Menuju konten utama

Penggalangan Dana Pasar Modal Rp122 T, OJK Catat 15 Calon Emiten

Hingga Juli 2026, OJK mencatat total dana yang berhasil dihimpun melalui SCF telah mencapai Rp2,01 triliun secara agregat.

Penggalangan Dana Pasar Modal Rp122 T, OJK Catat 15 Calon Emiten
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (7/4/2026). tirto.id/Nanda
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Penghimpunan dana melalui pasar modal dinilai tetap bergairah di tengah pemulihan kinerja bursa saham di sepanjang Juli 2026. Hal tersebut tercermin dari nilai penggalangan dana (fundraising) korporasi yang telah mencapai Rp122 triliun sejak awal tahun.

“Penghimpunan dana oleh korporasi domestik di pasar modal domestik juga terpantau tetap kuat hingga akhir Juli 2026 secara year to date nilai fundraising mencapai angka Rp121,96 triliun,” ujar Kepala Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (PMDK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hasan Fawzi, dalam konferensi pers secara daring, Selasa (4/8/2026).

Selain itu, terdapat 15 perusahaan yang sudah masuk dalam rencana penawaran umum di pipeline Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga Juli 2026.

Menurut Fawzi, keberadaan 15 perusahaan yang masih mengantre untuk melakukan IPO tersebut menunjukkan bahwa pasar modal masih menjadi salah satu sumber pendanaan yang diminati korporasi di tengah ketidakpastian global. Selain itu, alternatif pendanaan lewat security crowdfunding (SCF) juga terus berkembang.

Hingga Juli 2026, OJK mencatat total dana yang berhasil dihimpun melalui SCF telah mencapai Rp2,01 triliun secara agregat.

“Di pasar keuangan derivatif, volume transaksi secara akumulatif selama periode Januari sampai Juli 2026 year to date mencapai 297,853 lot,” imbuhnya.

Sementara itu, menurut Hasan kuatnya aktivitas penghimpunan dana tidak terlepas dari membaiknya kondisi pasar modal domestik selama Juli. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 6.236,13 pada akhir Juli atau menguat 10,51 persen dibandingkan bulan sebelumnya, ditopang oleh sentimen positif dari dalam maupun luar negeri.

“Tekanan jual oleh investor asing di pasar saham juga tercatat mereda sepanjang bulan Juli 2026 terlihat di mana tercatat adanya posisi net buy dari investor asing senilai Rp1,62 triliun. Adapun dari sisi resiliensi dan juga likuiditas pasar modal domestik terlihat tetap terjaga, di mana rata-rata bid-ask spread di pasar saham di Juli 2026 berada di level 1,33 persen,” papar Hasan.

Baca juga artikel terkait PASAR MODAL atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Andrian Pratama Taher