Menuju konten utama

PU Percepat Pemulihan 14 Bangunan Publik Terdampak Banjir Solok

Kementerian PU mempercepat pemulihan 14 bangunan pemerintah dan fasilitas publik di Solok yang terdampak banjir bandang.

PU Percepat Pemulihan 14 Bangunan Publik Terdampak Banjir Solok
Warga berdiri di depan rumhanya saat membersihkan lumpur pascabanjir bandang dan tanah longsor di Muaro Pingai, Kabupaten Solok, Minggu (7/12/2025). ANTARA FOTO/Wawan Kurniawan/mrh/nz
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pemulihan bangunan pemerintah dan fasilitas publik yang terdampak banjir bandang di Kabupaten Solok, Sumatra Barat. Percepatan dilakukan untuk memulihkan pelayanan pemerintahan sekaligus fasilitas yang digunakan masyarakat.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, penanganan pascabencana masih terus dilakukan, termasuk pembersihan sungai dan muara untuk memperlancar aliran air dan mengurangi risiko banjir susulan.

“Pekerjaan masih terus kita lanjutkan. Saat ini jajaran Kementerian PU melakukan pembersihan sungai dan muara untuk memperlancar aliran air serta mengurangi risiko terjadinya banjir susulan, dan memastikan pemenuhan layanan dasar,” tuturnya dalam keterangan yang diterima, Sabtu (26/9/2026).

Ia menyatakan Kementerian PU melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sumbar serta Direktorat Jenderal Cipta Karya memeriksa 14 massa bangunan pemerintah.

Belasan bangunan itu, yakni meliputi gedung DPRD, Inspektorat, sejumlah kantor dinas, laboratorium, hingga fasilitas pemerintahan lainnya.

Hasil pemeriksaan, sejumlah bangunan mengalami kerusakan arsitektur dan utilitas. Sementara, bangunan lain dinilai masih memerlukan pemeriksaan lanjutan setelah lumpur dibersihkan.

Selain bangunan pemerintah, Kementerian PU turut membersihkan Masjid Jami Ikhlas Ar-Rahman, Mushala Al Izzah, dan Puskesmas Kayu Jao. Pembersihan meliputi lumpur, halaman, drainase, area sekitar bangunan, serta evakuasi kendaraan yang terseret arus.

Penanganan menggunakan alat berat dan dilakukan secara manual pada bagian yang sulit dijangkau. Sementara itu, pada sektor air minum, Kementerian PU menyambungkan Jaringan Distribusi Utama (JDU), Jaringan Distribusi Bagi (JDB), dan pipa HDPE.

Kemudian, untuk memulihkan layanan ke RSUD Kabupaten Solok, Kantor Bupati/Posko Utama, serta sekitar 750 Sambungan Rumah (SR). Dukungan air bersih juga diberikan melalui tiga mobil tangki air (MTA).

Lalu, Satgas Tanggap Darurat BPJN Sumbar membersihkan material pada Ruas Jalan Nasional Batas Kota Solok-Lubuk Selasih, termasuk bahu jalan dan area bawah jembatan. Lalu lintas diberlakukan sistem buka-tutup selama pekerjaan berlangsung.

Sementara itu, BWS Sumatera V Padang menormalisasi Batang Baliang di kawasan Komplek Nuansa Griya Arosuka, Nagari Batang Barus, dengan membersihkan batu dan lumpur yang menutup alur sungai.

Di bagian hulu, Kementerian PU juga melakukan kajian dan desain cepat, termasuk kemungkinan pembangunan sabo dam sebagai pengendali sedimen.

Kementerian PU terus mengerahkan personel dan peralatan selama masa tanggap darurat untuk memulihkan bangunan pemerintah, fasilitas publik, layanan dasar, serta mengurangi risiko dampak lanjutan akibat galodo.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Kementerian PU untuk tidak hanya merespons kondisi darurat saat bencana terjadi, tetapi juga menyiapkan solusi infrastruktur yang lebih permanen dan adaptif terhadap risiko banjir.

Kementerian PU juga menyediakan layanan respons cepat melalui Kanal Pelaporan Bencana di Call Center 158 atau WhatsApp Center 0815 1000 0158.

Baca juga artikel terkait BANJIR SOLOK atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Dipna Videlia Putsanra