Menuju konten utama

Janjikan Insentif, Purbaya Ajak Toyota Pindah Pabrik ke RI

Permintaan itu disampaikan Purbaya saat menghadiri pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS).

Janjikan Insentif, Purbaya Ajak Toyota Pindah Pabrik ke RI
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan situasi keuangan negara pada konferensi pers APBN KiTa edisi Juli 2026 di Jakarta, Selasa (21/7/2026). Kementerian Keuangan melaporkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga semester I 2026 mengalami defisit sebesar Rp196,5 triliun atau setara 0,76 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), namun masih dalam kondisi terkendali. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/wsj.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, meminta produsen otomotif Toyota untuk memindahkan basis produksi dari Thailand ke Indonesia. Permintaan itu disampaikannya saat menghadiri pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS), di ICE BSD, Tangerang, Banten, Selasa (4/8/2026).

“Kita akan dukung Toyota juga, tapi bawa manufakturasi utama dari Thailand ke Indonesia,” ujar dia.

Sebagai gantinya, bendahara negara itu berjanji untuk memberikan insentif kepada jenama otomotif asal Jepang itu. “I'll give you every incentive that you want,” kata Purbaya.

Purbaya lantas mempertanyakan alasan Toyota membangun pabrik utamanya di Thailand, alih-alih Indonesia yang merupakan negara terbesar di Asia. Barangkali alasannya adalah karena di masa lalu pemerintah tidak membanjiri Toyota dengan banyak insentif.

Jika tidak, mungkin dulu iklim investasi Indonesia tidak sebaik Thailand.

“Kami akan memperbaikinya dengan serius kali ini. Dan kami akan memberikan insentif yang cukup bagi Anda untuk memindahkan fasilitas produksi Anda dari Thailand ke Indonesia,” imbuhnya.

Purbaya juga memastikan Indonesia memiliki banyak tenaga kerja di industri otomotif. Selain itu, perkembangan industri otomotif nasional pun cukup pesat,

“Sekitar 1,5 juta warga Indonesia bekerja di industri otomotif, 2,6 juta kendaraan per tahun dihasilkan dari kapasitas produksi yang ter-install,” paparnya.

Selain Toyota, Purbaya juga mengajak pabrikan-pabrikan bahan baku asal Jepang dan berbagai negara lainnya untuk datang ke Indonesia. Dia mengakui sampai saat ini banyak bahan baku industri otomotif seperti baja, elektronik, hingga bahan kimia masih dipenuhi dari impor.

Karenanya, jika pabrikan dari sektor-sektor usaha tersebut bisa masuk ke Indonesia, ia berjanji akan memberikan insentif kepada mereka.

“Sebagian yang disebut-sebut tadi, baja, elektronik, bahan kimia, masih banyak diimpor. Jadi, kalau Anda bisa bawa industri-industri supporting Anda ke sini, saya akan kasih insentif yang cukup atau lebih,” tegas Purbaya.

Baca juga artikel terkait MENTERI KEUANGAN PURBAYA YUDHI atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama