tirto.id - CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Rosan P. Roeslani, mengatakan pembangunan Kampung Haji yang berada di Mekkah, Arab Saudi, akan dimulai pada kuartal IV 2026. Rencana pembangunan ini diungkapkan menyusul telah dimenangkannya tanah untuk Kampung Haji di sana.
"Pembangunan nanti rencana di kuartal IV 2026," ujar Rosan singkat, usai menghadiri retreat di kediaman Presiden Prabowo Subianto, di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026) malam.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menjelaskan dengan kemenangan ini, Indonesia diberi keistimewaan oleh Arab Saudi untuk memilih salah satu lahan di antara beberapa lokasi yang cukup strategis. Presiden Prabowo kemudian memutuskan memilih lahan di lot 3, satu lokasi yang berjarak kurang lebih 500 meter dari Masjidil Haram.
"Kalau saya tidak salah yang nomor 3. Nanti kami akan bangun Kampung Hajinya itu. (Ada hotel, mall, hingga rumah sakit) Iya, kita berharap juga ada klinik di situ, kemudian kita berharap juga ada food court gitu," jelas dia.
Dengan beragam fasilitas ini, pemerintah berharap para jemaah haji, khususnya dari Indonesia bisa memiliki tempat yang lebih representatif, nyaman dengan makanan dan fasilitas kesehatan yang terjamin. Berbagai fasilitas itupun tidak terbatas hanya dapat digunakan oleh para jemaah haji, namun juga oleh orang-orang yang datang untuk melakukan umrah.
Pada akhirnya, keberadaan Kampung Haji diharapkan dapat meningkatkan keinginan masyarakat untuk menjalankan ibadah haji dan umrah.
"Sehingga, kami berharap jemaah haji kita bisa memiliki tempat yang representatif, tempat yang nyaman, mungkin secara apa namanya makanan juga terjamin, secara kesehatan juga terjamin, dan bisa dimanfaatkan juga selain untuk haji tetapi untuk kepentingan umrah yang jumlah jemaah umrah kita hampir mencapai 1,8 juta dalam satu tahun. Ini sebuah potensi yang cukup besar," jelas Prasetyo.
Sementara itu, pengumuman pemenangan penawaran (bidding) tanah di Mekkah sebelumnya dilaporkan langsung oleh Rosan kepada Prabowo dalam retret siang kemarin.
Menurut Pras, sapaan Prasetyo, Indonesia dapat memenangkan bidang tanah di Mekkah karena kemampuan Presiden Prabowo Subianto dalam bernegosiasi dengan pemerintah Arab Saudi.
Tidak hanya itu, dengan kemenangan ini pula menunjukkan bahwa untuk pertama kalinya pemerintah Arab Saudi bersedia untuk mengubah aturan agar sebuah negara dapat memiliki aset di Mekkah.
“Yang ini (keberhasilan memenangkan bidding) atas diplomasi yang luar biasa dari Bapak Presiden. Sehingga, untuk pertama kalinya pemerintah Arab Saudi mengubah aturan untuk sebuah negara, bila bisa memiliki aset di Arab Saudi. Saya kira itu menjadi salah satu kado bagi bangsa Indonesia dan bagi umat Islam khususnya,” lanjutnya.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id































