tirto.id - Gubernur Sumatra Selatan, Herman Deru, merespons kehadiran istrinya, Feby Deru, dalam gelaran Kriyanusa 2026 di Jakarta belum lama ini. Keikutsertaan Feby Deru dalam kegiatan itu menuai sorotan karena Sumsel tengah dikepung asap.
Potongan video Feby Deru mengikuti fashion show dalam acara di Jakarta Internasional Convention Center (JICC) pada 26-30 September 2026 menyebar di media sosial. Unggahan akun Threads @pembukaandokumen melontarkan kritik atas partisipasi Feby Deru di tengah karhutla yang melanda Sumsel.
"Ibu Gubernur Sumsel Yth, tidak adakah empati atas apa yang terjadi di Palembang. Yang saya lihat hanya wajah ibu terpampang di akun-akun MUA dan attire terkenal setiap minggunya. Apakah etis menggelar event bermegah-megahan di saat warga bersusah payah menghirup udara?" demikian tertulis dalam unggahan akun Threads @pembukaandokumen.
Postingan ini menuai pro dan kontra dari netizen. Beberapa warganet menilai gelaran itu bertujuan untuk promosi UMKM. Terlebih, Badan Riset dan Inovasi Daerah Sumsel ditetapkan sebagai ikon pameran oleh panitia.
Sebagai informasi, Kriyanusa 2026 merupakan ajang pameran kerajinan nusantara tingkat nasional yang digelar Dewan Kerajinan Nasional. Even ini bertujuan untuk mempromosikan produk-produk kriya dan UMKM dari berbagai daerah.
Di sisi lain, warganet menilai Feby Deru tidak pantas mengikuti fashion show di tengah bencana kabut asap yang terjadi di Sumsel. Mereka menilai istri Gubernur Sumsel tidak memiliki empati terhadap nasih warganya.
Menanggapi kritikan warganet, Herman Deru memilih tidak mempermasalahkannya. Menurutnya, Kriyanusa merupakan agenda nasional yang diperuntukkan bagi istri kepala daerah se-Indonesia dalam promosi produk daerah.
"Kriyanusa adalah agenda nasional yang diperuntukkan untuk pemkab dan pemkot yang ketuanya para istri kepala daerah dan diberikan space untuk menjelaskan dan memasarkan produk tradisional budaya daerah masing-masing," kata Herman, Senin (5/10/2026).
Herman mengakui banyak kritikan dan fitnah yang dilontarkan kepadanya di tengah bencana kabut asap akibat karhutla. Terbaru, dia dituduh asyik makan-makan di salah satu restoran di Lampung saat karhutla semakin menyebar di wilayahnya.
Tuduhan itu disampaikan netizen ke media sosial hingga viral. Dalam video, Herman bersama Bupati Ogan Komering Ilir, Muchendi Mahzareki, menikmati seruit.
Herman mengakui kebenaran video tersebut. Namun, dia menjelaskan bahwa keberadaannya di Lampung bukan untuk jalan-jalan, melainkan menjenguk kakak kandungnya yang sedang kritis.
"Betul saya makan seruit, apa bedanya seruit dengan pecel lele ya. Tapi, kenapa saya ke Lampung itu karena kakak saya kritis," kata Herman.
"Saya tidak marah (video viral) karena mereka melihat sepotong saja. Saya ke sana bukan holiday," tutup Herman.
Penulis: Irwanto
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id


































