tirto.id - Pasar saham Indonesia tak luput dari gejolak ketidakpastian global sepanjang September 2026. Meningkatnya tensi geopolitik serta arah suku bunga global yang tetap tinggi memicu aksi lepas portofolio oleh investor asing.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat investor asing membukukan penjualan bersih (net sell) di pasar saham domestik senilai Rp10,24 triliun selama bulan September 2026. Kondisi ini berbalik arah dibandingkan bulan Agustus 2026, di mana pasar saham sempat mencatatkan net buy asing sebesar Rp1,19 triliun.
Tekanan jual tersebut menyeret Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi sebesar 6,96 persen secara bulanan (month-to-month atau mtm) hingga ditutup di level 6.071,14 pada akhir September.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menjelaskan bahwa volatilitas tinggi merupakan respons pasar terhadap kondisi eksternal.
“Pasar saham domestik bergerak dinamis pada September 2026 seiring meningkatnya volatilitas pasar keuangan global, yang dipengaruhi oleh eskalasi tensi geopolitik dan kenaikan suku bunga global. IHSG ditutup berada level 6.071,14 per akhir September atau terkoreksi 6,96 persen secara mtm," jelas Hasan dalam konferensi pers Hasil RDKB OJK, Senin (5/10/2026).
Namun, ia menekankan likuiditas dan ketahanan pasar modal dalam negeri sejauh ini masih relatif terjaga.
"Di tengah dinamika tersebut, resiliensi, daya tahan, dan likuiditas pasar modal domestik terpantau tetap manageable. Rata-rata bid-ask spread pasar saham tetap terjaga di level 1,2 persen," tambahnya.
Lebih jauh, Hasan mengungkapkan bahwa jumlah investor di pasar modal Indonesia terus menunjukkan tren peningkatan. Pada September 2026, tercatat adanya penambahan investor tercatat sebanyak 1,03 juta.
Peningkatan ini menurutnya sering dengan inisiatif penguatan ekosistem digital. Dengan demikian jumlah investor pasar modal hingga September 2026 mencapai 32,17 juta atau tumbuh 57,96 dari awal tahun atau year-to-date (ytd).
“Jumlah investor di pasar modal terus melanjutkan trend peningkatan signifikan, sejalan dengan inisiatif penguatan ekosistem digital di industri pasar modal,” ucapnya.
Di sisi lain, penghimpunan dana oleh korporasi domestik di pasar modal domestik juga tetap terjaga dan kuat dengan nilai penawaran umum secara ytd telah mencapai angka Rp186,03 triliun.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id



































