tirto.id - Seorang pelajar perempuan kelas 10 Sekolah Menengah Atas (SMA) tewas tertabrak kereta rel listrik (KRL) di area Stasiun Jurangmangu, Tangerang Selatan, pada Senin (10/8/2026) sore.
Insiden ini sempat membuat perjalanan kereta mengalami keterlambatan hingga 26 menit sebelum akhirnya kembali normal.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan kronologi kejadian bermula sekitar pukul 16.30 WIB. Saat itu, KA 1742D relasi Tanah Abang–Parung Panjang tengah melaju dan hendak memasuki jalur 2 Stasiun Jurangmangu.
"Petugas pengamanan yang sedang berdinas di peron melihat seorang penumpang berada di area jalur saat KA 1742D memasuki Stasiun Jurangmangu. Mengetahui kejadian tersebut, petugas segera menuju lokasi untuk melakukan penanganan dan pengamanan area," jelas Franoto melalui keterangan tertulis, Senin (10/8/2026).
Setelah peristiwa tabrakan terjadi, petugas stasiun langsung bergerak cepat mengamankan lokasi kejadian guna menjaga keselamatan pelanggan lain serta memperlancar proses evakuasi jasad korban.
Tepat pada pukul 17.08 WIB, jasad korban dievakuasi dari area jalur ke lokasi yang lebih aman, yakni di sekitar Pos Pengamanan Stasiun Jurangmangu. Korban kemudian dibawa menggunakan ambulans menuju RSUD Tangerang Selatan.
Akibat insiden tersebut, perjalanan KA 1742D mengalami keterlambatan (delay) sekitar 26 menit.
"KAI Daop 1 Jakarta menyampaikan duka cita yang mendalam atas kejadian tersebut," ujar Franoto.
Setelah proses penanganan selesai dilakukan, operasional perjalanan kereta api di Stasiun Jurangmangu kembali berlangsung normal.
Dikonfirmasi secara terpisah, Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Boy Jumalolo, membenarkan identitas korban yang merupakan seorang siswi SMA kelas 10.
Saat ini, kepolisian tengah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mencari tahu motif pasti di balik insiden ini, termasuk mendalami dugaan bunuh diri.
Meski demikian, Boy menegaskan bahwa pihaknya belum bisa menyimpulkan apakah insiden tersebut murni kecelakaan atau tindakan bunuh diri.
"Belum bisa diketahui dulu, ya, kami lagi mengecek. Nanti kalau sudah ada identifikasi, pengecekan, penyelidikan, [pemeriksaan] saksi-saksi dan sebagainya, baru kami bisa menyimpulkan apa ini," ujar Boy saat dikonfirmasi, Senin (10/8/2026).
Boy juga memastikan bahwa saat ini pihak keluarga korban telah berada di RSUD Tangerang Selatan untuk mendampingi proses identifikasi lebih lanjut.
"Jasad baru dibawa ke RSUD. Identifikasi, identitas, dan olah TKP segala macam sedang berjalan," ujar Boy.
Penulis: Hanang Septioyudho
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id

































