Menuju konten utama

Apakah Minum Minuman Isotonik Efektif untuk Menjalani Puasa?

Minuman isotonik kerap jadi pilihan untuk mendukung stamina selama Ramadhan, tapi benarkah minuman elektrolit ini efektif untuk puasa? Simak penjelasannya.

Apakah Minum Minuman Isotonik Efektif untuk Menjalani Puasa?
Ilustrasi minuman isotonik. FOTO/iStock
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Minuman isotonik dipercaya dapat membantu menjaga stamina selama menjalani puasa. Pola makan dan minum memang berubah selama Ramadhan sehingga muncul kekhawatiran bahwa tubuh akan kekurangan cairan. Namun, apakah minuman isotonik memang efektif untuk puasa?

Minuman isotonik adalah minuman yang dirancang untuk merehidrasi tubuh. Minuman yang juga dikenal sebagai sport drink ini menggantikan elektrolit dan karbohidrat yang hilang, biasanya akibat aktivitas fisik intens, terutama di kondisi cuaca ekstrem.

Minuman ini memiliki konsentrasi zat terlarut yang mirip dengan cairan tubuh. Minuman ini umumnya mengandung karbohidrat sekitar 6-9% (berat/volume),serta sejumlah kecil mineral seperti natrium, kalium, hingga klorida.

Karena kandungan dan karakteristiknya tersebut, minuman isotonik kerap direkomendasikan bagi mereka yang sedang menjalankan puasa.

Minuman isotonik apa saja? Ada cukup banyak merek minuman isotonik yang beredar di pasaran, misalnya Pocari Sweat, Mizone Active, Coolant, hingga ISOPLUS.

Minuman ion ini dapat dijadikan pilihan untuk menjaga keseimbangan cairan, mencegah dehidrasi, serta mempertahankan performa selama beraktivitas.

Apakah Minum Minuman Isotonik Efektif untuk Menjalani Puasa?

Ilustrasi Minuman Isotonik

Ilustrasi minuman isotonik. FOTO/iStockphoto

Selama puasa, tubuh mengalami perubahan pola asupan cairan dan energi karena tidak ada konsumsi makanan maupun minuman selama belasan jam. Kondisi ini membuat sebagian orang merasa lebih cepat lemas, terutama jika tetap menjalani aktivitas padat atau terpapar cuaca panas.

Dalam situasi seperti ini, minuman isotonik sering menjadi solusi dan diminum saat sahur atau berbuka dengan harapan dapat membantu menjaga stamina dan mencegah dehidrasi.

Minuman isotonik mengandung karbohidrat sederhana dan elektrolit seperti natrium dan kalium yang membantu proses rehidrasi. Kandungan gula di dalamnya juga dapat memberikan tambahan energi cepat setelah berbuka puasa.

Jika dikonsumsi pada waktu yang tepat, misalnya saat berbuka untuk mengganti cairan yang hilang, minuman ini dapat membantu tubuh kembali ke kondisi hidrasi yang lebih stabil. Akan tetapi, efektivitasnya tetap bergantung pada kebutuhan tubuh masing-masing individu.

Dalam video Tropmed Talk Episode 23 yang ditayangkan kanal YouTube Tropmeducation, Dr. dr. Probosuseno, Sp.PD-KGer (K) menegaskan bahwa minuman isotonik bisa jadi pilihan tepat bagi orang-orang yang memang kekurangan cairan selama puasa.

“Itu (minuman isotonik) bagus, jadi bagus bagi mereka-mereka yang memang kurang minumnya,” ujar dr. Probosuseno.

“Pada waktu Ramadhan, si orang tersebut banyak aktivitas yang menyebabkan keluar keringat banyak, maka minuman tadi (isotonik) sangat tepat,” tambahnya. “Tapi kalau dia, keringat enggak keluar, kencing sedikit, tidak harus pakai itu (minuman isotonik), pakai (minuman) yang biasa saja cukup, jadi tergantung orang.”

Jadi, dapat disimpulkan bahwa untuk orang dengan aktivitas ringan dan tidak banyak berkeringat, air putih sebenarnya sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan cairan selama puasa.

Minuman isotonik seperti minuman Pocari Sweat cenderung lebih efektif dan bermanfaat bagi mereka yang berpuasa dan memiliki aktivitas padat, sering olahraga, bekerja di luar ruangan, atau berada di lingkungan panas yang meningkatkan risiko kehilangan cairan dan elektrolit.

Manfaat Minum Minuman Isotonik

Ilustrasi Minuman Isotonik

Ilustrasi minuman isotonik. FOTO/iStockphoto

Contoh minuman isotonik seperti Pocari Sweat dan ISOPLUS memang dikenal dengan berbagai manfaatnya, terutama dalam hal menjaga stamina, hidrasi, dan energi. Berikut ini adalah beberapa manfaat minuman isotonik yang bisa mendukung kesehatan tubuh:

1. Rehidrasi Tubuh dengan Cepat

Minuman isotonik memiliki komposisi cairan yang mirip dengan cairan tubuh sehingga mampu diserap lebih cepat oleh tubuh setelah diminum.

Minuman isotonik dapat menggantikan cairan tubuh yang hilang sekaligus mampu mencegah dehidrasi, terutama setelah berpuasa yang dibarengi dengan aktivitas berat atau paparan cuaca panas.

2. Menggantikan Elektrolit yang Hilang

Minuman isotonik juga bisa segera menggantikan elektrolit atau mineral yang hilang dari tubuh setelah beraktivitas seharian. Setelah aktivitas padat, tubuh bisa kehilangan sejumlah mineral penting melalui keringat.

Mineral seperti natrium dan kalium sangat dibutuhkan oleh tubuh. Minuman isotonik dapat membantu memulihkan keseimbangan elektrolit tersebut untuk menjaga fungsi otot, saraf, dan keseimbangan cairan tubuh agar tetap optimal.

Karena kemampuannya dalam menggantikan elektrolit dalam tubuh, minuman isotonik pun dapat membantu mencegah kram maupun cedera otot, serta penurunan performa fisik secara keseluruhan.

3. Memberikan Sumber Energi Cepat

Kandungan karbohidrat dalam minuman isotonik dapat menyediakan energi instan bagi tubuh. Minuman isotonik umumnya diperkaya dengan gula sederhana seperti glukosa, sukrosa, maupun fruktosa.

Kandungan ini berperan sebagai sumber energi yang cepat diserap tubuh sehingga dapat membantu menjaga performa dan daya tahan saat beraktivitas fisik. Dengan pasokan energi yang lebih stabil, rasa lelah pun bisa ditekan dan tubuh tetap terasa bertenaga.

Efek Samping Minum Minuman Isotonik

Ilustrasi Minuman Isotonik

Ilustrasi Minuman Isotonik. Getty Images/iStockphoto

Minuman isotonik memang memiliki manfaat penting bagi mereka yang memiliki aktivitas berat dan padat selama bulan Ramadhan. Secara umum, minuman ini memang aman dikonsumsi, tapi tetap bisa menimbulkan efek samping apabila dikonsumsi berlebihan atau diminum oleh mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.

1. Naiknya Kadar Gula Darah

Salah satu hal yang patut disadari adalah minuman isotonik ini mengandung gula. Dilansir dari laman American Diabetes Association, minuman isotonik umumnya mengandung elektrolit dan sekitar 6% karbohidrat (gula) yang dapat meningkatkan kadar glukosa darah.

Dalam video yang diunggah oleh kanal YouTube Hello Sehat, spesialis gizi klinik Mayapada Hospital Kuningan, dr. Kwan Francesca Gunawan, M.Gizi, Sp.GK, mengingatkan untuk tidak mengonsumsi minuman isotonik secara berlebihan di bulan puasa.

“Minuman isotonik kemasan juga mengandung kadar gula yang tinggi, bahkan bahan pengawet. Batasi konsumsi minuman ini, baik ketika sahur maupun berbuka,” ujarnya.

Lalu, bagaimana jika mengonsumsi minuman isotonik rendah gula atau sugarfree? Minuman seperti ini biasanya menggunakan pemanis buatan seperti sucralose atau aspartame.

Kandungan pemanis buatan ini memang tidak signifikan menaikkan glukosa darah, tapi konsumsi berlebihan tentunya juga tidak baik karena pasti ada dampak jangka panjangnya terhadap kesehatan tubuh.

2. Risiko Kerusakan Gigi

Minuman yang mengandung gula seperti minuman isotonik juga dapat meningkatkan risiko erosi enamel jika dikonsumsi berlebihan. Minuman isotonik umumnya juga bersifat asam, jika dikombinasikan dengan kadar gulanya yang tinggi, maka hal ini dapat menimbulkan kerusakan gigi.

Banyak studi yang meneliti kaitan antara minuman isotonik dengan gigi, salah satunya jurnal bertajuk Pengaruh Perendaman Minuman Isotonik Terhadap Kekerasan Permukaan Email Gigi.

Dengan menggunakan sampel gigi, penelitian ini bertujuan menjelaskan pengaruh perendaman dalam minuman isotonik terhadap kekerasan enamel gigi. Hasilnya, minuman isotonik dapat menurunkan kekerasan permukaan enamel gigi, yang mengindikasikan terjadinya demineralisasi.

3. Gangguan Saluran Pencernaan

Minuman isotonik juga berpotensi menimbulkan masalah pada saluran pencernaan. Hal ini diungkap dalam penelitian berjudul The Effect of Two Sports Drinks and Water on GI Complaints and Performance During an 18-km Run.

Hasil studi ini menyimpulkan bahwa konsumsi minuman olahraga berkaitan dengan keluhan gastrointestinal yang lebih tinggi dibandingkan air putih. Keluhan tersebut meliputi perut kembung (flatulensi) dan refluks.

4. Gangguan Jantung dan Kelelahan

Mengutip dari situs American Heart Association, Dr. Sara Rosenkranz mengungkapkan bahwa kelebihan mineral dari minuman isotonik juga bisa membahayakan kesehatan, mulai dari menyebabkan masalah ritme/irama jantung, kelelahan, menimbulkan mual, dan masih banyak lagi.

Bahayanya, gejala yang muncul akibat kelebihan minum isotonik ini mirip seperti seseorang yang kekurangan mineral atau elektrolit. Kondisi ini membuat seseorang berpikir bahwa ia membutuhkan minuman isotonik, padahal hal itu justru akan semakin memperparah gejalanya.

Aturan Minum Minuman Isotonik

Ilustrasi Minuman Isotonik

Ilustrasi minuman isotonik. FOTO/iStockphoto

Minuman isotonik dirancang untuk membantu tubuh mengganti cairan dan elektrolit yang hilang melalui keringat setelah beraktivitas berat seperti berolahraga.

Namun, tidak semua orang membutuhkan minuman isotonik ini dan tetap ada aturan yang harus diperhatikan jika mengonsumsinya. Secara umum, berikut tips meminum minuman isotonik:

1. Konsumsi Saat Punya Aktivitas Tinggi dan Intens

Minuman isotonik paling bermanfaat ketika aktivitas berlangsung lebih dari 60 menit atau dilakukan dengan intensitas tinggi, seperti olahraga berat. Dalam kondisi ini, tubuh kehilangan banyak cairan dan elektrolit sehingga air saja kadang tidak cukup.

Bagi mereka yang memiliki aktivitas normal dan tidak terlalu menguras keringat, termasuk mereka yang sedang berpuasa, minuman isotonik sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan.

2. Jangan Jadikan Minuman Harian

Mengingat risiko kesehatan yang dapat ditimbulkan, minuman isotonik tidak direkomendasikan untuk dikonsumsi rutin setiap hari. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, orang-orang yang memiliki aktivitas normal cukup mengonsumsi air putih untuk hidrasi tubuh.

Jika memiliki aktivitas berintensitas tinggi setiap hari, upayakan untuk memenuhi hidrasi dan kebutuhan mineral dari air serta bahan makanan alami seperti sayur dan buah.

Perlu diingat bahwa minuman isotonik bukan pengganti air putih, dan makanan alami selalu jauh lebih baik ketimbang minuman kemasan atau yang diproduksi pabrikan.

3. Perhatikan Kandungan Minuman Isotonik

Saat hendak membeli minuman isotonik, pilih produk dengan kadar gula rendah atau moderat (tidak terlalu tinggi) serta kandungan mineral yang sesuai. Terlalu banyak gula dapat meningkatkan risiko kesehatan, mulai dari peningkatan kadar gula darah hingga kerusakan gigi.

4. Sesuaikan dengan Kondisi Tubuh

Orang dengan kondisi medis tertentu seperti diabetes atau gangguan lambung perlu lebih berhati-hati. Jika muncul keluhan seperti kembung, mual, atau refluks setelah meminum minuman isotonik, sebaiknya hentikan konsumsi minuman tersebut.

Jika butuh asupan minuman ion atau elektrolit tambahan karena memiliki aktivitas berat selama puasa, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan.

Demikian penjelasan terkait minuman isotonik, efektivitasnya saat puasa, risiko kesehatan, serta tips konsumsinya. Minuman isotonik memang efektif sebagai pendukung hidrasi, terutama saat memiliki aktivitas berintensitas tinggi. Namun, gunakan secara bijak serta disesuaikan dengan kebutuhan tubuh agar manfaatnya maksimal tanpa menimbulkan efek samping yang membahayakan.

Tertarik dengan info menarik lain seputar dunia kesehatan? Temukan berbagai tips, rekomendasi produk pilihan, hingga berita terkini melalui kumpulan artikel Tirto di tautan ini:

Kumpulan Artikel Kesehatan

Baca juga artikel terkait KESEHATAN atau tulisan lainnya dari Erika Erilia

tirto.id - GWS
Kontributor: Erika Erilia
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani