Menuju konten utama

Mewaspadai "Toxic Twelve" pada Kosmetik yang Berbahaya

Mengenal toxic twelve pada kosmetik, dampak negatifnya bagi kesehatan, serta tips mendeteksi dan menghindari kosmetik yang mengandung bahan kimia berbahaya.

Mewaspadai
Header Skincare. tirto.id/Quita

tirto.id - Bahan racun seperti toxic twelve selalu mengintai produk kosmetik. Masyarakat perlu mengetahui apa itu toxic twelve, bahayanya bagi kesehatan tubuh, dan cara mengenali produk-produk kecantikan yang mengandung bahan berbahaya ini.

Produk kecantikan memang kerap menggunakan bahan-bahan kimia untuk menunjang fungsinya agar manfaatnya dapat dirasakan oleh para pengguna. Namun, ada beberapa zat yang sudah terbukti berbahaya bagi kesehatan sehingga wajib dihindari.

Dilansir dari laman Environmental Working Group (EWG), puluhan ribu produk kosmetik di Amerika telah menggunakan setidaknya 88 jenis bahan kimia yang dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan, mulai dari kanker, gangguan reproduksi, hingga cacat lahir pada bayi.

Di antara bahan berbahaya tersebut, ada 12 zat kimia yang sudah dilarang digunakan di Uni Eropa dan banyak negara lainnya. Bahan kimia berbahaya tersebut antara lain:

  • Formaldehida
  • Paraformaldehida
  • Methylene glycol
  • Quaternium-15
  • Merkuri
  • Dibutyl phthalate
  • Diethylhexyl phthalate
  • Isobutyl paraben
  • Isopropyl paraben
  • PFAS (per- and polyfluoroalkyl substances)
  • M-phenylenediamine
  • O-phenylenediamine
Bahan-bahan ini telah dilarang digunakan dalam kosmetik karena risiko kesehatan yang ditimbulkan. Sayangnya, masih banyak produsen nakal yang memasarkan produk dengan kandungan bahan racun tersebut, termasuk di Indonesia.

Pada awal 2026, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sempat menarik puluhan produk kosmetik yang terbukti mengandung bahan berbahaya, salah satunya merkuri yang masuk dalam daftar toxic twelve.

Selain merkuri, BPOM juga menemukan sejumlah produk yang positif mengandung hidrokuinon, asam retinoat, deksametason, hingga klindamisin.

Dampak Kesehatan dari "Toxic Twelve"

Ilustrasi bahan kosmetik berbahaya

Ilustrasi Bahan Kosmetik Berbahaya. FOTO/iStockphoto

Toxic twelve patut diwaspadai karena dapat menimbulkan risiko kesehatan serius, apalagi jika digunakan dalam jangka panjang. Mulai dari risiko iritasi, kanker, hingga mengganggu sistem reproduksi, berikut beberapa dampak negatif dari zat-zat berbahaya toxic twelve:

1. Formaldehida

Formaldehida adalah bahan yang diklasifikasikan sebagai karsinogen, yaitu zat yang bisa meningkatkan risiko kanker. Tak hanya itu, menurut situs FDA, formaldehida juga dapat memicu reaksi alergi, iritasi mata, hidung, dan tenggorokan, batuk, nyeri dada, serta gangguan pernapasan.

2. Paraformaldehida

Paraformaldehida merupakan bentuk padat dari formaldehida yang berpotensi menyebabkan risiko kesehatan yang mirip dengan formaldehida, termasuk iritasi saluran pernapasan dan risiko kanker pada paparan jangka panjang.

3. Methylene Glycol

Methylene glycol dapat dijumpai di produk perawatan rambut. Ketika produk yang mengandung methylene glycol dipanaskan selama perawatan, ia dapat melepaskan formaldehida sebagai gas yang kemudian dapat dihirup oleh pengguna.

Risiko kesehatan yang ditimbulkan juga sama, yaitu berkaitan dengan reaksi alergi, iritasi, hingga kemungkinan risiko kanker jika paparan cukup tinggi dan berkepanjangan.

4. Quaternium-15

Quaternium-15 adalah bahan pengawet yang bekerja dengan melepaskan formaldehida secara perlahan untuk mencegah pertumbuhan mikroba dalam produk. Meskipun efektif sebagai pengawet, zat ini dapat menyebabkan risiko kesehatan seperti formaldehida.

5. Merkuri

Salah satu dari toxic twelve berikutnya adalah merkuri, yakni logam berat yang dapat diserap melalui kulit. Paparan merkuri dapat menyebabkan kerusakan sistem saraf dan ginjal, serta berdampak berat pada perkembangan janin jika terjadi pada ibu hamil.

6. Dibutyl Phthalate

Dibutyl phthalate adalah disruptor endokrin yang dapat mengganggu fungsi hormon dalam tubuh. Paparan phthalate dikaitkan dengan gangguan sistem reproduksi, termasuk risiko pubertas dini pada anak laki-laki serta efek negatif pada hormon reproduksi.

Ilustrasi paraben

Ilustrasi Zat Berbahaya. FOTO/iStockphoto

7. Diethylhexyl Phthalate

Diethylhexyl phthalate (DEHP) juga merupakan disruptor endokrin yang dapat memengaruhi perkembangan reproduksi, fungsi hormon, bahkan mengganggu perkembangan janin. Menurut laporan EWG, zat ini juga kemungkinan bersifat karsinogenik sehingga sangat merugikan kesehatan.

8. Isobutyl Paraben

Isobutyl paraben adalah bahan pengawet yang dapat bertindak sebagai disruptor hormon dan berpotensi memengaruhi sistem reproduksi, terutama pada pria. Bahan ini sudah dilarang di Uni Eropa dan ASEAN, serta dibatasi penggunaannya di Jepang.

9. Isopropyl Paraben

Isopropyl paraben memiliki fungsi serupa dengan isobutyl paraben, yaitu sebagai pengawet. Sebagai disruptor hormon, zat ini bisa meniru estrogen yang bisa mengganggu sistem hormonal dalam tubuh, khususnya berkaitan dengan sistem reproduksi.

10. PFAS (Per- and Polyfluoroalkyl Substances)

Bahan toxic twelve berikutnya adalah PFAS, zat yang dikenal sebagai “forever chemicals” atau bahan kimia abadi karena sifatnya yang sangat persisten dan tidak mudah terurai. PFAS dapat ditemukan dalam sunscreen, foundation, concealer, eyeliner, hingga hairspray.

Bahan kimia ini tergolong berbahaya karena bisa mengganggu perkembangan janin, meningkatkan risiko kanker, memengaruhi sistem kekebalan tubuh, serta mengganggu sistem hormon.

11. M-Phenylenediamine

M-phenylenediamine adalah bahan pewarna yang umum digunakan dalam produk pewarna rambut. Zat ini dapat menyebabkan iritasi dan membuat kulit jadi sensitif. Selain itu, bahan pewarna ini juga bisa merusak DNA dan menyebabkan kanker.

12. O-Phenylenediamine

O-phenylenediamine juga merupakan pewarna yang digunakan dalam produk hair dyes. Seperti m-phenylenediamine, bahan ini dapat menyebabkan iritasi dan sensitisasi kulit serta berpotensi menyebabkan kanker.

Cara Mendeteksi & Mewaspadai Kosmetik Berbahaya di Indonesia

Ilustrasi Kosmetik

Ilustrasi Kosmetik. foto/istockphoto

Maraknya peredaran kosmetik ilegal yang mengandung bahan berbahaya, termasuk toxic twelve, membuat konsumen perlu lebih waspada sebelum membeli atau menggunakan suatu produk. Ironisnya, produk semacam ini dapat dijual bebas di pasaran.

Oleh karena itu, penting bagi konsumen untuk mengetahui cara mendeteksi atau mengenali ciri-ciri kosmetik yang berpotensi membahayakan kesehatan, berikut di antaranya:

1. Periksa Nomor Izin Edar BPOM

Langkah awal dan paling mudah untuk memastikan keamanan kosmetik adalah dengan mengecek nomor izin edar BPOM yang tercantum pada kemasan. Kosmetik yang legal wajib memiliki nomor BPOM, biasanya memiliki format “NAxxxxxxxxxxx”.

Nomor ini dapat diverifikasi melalui situs atau aplikasi resmi BPOM. Produk tanpa izin edar, nomor palsu, atau nomor yang tidak sesuai dengan nama produk patut dicurigai sebagai produk ilegal yang mungkin mengandung bahan berbahaya.

2. Cermati Daftar Komposisi

Membaca daftar komposisi adalah cara penting untuk menghindari kosmetik berbahaya. Konsumen perlu mewaspadai bahan yang sudah dilarang atau dibatasi, serta bahan yang masuk dalam kategori toxic twelve seperti formaldehida, phthalates, merkuri, hingga PFAS.

Untuk cara ini, konsumen perlu memperluas wawasan terkait bahan-bahan berbahaya dalam kosmetik, termasuk nama ilmiah atau zat-zat turunannya yang mungkin bisa menyebabkan risiko serupa.

3. Hati-Hati dengan Produk Tanpa Informasi Produsen Jelas

Saat ini ada banyak merek kosmetik populer yang kredibel dan tentunya sudah terdaftar BPOM. Sebaliknya, tak sedikit pula merek abal-abal yang bahkan namanya nyaris tidak terdengar gaungnya di dunia kecantikan. Kosmetik seperti ini patut diwaspadai.

Kosmetik yang aman umumnya mencantumkan banyak informasi penting dalam kemasannya, mulai dari nomor BPOM, nama produsen, alamat, tanggal kedaluwarsa, hingga cara penggunaan secara jelas.

Tak hanya itu, produk yang aman juga biasanya lahir dari perusahaan atau produsen yang jelas juga. Hal ini dapat ditelusuri melalui website resminya di internet. Jika menemukan produk yang tidak mencantumkan informasi lengkap, bahkan produsennya juga tidak jelas, sebaiknya hindari saja.

Ilustrasi Skincare

Ilustrasi Skincare. foto/IStockphoto

4. Waspadai Klaim Berlebihan dan Hasil Instan

Kosmetik berbahaya sering kali dipasarkan dengan klaim tidak realistis, seperti memutihkan kulit dalam hitungan hari, menghilangkan jerawat secara instan, atau membuat wajah glowing permanen tanpa efek samping.

Klaim semacam ini kerap menjadi indikasi penggunaan bahan berbahaya seperti merkuri atau hidrokuinon dosis tinggi. Produk kosmetik yang aman umumnya memberikan hasil bertahap dan disertai penjelasan yang masuk akal secara ilmiah.

5. Periksa Ciri Fisiknya

Terkadang kosmetik dengan bahan berbahaya bisa terlihat dari kondisi fisiknya. Dikutip dari laman Antaranews, dokter spesialis dermatovenerologi, dr. Nenden Sobarna mengungkapkan bahwa kosmetik atau skin care berbahaya bisa dilihat dari warna hingga teksturnya.

Menurut dr. Nenden, kosmetik berbahaya biasanya memiliki warna mengkilap dan bau wangi menyengat. Warnanya terkadang abu-abu serta teksturnya agak lengket dan tidak larut dalam air.

6. Hati-hati dengan Label “Fragrance” Tanpa Rincian Jelas

Banyak produk kosmetik hanya mencantumkan “fragrance” atau “parfum” tanpa merinci komponen kimia di dalamnya. Label seperti ini bisa saja sengaja dicantumkan untuk menyembunyikan bahan berbahaya seperti phthalates.

Demikian penjelasan terkait toxic twelve, bahayanya bagi kesehatan, serta tips untuk mendeteksi kosmetik berbahaya. Biasakan untuk selalu cermat saat memilih produk kecantikan, mulai dari memeriksa izin edar hingga membaca daftar komposisi secara menyeluruh.

Dengan memahami risiko dari bahan-bahan berbahaya serta menerapkan langkah-langkah pencegahan seperti teliti sebelum membeli, kita dapat terhindar dari potensi penyakit yang merugikan kesehatan.

Temukan berbagai informasi menarik lain seputar kosmetik, termasuk tips dan rekomendasi produk, melalui kumpulan artikel Tirto di tautan ini:

Kumpulan Artikel Kosmetik

Baca juga artikel terkait KOSMETIK atau tulisan lainnya dari Erika Erilia

tirto.id - Edusains
Kontributor: Erika Erilia
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani