Menuju konten utama

RI Beli Hotel & Tanah 5 Hektare di Mekkah untuk Kampung Haji

Hotel dan tanah lima hektare yang dibeli pemerintah Indonesia hanya berjarak sekira 2,5 kilometer dari Masjidil Haram.

RI Beli Hotel & Tanah 5 Hektare di Mekkah untuk Kampung Haji
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani (tengah) bersama Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu (kiri) dan Sekretaris Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Rudy Salahuddin (kanan) menyampaikan paparan pada rapat kerja dengan Komisi XII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/12/2025). Rapat tersebut membahas realisasi investasi pada tahun 2025, skema dan jenis perizinan berinvestasi di Indonesia dengan negara lain di Asia serta dukungan investasi hilirisasi produk unggulan daerah. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wpa.

tirto.id - Pemerintah Indonesia membeli hotel dan tanah seluas lima hektare di Mekkah, Arab Saudi, untuk mendirikan Kampung Haji. Hal ini disampaikan Menteri Investasi dan Investasi cum CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, usai menemui Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (17/12/2025).

"Alhamdulillah sudah melakukan conditional sales and purchase agreement, pembelian bersyarat. Kami sudah membeli satu hotel di sana, di daerah Taher," kata Rosan di Istana, Rabu.

Katanya, hotel tersebut memiliki 1.460 kamar dengan tiga menara. Selain itu, Pemerintah Indonesia juga menjajaki pembelian lima hektare tanah yang berjarak 2,5 kilometer dari Masjidil Haram, Mekkah.

Rosan mengatakan rencananya lahan seluas lima hektare itu akan dijadikan bangunan dengan 13 menara dan satu mal untuk memfasilitasi jemaah haji maupun jemaah umrah dari Indonesia.

"Nah, dari 1.460 kamar yang kita sudah beli dan sudah jadi itu, terdiri dari tiga tower, dan itu bisa mengangkut, membawa, kapasitas jemaah haji 4.383 jemaah haji Indonesia," ucapnya.

"Dengan kita membangun 13 tower itu, total kamarnya bisa menjadi 6.025 kamar," sambung dia.

Rosan menambahkan, kini tengah didirikan jembatan yang menghubungkan Kampung Haji dan Masjidil Haram. Pembangunan jembatan itu ditargetkan rampung pada 2026.

"Nama jembatan itu adalah jembatan Al-Hujun tunnel. Jaraknya 2,5 kilometer," tutur dia.

Rosan menegaskan pembangunan Kampung Haji di Arab Saudi akan memprioritaskan jemaah haji dan umrah asal Indonesia, namun terbuka untuk digunakan oleh warga negara asing (WNA).

Menurutnya, Kampung Haji pada prinsipnya tidak bersifat eksklusif untuk satu negara saja. Namun, skema pengelolaannya akan mengutamakan kebutuhan WNI.

"Bukan hanya jemaah Indonesia yang berada di situ. Kita terbuka, tapi tentunya kita prioritaskan untuk jemaah dari Indonesia," kata Rosan.

Rosan menjelaskan saat ini penggunaan kawasan tersebut difokuskan untuk jemaah Indonesia. Namun ke depan, apabila kapasitas masih tersedia dan kebutuhan jemaah nasional terpenuhi, maka fasilitas Kampung Haji dapat dimanfaatkan oleh jemaah haji dari negara lain.

Kebijakan ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk memberikan pengalaman dan layanan terbaik bagi jemaah Indonesia. Namun di saat yang sama, tidak menutup potensi kerja sama dan pemanfaatan optimal pada fasilitas yang tersedia.

"Karena kami juga ingin memberikan bukan hanya pengalaman, tapi juga penawaran yang terbaik," jelasnya.

Pengembangan Kampung Haji juga didukung oleh rencana pembangunan infrastruktur penunjang di sekitar lokasi, termasuk akses jalan dan elevator yang saat ini masih dalam perencanaan.

Rosan menilai, pembangunan Kampung Haji sejalan dengan masifnya proyek pengembangan yang tengah dilakukan pemerintah Arab Saudi.

Baca juga artikel terkait HAJI atau tulisan lainnya dari Bayu Septianto

tirto.id - Insider
Penulis: Bayu Septianto
Editor: Bayu Septianto