Menuju konten utama

Menkes soal Nakes Caci Pasien di Medsos: Saya Sedih dan Gagal

Budi Gunadi merasa gagal menjadi Menteri Kesehatan usai pasien berusia muda meninggal dunia karena sakit dan dicaci maki tenaga kesehatan di media sosial.

Menkes soal Nakes Caci Pasien di Medsos: Saya Sedih dan Gagal
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan paparan pada rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (29/8/2024). Rapat tersebut membahas penjelasan terkait perkembangan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2024 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Kesehatan, peningkatan kasus cuci darah pada anak, status pandemi dan kondisi terkini wabah Mpox serta pengawasan proses pendidikan kedokteran di Indonesia. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/rwa.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, merespons kasus meninggalnya seorang pasien BPJS Kesehatan yang diduga ditelantarkan dan mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari tenaga kesehatan (nakes) di media sosial.

Atas insiden tersebut, Budi mengaku sangat sedih dan secara terbuka merasa gagal memimpin sektor kesehatan, terlebih karena kejadian itu menimpa pasien yang masih berusia muda.

"Buat saya sebagai Menteri Kesehatan, tugas saya dari Bapak Presiden adalah menaikkan rata-rata angka harapan hidup masyarakat Indonesia. Jadi setiap ada yang meninggal itu hati saya sedih," kata Budi kepada wartawan, Rabu (5/8/2026).

Komentar nirempati di utas Threads milik mendiang Yurizal

Komentar nirempati di utas Threads milik mendiang Yurizal. Threads/Sunyidibaliksenyum

Budi menekankan bahwa kematian pasien maupun tenaga medis merupakan sebuah pukulan berat bagi dirinya. Ia merasa belum berhasil menjalankan mandat untuk menjaga kualitas dan harapan hidup masyarakat.

"Apalagi kalau meninggalnya muda. Saya merasa, waduh saya sebagai Menkes tuh gagal, kok teman-teman kita tuh ada yang meninggal muda," ungkapnya.

Menyikapi berbagai polemik kesehatan yang tengah terjadi, Budi tidak menampik bahwa masih terdapat banyak kekurangan dalam sistem pelayanan kesehatan di Indonesia saat ini.

Namun, Budi berjanji akan mengupayakan pelayanan yang lebih baik agar kualitas hidup masyarakat dapat meningkat.

"Jadi harusnya memang kami usahakan memberikan layanan terbaiklah agar mereka bisa usianya lanjut, bisa sampai 72 tahun. Kekurangan itu ada, itu yang harus kami perbaiki," jelas Budi.

Lebih lanjut, Budi merinci bahwa perbaikan tersebut harus dilakukan secara komprehensif di berbagai lini, mulai dari infrastruktur hingga sumber daya manusianya.

"Baik di fasilitas kesehatannya, di alat-alat kesehatannya, maupun di SDM kesehatannya," tambah Budi.

Budi juga meminta dukungan serta masukan dari berbagai pihak, termasuk masyarakat dan awak media, untuk bersama-sama mengawal perbaikan sistem kesehatan di Tanah Air.

"Tolong bantu juga teman-teman untuk terus memberikan masukan agar itu kita bisa tangani," pungkas Budi.

Baca juga artikel terkait TENAGA KESEHATAN atau tulisan lainnya dari Hanang Septioyudho

tirto.id - Flash News
Reporter: Hanang Septioyudho
Penulis: Hanang Septioyudho
Editor: Bayu Septianto