tirto.id - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) masih menemukan kosmetik berbahaya yang beredar di pasaran, salah satunya lipstik yang mengandung timbal. Lalu, apa itu timbal dalam lipstik dan kenapa logam berat ini bisa ada dalam kosmetik?
BPOM telah menegaskan bahwa timbal termasuk bahan berbahaya yang dilarang digunakan dalam kosmetik. Alasannya karena timbal dapat menimbulkan bahaya kesehatan serta dapat merusak fungsi organ dan sistem tubuh.
Larangan penggunaan timbal dalam kosmetik juga telah diatur dalam Peraturan BPOM Nomor 25 Tahun 2025 tentang Persyaratan Teknis Bahan Kosmetik. Dalam aturan tersebut, timbal (lead) dan senyawanya tercantum dalam daftar bahan yang tidak diizinkan digunakan dalam kosmetik.
Meski sudah dilarang dan aturannya pun jelas, masih banyak lipstik yang terdeteksi mengandung timbal. Lantas, apakah timbal memang sengaja digunakan untuk pembuatan lipstik? Bagaimana dampaknya pada kesehatan? Simak penjelasannya di sini.
Apa Itu Timbal dan Kenapa Ada dalam Lipstik?

Timbal (Pb) adalah logam berat alami yang telah lama digunakan dalam berbagai industri, mulai dari pembuatan baterai timbal-asam, cat, amunisi, hingga perhiasan. Timbal sendiri tidak memiliki manfaat bagi tubuh manusia dan justru bersifat toksik.
Manusia dapat terpapar timbal dalam berbagai cara, baik melalui udara, air, tanah, maupun kontak langsung dengan produk sehari-hari yang mengandung timbal, salah satunya kosmetik seperti lipstik.
Meski keberadaan timbal dalam lipstik menimbulkan kekhawatiran, perlu diketahui bahwa pada banyak kasus, timbal bukan sengaja ditambahkan sebagai bahan pembuatan lipstik, tapi lebih bersifat kontaminan atau cemaran.
Dikutip dari situs Personal Care Products Council, timbal memang tidak pernah digunakan secara sengaja sebagai bahan maupun zat tambahan dalam lipstik.
Akan tetapi, karena logam ini secara alami terdapat di lingkungan, seperti di udara, air, dan tanah, timbal bisa ikut terbawa dalam jumlah sangat kecil pada bahan baku kosmetik. Akibatnya, kosmetik seperti lipstik dapat mengandung cemaran timbal dalam kadar rendah.
Lipstik sendiri mengandung pigmen warna yang umumnya berasal dari mineral alami, dan logam berat seperti timbal bisa saja ikut terbawa dalam jumlah kecil ke dalam produk.
Namun, bagaimanapun juga paparan timbal tetap berbahaya bagi kesehatan. Apalagi lipstik digunakan di bibir sehingga paparannya bisa terjadi saat lipstik tanpa sengaja tertelan, misalnya saat menjilat bibir.
Meskipun kadarnya dalam lipstik tergolong rendah, tapi jika diaplikasikan berulang kali dan dalam jangka panjang, timbal dapat terakumulasi dalam tubuh dan menimbulkan masalah.
Bahaya Timbal dalam Lipstik

Timbal, dalam kadar yang rendah sekalipun, tetap perlu diwaspadai karena logam berat ini memang bersifat toksik. Akumulasi timbal dalam tubuh manusia bisa menimbulkan sederet masalah kesehatan.
Sudah banyak studi ilmiah yang meneliti bahaya timbal, salah satunya jurnal bertajuk Trace Metal Lead Exposure in Typical Lip Cosmetics From Electronic Commercial Platform: Investigation, Health Risk Assessment and Blood Lead Level Analysis.
Studi tersebut mengungkap bahwa sebagian produk kosmetik seperti lipstik dan lip balm diketahui mengandung timbal dalam kadar yang aman atau di bawah batas maksimal yang ditetapkan.
Dalam penggunaan normal, studi ini menyimpulkan bahwa cemaran timbal pada kosmetik tersebut tidak menimbulkan risiko kesehatan signifikan pada orang dewasa. Meski demikian, paparan jangka panjang (walau kecil) tetap harus diperhatikan.
Sementara itu, berdasarkan informasi dari dokumen Toxicological Profile for Lead dari Agency for Toxic Substances and Disease Registry (ATSDR), ada beberapa risiko atau bahaya timbal yang patut diwaspadai, berikut di antaranya
1. Gangguan Sistem Saraf
Timbal merupakan neurotoksin kuat yang dapat mengganggu fungsi otak dan sistem saraf, terutama pada anak-anak. Dampaknya mencakup penurunan kemampuan belajar dan memori, gangguan perilaku seperti hiperaktivitas dan impulsif, hingga masalah koordinasi motorik dan sensorik.Yang paling mengkhawatirkan, efek ini bisa terjadi bahkan pada kadar timbal yang sangat rendah (≤5 µg/dL), dan hingga saat ini belum ditemukan batas aman paparan timbal bagi fungsi kognitif.
2. Gangguan Neurologis pada Orang Dewasa
Tidak hanya anak-anak, orang dewasa juga dapat mengalami penurunan fungsi kognitif dan gangguan perilaku akibat paparan timbal. Efeknya meliputi depresi, kecemasan, gangguan memori, hingga perubahan struktur dan kimia otak.Pada paparan yang lebih tinggi, timbal juga dapat menyebabkan kerusakan saraf perifer (neuropati) dan gangguan kejiwaan yang lebih serius.
3. Kerusakan Ginjal
Paparan timbal dalam jangka panjang terbukti dapat merusak ginjal dan menurunkan fungsinya. Dampaknya termasuk gangguan penyaringan darah (penurunan GFR), protein dalam urin (proteinuria), hingga kerusakan jaringan ginjal seperti fibrosis dan nekrosis.Di sisi lain, kerusakan ginjal ini juga dapat memperparah akumulasi timbal dalam tubuh karena proses pembuangannya dari dalam tubuh akan terganggu.
4. Gangguan Jantung dan Pembuluh Darah
Sejumlah besar studi menunjukkan bahwa timbal dapat meningkatkan tekanan darah, baik sistolik maupun diastolik, bahkan pada kadar rendah. Dalam jangka panjang, paparan timbal dikaitkan dengan peningkatan risiko hipertensi, penyakit jantung, aterosklerosis, hingga kematian akibat penyakit kardiovaskular.5. Gangguan Darah
Timbal mengganggu pembentukan hemoglobin dengan menghambat enzim penting dalam sintesis heme. Akibatnya, kadar hemoglobin dapat menurun dan berujung pada anemia, terutama pada paparan yang lebih tinggi. Selain itu, timbal juga dapat merusak sel darah merah dan mengganggu fungsi enzim dalam darah.6. Gangguan Sistem Imun
Paparan timbal dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh dengan mengganggu respons imun. Hal ini dapat meningkatkan risiko infeksi, peradangan, hingga memicu reaksi autoimun. Efek ini telah diteliti dan ditemukan, bahkan pada paparan rendah di bawah 10 µg/dL.7. Gangguan Sistem Reproduksi
Pada pria, timbal dapat merusak kualitas sperma, termasuk jumlah, motilitas, dan bentuknya, serta menurunkan kesuburan. Pada wanita, paparan timbal dikaitkan dengan gangguan hormon, penurunan kesuburan, peningkatan risiko keguguran, hingga kelahiran prematur.8. Gangguan Perkembangan
Paparan timbal pada masa kehamilan dan anak-anak dapat memengaruhi pertumbuhan fisik, seperti berat badan lahir yang rendah, pertumbuhan terhambat, serta keterlambatan pubertas. Namun, efek ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut karena hasil studi yang sudah dilakukan tidak selalu konsisten.9. Dampak pada Organ dan Sistem Lain
Selain efek utama di atas, timbal juga dikaitkan dengan berbagai gangguan lain, seperti masalah pernapasan (asma), gangguan hormon (tiroid dan vitamin D), kerusakan hati, gangguan pencernaan, hingga masalah tulang dan gigi.Bahkan, dalam beberapa studi, paparan timbal juga berpotensi meningkatkan risiko kanker, meskipun bukti pada manusia masih terbatas dan memerlukan penelitian lanjutan.
Kadar Aman Timbal dalam Lipstik

Pada dasarnya, tidak ada batas aman bagi paparan timbal. Sebagai zat neurotoksik, timbal tetap berbahaya meski dalam dosis sekecil apa pun. Para ahli medis juga sepakat bahwa setiap tingkat paparan timbal pasti berisiko bagi kesehatan.
Namun, keberadaan timbal sebagai cemaran bukan hal yang tidak mungkin sehingga perlu ada regulasi tersendiri terkait hal ini. Menurut U.S. Food and Drug Administration (FDA), batas maksimum cemaran timbal dalam lipstik dan kosmetik adalah 10 ppm (parts per million).
FDA menyatakan bahwa paparan timbal hingga level tersebut tidak menimbulkan risiko kesehatan bagi konsumen dalam penggunaan normal.
Di Indonesia, batas aman timbal juga diatur dalam Peraturan BPOM Nomor 12 Tahun 2019 tentang Cemaran dalam Kosmetika. Dalam aturan tersebut, kadar timbal dalam kosmetik tidak lebih dari 20 mg/kg atau 20 mg/L (20 bpj atau 20 ppm).
BPOM juga menegaskan bahwa logam berat seperti timbal tidak boleh digunakan secara sengaja dalam kosmetik. Akan tetapi, timbal masih bisa ditemukan sebagai cemaran atau sesepora (trace element) yang tak bisa dihindarkan.
Cemaran ini ada dalam jumlah sangat kecil karena berasal dari bahan baku alami atau proses produksi. Oleh karena itu, selama kadarnya masih di bawah ambang batas (kurang dari 20 ppm), kosmetik masih dianggap memenuhi syarat keamanan.
Demikian penjelasan terkait bahaya timbal dalam lipstik. Meski umumnya hadir dalam kadar sangat kecil sebagai cemaran, paparan timbal tetap perlu diwaspadai karena sifatnya yang dapat terakumulasi dalam tubuh dan berdampak pada kesehatan jangka panjang.
Oleh karena itu, penting bagi konsumen untuk lebih selektif dalam memilih produk kosmetik, minimal telah terdaftar BPOM dan menghindari produk ilegal yang tidak jelas keamanan dan kandungannya.
Tertarik dengan info lain seputar kosmetik dan perawatan kulit? Temukan berbagai produk pilihan hingga tips kecantikan di tautan berikut ini:
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani
Masuk tirto.id































