tirto.id - Jarak pandang yang rendah akibat asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra Selatan kembali mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB) Palembang. Kualitas udara di kota itu pun makin memburuk.
Humas Bandara SMB II Palembang, Nidia Besthonie, mengungkapkan tercatat 18 jadwal penerbangan yang mengalami gangguan dampak visibility di bawah 1.000 meter, Senin (5/10/2026). Kondisi ini terjadi sejak penerbangan pertama hingga menjelang siang hari.
"Diberitahukan bahwa sejumlah penerbangan di Bandara SMB II Palembang mengalami penundaan akibat kabut asap dengan jarak pandang di bawah batas minimal, hari ini ada 18 penerbangan terganggu," ungkap Nidia, Senin (5/10/2026).
Penerbangan itu terdiri dari 11 keberangkatan dan 7 kedatangan. Pada penerbangan keberangkatan, sejumlah rute yang terdampak yakni Palembang-Jakarta, Palembang-Batam, Palembang-Pangkalpinang, Palembang-Kualanamu, dan Palembang-Kuala Lumpur.
Nidia mengatakan kondisi jarak pandang menjadi pertimbangan dalam pengaturan jadwal penerbangan. Dia menyebut aktivitas penerbangan mulai normal menjelang tengah hari seiring jarak pandang berangsur membaik di kisaran 1.500 meter.
"Penundaan yang disebabkan oleh terbatasnya jarak pandang akibat kabut asap ini dilakukan guna menjaga keselamatan baik penumpang maupun kru pesawat. Saat ini operasional sudah berjalan kembali," kata Nidia.
Jarak pandang di Palembang berkurang seiring kabut asap yang makin pekat. Berdasarkan grafik riwayat konsentrasi partikulat (PM2.5) yang terpantau di Stasiun Talang Betutu Palembang, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) hari ini mengalami peningkatan dibanding kemarin.
PM2.5 tercatat berada di angka 353,5 mikrogram meter per kubik pada pukul 02.00 WIB dan puncaknya terjadi pada pukul 07.00 WIB dengan PM2.5 di angka 881 mikrogram meter per kubik.
Kondisi tersebut masuk kategori berbahaya. Kabut asap berkurang tetapi masih dalam level sangat tidak sehat mulai pukul 12.00 WIB dengan PM2.5 sebesar 239,3 mikrogram meter per kubik.
"Hari ini kabut sangat pekat, semakin berbahaya dari hari-hari sebelumnya," kata Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel Wandayantolis.
Menurut dia, memburuknya kualitas udara disebabkan masih banyaknya karhutla di Sumsel. Sementara daerah penghasil asap belum juga diguyur hujan.
"Lokasi yang menjadi titik karhutla terbanyak belum hujan, angin membawa asap ke Palembang dan terjadilah kabut asap di kota ini," kata Wandayantolis.
Berikut faftar penerbangan di Bandara SMB II Palembang terganggu akibat asap karhutla.
Keberangkatan:
1. IU 921 PLM CGK
2. QG 989 PLM BTH
3. IU 302 PLM PGK
4. JT 246 PLM BTH
5. IU 964 PLM KNO
6. GA 107 PLM CGK
7. QG 981 PLM CGK
8. QG 987 PLM CGK
9. AK 461 KUL CGK
10. IU 923 PLM CGK
11. QG 985 PLM CGK
Kedatangan:
1. IU 933 YIA PLM
2. GA 102 CGK PLM
3. QG 980 CGK PLM
4. QG 9962 CGK PLM
5. AK 462 KUL PLM
6. IU 924 CGK PLM
7. QG 984 CGK PLM
Masuk tirto.id

































