tirto.id - Dudung Abdurrahman resmi menjabat sebagai Menteri Koordinator bidang Politik dan Keamanan (Menkopolkam) menggantikan Djamari A. Chaniago. Usai prosesi serah terima jabatan (sertijab), mantan KSAD tersebut langsung menyoroti sejumlah isu strategis nasional, mulai dari stabilitas keamanan di Papua hingga penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Saya juga sudah diserahterimakan dari Pak Djamari bahwa tugas-tugas yang sudah dilaksanakan ada hal-hal yang menonjol, terutama masalah karhutla, kebakaran hutan, termasuk tentang penanganan eksportir benur,” kata Dudung di Kantor Menkopolkam, Jakarta Pusat, Senin (5/10/2026).
Dudung mengakui, banyak yang dilakukan secara ilegal terkait dengan ekspor dan akan dikoordinasikan bersama kementerian terkait untuk penertibannya. Penyimpangan dan kegiatan ilegal pun, kata dia, dipastikan ditindak dengan tegas.
Dudung berjanji akan memastikan situasi di Papua terjaga keamanannya dengan pendekatan yang lebih humanis. Presiden pun disebutnya telah memerintahkan agar pendekatan kepada hati rakyat dan operasi teritorial tidak boleh mengedepankan kekerasan.
“Tetapi pendekatan-pendekatan kultural, pendekatan-pendekatan merebut hati rakyat, ini pembinaan teritorial ini yang menjadi prioritas yang nanti akan segera dilaksanakan,” tutur dia.
Disampaikan Dudung, dirinya juga menyadari bahwa situasi politik ke depannya tidak landai-landai saja. Apa yang terjadi di media sosial diakuinya memang membutuhkan penanganan lebih keras.
“Tentunya ke depan juga pasti situasi politik juga tidak landai-landai saja. Saat ini kita lihat di media sosial,” ungkap Dudung.
Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) itu mengatakan, koordinasi dan sinkronisasi untuk menjaga situasi politik dan keamanan tetap kondusif sangatlah penting. Kondusifitas politik dan keamanan pun harus dijaga agar tidak menghambat program prioritas Presiden Prabowo.
Diyakini Dudung, Kemenkopolkam di bawah kepemimpinannya akan meraih situs keamanan dan politik yang stabil. Meskipun, dia menyadari banyak tantangan yang akan dihadapi.
“Tentunya saya sebagai pejabat baru, mohon doa restu dengan tugas-tugas Kementerian Koordinator Politik dan Keamanan, tentunya banyak tugas-tugas yang pasti akan lebih menantang situasinya ke depan,” ujar dia.
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id
































