Menuju konten utama

Kemenhaj: Kampung Haji Indonesia Belum Bisa Digunakan pada 2026

Gus Irfan berharap Kampung Haji ke depan bisa menampung seluruh jemaah haji asal Indonesia. Simak selengkapnya.

Kemenhaj: Kampung Haji Indonesia Belum Bisa Digunakan pada 2026
Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan dalam pertemuan resmi dengan dua Syarikah dilansir dalam keterangannya, Kamis (16/10/2025). tirto.id/Rahma

tirto.id - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan, memastikan Kampung Haji Indonesia di Mekkah, Arab Saudi, belum bisa digunakan untuk menampung jemaah pada pelaksanaan haji 2026.

“Belum bisa,” kata Gus Irfan kepada wartawan di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (23/12/2025).

Gus Irfan menyerahkan sepenuhnya perkembangan pembangunan Kampung Haji kepada Danantara. Menurutnya, CEO Danantara, Rosan Roeslani, lebih berwenang menyampaikan hal tersebut.

“Kalau Kampung Haji itu domain-nya Pak Rosan di Danantara. Kami hanya sebagai pengguna. Jadi berbagai macam teknis keuangan itu menjadi domain beliau,” kata Gus Irfan.

Lebih lanjut, Gus Irfan berharap Kampung Haji ke depan bisa menampung seluruh jemaah haji asal Indonesia. Ia berharap, apabila Kampung Haji dapat digunakan secara efektif, hal itu dapat mengurangi biaya haji.

“Tentu kalau Kampung Haji sudah bisa digunakan sepenuhnya, pasti akan mengurangi biaya haji. Ya, saya kira itu. Terima kasih,” kata Gus Irfan.

Sebelumnya diberitakan, pemerintah Indonesia membeli hotel dan tanah seluas lima hektare di Mekkah, Arab Saudi, untuk mendirikan Kampung Haji. Hal itu disampaikan Menteri Investasi dan Investasi sekaligus CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, usai menemui Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (17/12/2025).

“Alhamdulillah, kami sudah melakukan conditional sales and purchase agreement atau pembelian bersyarat. Kami sudah membeli satu hotel di sana, di daerah Taher,” kata Rosan di Istana, Rabu.

Menurut Rosan, hotel tersebut memiliki 1.460 kamar dengan tiga menara. Selain itu, Pemerintah Indonesia juga menjajaki pembelian tanah seluas lima hektare yang berjarak sekitar 2,5 kilometer dari Masjidil Haram, Mekkah.

Rosan mengatakan, lahan seluas lima hektare tersebut rencananya akan dibangun 13 menara dan satu mal untuk memfasilitasi jemaah haji maupun jemaah umrah asal Indonesia.

“Dari 1.460 kamar yang sudah kami beli dan sudah jadi itu, yang terdiri dari tiga menara, kapasitasnya bisa menampung 4.383 jemaah haji Indonesia,” ucapnya.

“Dengan pembangunan 13 menara tersebut, total kamar nantinya bisa menjadi 6.025 kamar,” sambung Rosan.

Baca juga artikel terkait HAJI 2026 atau tulisan lainnya dari Nabila Ramadhanty

tirto.id - Flash News
Reporter: Nabila Ramadhanty
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Anggun P Situmorang