tirto.id - Gerhana Matahari total akan kembali menghiasi langit dunia pada Agustus 2026 dan menjadi salah satu fenomena astronomi paling dinantikan tahun ini. Peristiwa langka tersebut diperkirakan terjadi pada Rabu, 12 Agustus 2026 pukul 17.46 UTC atau Kamis, 13 Agustus 2026 pukul 00.46 WIB.
Gerhana matahari total adalah ketika bulan berada tepat di antara matahari dan bumi sehingga menutupi seluruh piringan matahari bagi wilayah yang berada di jalur totalitas.
Fenomena ini disebut sebagai menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu abad, daratan utama Spanyol kembali dilintasi gerhana matahari total.
Meski menarik perhatian masyarakat dunia, gerhana matahari total Agustus 2026 tidak dapat disaksikan dari Indonesia.
Jalur totalitas hanya melintasi sebagian Greenland, Islandia, Samudra Atlantik, hingga sebagian wilayah Spanyol, sedangkan sejumlah kawasan di Eropa, Afrika bagian utara, dan Amerika Utara hanya akan mengalami gerhana matahari sebagian.
Lantas, kapan tepatnya gerhana matahari total Agustus 2026 berlangsung dan wilayah mana saja yang dapat menyaksikan fenomena langit spektakuler tersebut?
Kapan Gerhana Matahari Total Agustus 2026 dan di Mana Saja?
Puncak gerhana matahari total diperkirakan terjadi pada Rabu, 12 Agustus 2026 pukul 17.46 UTC atau Kamis, 13 Agustus 2026 pukul 00.46 WIB.
Peristiwa ini menjadi sangat istimewa karena untuk pertama kalinya dalam lebih dari 100 tahun, daratan utama Spanyol kembali dilintasi jalur gerhana matahari total seperti dilaporkan The Independent, Selasa(4/8/2026).
Wilayah yang berada tepat di jalur totalitas gerhana matahari total akan mengalami kegelapan di siang hari layaknya senja, meskipun gerhana kali ini memang berlangsung menjelang matahari terbenam.
Selain Spanyol, jalur totalitas juga melintasi sebagian Greenland, Islandia, dan sebagian besar Samudra Atlantik.
Momen ini semakin istimewa karena pada hari yang sama para pengamat langit juga berkesempatan menyaksikan hujan meteor yang sedang mencapai puncaknya serta parade enam planet, sehingga menghadirkan pengalaman astronomi yang sangat langka.
Gerhana matahari total tersebut dimulai di dekat Kutub Utara sebelum bayangan inti Bulan (umbra) bergerak ke arah selatan menempuh lintasan sepanjang sekitar 8.260 kilometer dalam waktu sekitar satu setengah jam.
Sebagian besar jalurnya berada di atas Samudra Atlantik yang relatif sepi dari daratan. Durasi totalitas terlama mencapai sekitar dua menit 18 detik dan terjadi di lepas pantai barat Islandia. Setelah itu, bayangan bulan bergerak menuju sebagian kecil wilayah Portugal dan kemudian melintasi Spanyol.
Karena posisi matahari semakin rendah mendekati cakrawala, durasi totalitas di Spanyol berkurang menjadi sekitar satu menit sebelum akhirnya gerhana berakhir di kawasan Laut Mediterania.
Fenomena ini juga menjadi pembuka menuju gerhana matahari total yang lebih spektakuler pada tahun 2027, ketika jalur gerhana diperkirakan membentang dari Spanyol hingga Afrika Utara dan Timur Tengah dengan durasi totalitas mencapai sekitar enam setengah menit.
Sayangnya, fenomena gerhana tersebut tidak dapat disaksikan dari Indonesia karena posisi geografis Indonesia tidak mendukung saat kedua peristiwa berlangsung.
Ketika gerhana matahari total terjadi, Indonesia berada di sisi bumi yang sedang tidak menghadap matahari sehingga seluruh tahapan gerhana berada di bawah horizon dan tidak terlihat.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id


































