tirto.id - Seorang bayi laki-laki berusia 11 hari harus menjalani operasi akibat terkena sayatan pisau oleh ibu kandungnya sendiri berinisial N (30). Meski belum menerima laporan resmi, polisi tetap menyelidiki kasus ini.
Peristiwa itu terjadi di salah satu desa Kecamatan Pemulutan, Ogan Ilir, Sumatra Selatan, Jumat (25/9/2026) pukul 03.30 WIB. Ayah korban, HB (43), terbangun dan melihat istrinya memegang pisau dan menempelkannya ke leher bayinya.
Spontan H berusaha menyelamatkan korban dari maut dengan cara merebut pisau yang biasa digunakan untuk memotong kambing. Pelaku berontak dan melakukan perlawanan.
Saat itulah, leher korban tersayat pisau yang masih dipegang pelaku. Korban dilarikan ke rumah sakit terdekat dan akibat lukanya sangat parah, korban dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang untuk menjalani tindakan operasi.
Mendapat informasi, anggota Polsek Pemulutan dan Polres Ogan Ilir mendatangi lokasi dan melakukan olah TKP. Pelaku N juga turut diamankan didampingi keluarga untuk keperluan pemeriksaan.
Kasatres Perlindungan Perempuan dan Anak dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA PPO) Polres Ogan Ilir, Iptu Tri Nensy, mengungkapkan kondisi korban masih dilakukan pemantauan intensif oleh tim medis akibat luka yang dialaminya. Namun Nensy tidak dapat menggambarkan seberapa serius luka yang ditimbulkan.
"Terkena luka sayatan di leher, kemarin sudah dilakukan operasi dan sekarang dalam observasi. Mudah-mudahan korban bisa pulih secepatnya," ungkap Kasatres PPA PPO Polres Ogan Ilir Iptu Tri Nensy, Sabtu (26/9/2026).
Nensy mengatakan, pelaku N belum dapat dimintai keterangan karena kondisinya syok berat dan labil. Tim psikolog tengah melakukan pendampingan kepadanya agar kembali stabil dan dapat diperiksa.
"Pemeriksaan belum memungkinkan karena pelaku masih syok berat, dia sempat tak sadarkan diri setelah kejadian, perlu kita dampingi dulu," kata Nensy.
Berdasarkan informasi keluarga, pelaku mengalami perubahan perilaku sejak dua hari sebelum kejadian. Keluarga telah membawa pelaku berobat alternatif tetapi belum menunjukkan tanda-tanda kembali normal.
Dari kronologi dan keterangan yang diperoleh, polisi menduga perbuatan pelaku dalam keadaan berhalunisasi. Dia tidak menyadari tindakannya akan berdampak fatal bagi anaknya sendiri.
"Ya, pelaku dalam keadaan halunisasi karena perilakunya berubah tak wajar sejak dua hari sebelumnya," kata Nensy.
Nensy menyebut hingga saat ini pihak keluarga belum membuat laporan resmi karena masih fokus kesembuhan korban dan pengobatan terhadap pelaku. Meski demikian, polisi tetap menyelidiki kasus ini hingga tuntas untuk memberi kepastian hukum.
"Kita lihat hasilnya setelah pendalaman, tapi keluarga sudah kita arahkan buat laporan resmi," kata Nensy.
Penulis: Irwanto
Editor: Anggun P Situmorang
Masuk tirto.id































