan Yusuf, dalam acara media briefing outlook penyelenggaraan haji di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Irfan menyampaikan, proses pelunasan masih akan dibuka dalam dua hari ke depan. Pemerintah optimistis seluruh kuota jemaah dapat terisi dan pelunasan mencapai 100 persen sesuai target.

“Masih ada waktu dua hari untuk pelunasan dan insyaallah kita akan bisa mencapai 100 persen dua hari mendatang,” katanya.

Selain itu, Irfan menambahkan, persiapan penyelenggaraan haji 2026 juga hampir rampung. Saat ini, Kemenhaj memastikan seluruh layanan bagi jemaah haji dapat berjalan optimal.

“Kita sudah memastikan sebagian besar akomodasi, konsumsi, dan transportasi di Saudi, walaupun belum 100 persen. Transportasi sudah 100 persen, konsumsi 100 persen, akomodasi Madinah sudah 93 persen, akomodasi di Makkah belum terlalu signifikan tapi insyaallah dalam satu minggu ini kita pastikan akan bisa segera selesai,” tuturnya.

Ia mengakui adanya sejumlah kendala dalam proses persiapan, termasuk permintaan dari berbagai pihak terkait layanan haji. Namun, Menhaj menegaskan pihaknya tetap menjaga integritas.

“Memang dalam proses pelaksanaan, penetapan, penyiapan akomodasi, konsumsi, dan transportasi ini memang banyak hal yang menjadi kendala tapi terutama banyak hal terutama terkait dengan banyaknya pihak-pihak yang ingin memasukkan rekanan pesanan mereka untuk bisa kita pakai,” katanya.

Terkait penerbangan, Irfan menyebut telah menetapkan dua maskapai yang akan digunakan, yakni Saudia dan Garuda.

Baca juga artikel terkait HAJI atau tulisan lainnya dari Rahma Dwi Safitri

tirto.id - Flash News
Reporter: Rahma Dwi Safitri
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Hendra Friana