tirto.id - Emiten yang terafiliasi dengan pengusaha Boy Tohir, PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk (MGLV), mendapat pinjaman dengan plafon maksimal Rp10,75 triliun dari PT Bank Negara Indonesia (BNI) untuk pembangunan data center di Bekasi dan Batang.
Dalam pengembangan data center, MGLV menggandeng dua anak usahanya, yaitu PT Nextier Askara Center (NAC) dan PT Nextier GenAI Center (NGC).
Mengutip keterbukaan informasi BEI pada Kamis (24/09/2026), NAC mendapat pinjaman Rp4,125 triliun dan NGC maksimal Rp6,629 triliun.
Secara rinci, NGC akan membangun fasilitas data center berbasis artificial intelligence (AI) berkapasitas 60 MW di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB). Sementara itu, NAC akan mengembangkan kapasitas data center tambahan sebesar 36 MW di Jababeka, melengkapi fasilitas 6 MW yang saat ini sudah beroperasi secara komersial.
Keseluruhan grup perseroan menargetkan total kapasitas data center mencapai 102 MW dengan standar minimal Tier-III pada fase pengembangan pertamanya, sebuah lompatan besar untuk merespons tingginya lonjakan permintaan infrastruktur komputasi awan dan kecerdasan buatan di Indonesia.
Pinjaman NAC memiliki tenor maksimal 6 tahun serta dapat diperpanjang 2 kali masing-masing selama 1 tahun. Masa pinjaman NGC lebih panjang setahun, tetapi hanya diberikan satu kali opsi perpanjangan. Keduanya dikenai bunga Compounded INDONIA 90 hari + 1,9 persen.
Sebagai informasi, Boy Tohir memiliki 30 juta saham di MGLV. Dia membeli saham besar tersebut karena melihat prospek jangka panjang infrastruktur teknologi di Indonesia.
“Saya melihat prospek perusahaan menjanjikan di tengah pesatnya perkembangan infrastruktur teknologi masa depan,” ujar Boy Thohir dalam keterbukaan informasi BEI, Kamis (10/9/2026).
Boy juga menjelaskan langkah yang diambilnya dilakukan untuk memperkuat ketahanan pasar domestik, khususnya ketika banyak investor asing melakukan praktik jual-beli.
"Ini juga bentuk dukungan agar tercipta stabilitas di pasar modal terutama di pasar saham di tengah ketidakpastian global," terang Boy.
Penulis: Mukhtar Abdullah
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id






































