Menuju konten utama

Memahami Apa Itu Hidrokuinon dalam Kosmetik, Benarkah Berbahaya?

Pelajari bahaya hidrokuinon sebagai zat pemutih kulit, bagaimana aturan penggunaannya di Indonesia, dan bahan alternatif pencerah wajah yang lebih aman.

Memahami Apa Itu Hidrokuinon dalam Kosmetik, Benarkah Berbahaya?
Ilustrasi Skincare. foto/istockphoto

tirto.id - Hidrokuinon adalah salah satu bahan skincare yang patut diwaspadai. Meski sudah dilarang untuk dijual bebas, skincare yang mengandung hidrokuinon masih ditemukan di pasaran sehingga konsumen harus lebih cerdas dan teliti dalam memilih produk.

Sebagai bahan yang sering ditambahkan dalam skincare, adakah manfaat hidrokuinon untuk kulit? Pada dasarnya, hidrokuinon adalah zat pencerah yang digunakan secara topikal atau dioleskan di permukaan kulit.

Hidrokuinon biasanya digunakan untuk mengatasi berbagai masalah hiperpigmentasi, termasuk bintik hitam, melasma, hingga noda bekas jerawat.

Dikutip dari Healthline, zat ini bekerja sebagai agen pemutih dengan cara mengurangi jumlah melanosit, yaitu sel yang memproduksi melanin atau pigmen pemberi warna pada kulit.

Dengan mengontrol produksi melanosit, hidrokuinon membantu membuat warna kulit menjadi lebih merata dan memudarkan noda gelap yang tidak diinginkan.

Jadi, hidrokuinon sebenarnya memiliki manfaat tersendiri karena bisa mengatasi masalah hiperpigmentasi yang umum dialami oleh banyak orang. Namun, bahaya hidrokuinon bagi kesehatan tetap tidak bisa diabaikan.

Sayangnya sebagian orang belum benar-benar paham tentang bahaya hidrokuinon atau belum bisa membedakan produk mana yang mengandung zat ini atau tidak.

Selain itu, BPOM menjelaskan bahwa hidrokuinon dapat memutihkan kulit dalam waktu singkat. Inilah salah satu alasan kenapa banyak orang yang tergiur dengan produk hidrokuinon, khususnya mereka yang menginginkan kulit putih secara instan.

Bahaya Hidrokuinon untuk Kulit dan Kesehatan

Ilustrasi Hydroquinone

Ilustrasi Hydroquinone. foto/istockphoto

Hidrokuinon kerap digunakan sebagai bahan pemutih atau pencerah kulit karena kemampuannya menghambat pembentukan melanin. Namun, apakah hidrokuinon berbahaya?

BPOM mengungkapkan bahwa hidrokuinon termasuk obat keras dan hanya boleh digunakan dengan resep dokter. Jadi, penggunaan hidrokuinon, terutama tanpa pengawasan medis yang tepat, bisa menimbulkan risiko bagi kulit dan kesehatan tubuh secara keseluruhan, berikut di antaranya:

1. Reaksi Alergi dan Iritasi

Dilansir dari situs Cleveland Clinic, penggunaan hidrokuinon bisa menimbulkan efek samping berupa reaksi alergi seperti timbul ruam, gatal, pembengkakan pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.

Efek samping lain yang mungkin bisa terjadi adalah iritasi, kemerahan, kekeringan, serta munculnya sensasi terbakar dan pengelupasan pada kulit.

2. Eksogen Okronosis

Eksogen okronosis dibahas dalam jurnal Exogenous Ochronosis: Characterizing a Rare Disorder in Skin of Color. Eksogen okronosis sendiri merupakan gangguan pigmentasi yang berkaitan erat dengan penggunaan hidrokuinon dalam jangka panjang, terutama pada individu dengan kulit berwarna.

Kondisi ini ditandai oleh penggelapan kulit paradoksal atau berlawanan dengan tujuan awal. Artinya, penggunaan hidrokuinon yang diharapkan bisa mencerahkan kulit justru membuatnya lebih gelap.

Dalam studi tersebut, ditemukan bahwa durasi penggunaan krim pencerah dalam waktu lama meningkatkan risiko terjadinya eksogen okronosis, dengan area wajah sebagai lokasi paling sering terdampak.

3. Risiko Kanker

Penggunaan hidrokuinon juga kerap dikaitkan dengan risiko kanker. Hal ini juga telah dibuktikan dalam jurnal ilmiah Toxicology and Health Risks of Hydroquinone in Skin Lightening Formulations.

Studi ini menyimpulkan bahwa hidrokuinon berpotensi menimbulkan risiko jangka panjang yang serius, termasuk kemungkinan efek karsinogenik. Studi ini juga menegaskan bahwa penggunaan hidrokuinon pada produk pencerah kulit harus dihentikan total demi kesehatan jangka panjang.

4. Kerusakan Organ Dalam

Dampak hidrokuinon pada organ tubuh telah diteliti di banyak jurnal, salah satunya jurnal bertajuk The Molecular Mechanisms of Liver and Islets of Langerhans Toxicity by Benzene and Its Metabolite Hydroquinone in Vivo and in Vitro.

Studi tersebut menunjukkan bahwa paparan benzena dan metabolitnya, hidrokuinon, menyebabkan stres oksidatif dan menimbulkan efek toksik yang signifikan pada organ pengatur glukosa, yaitu hati dan pankreas.

Hidrokuinon diketahui melemahkan sistem antioksidan pada pulau Langerhans dan meningkatkan proses kematian sel sehingga berpotensi menyebabkan kerusakan organ.

5. Kelainan pada Janin (Teratogenik)

Efek hidrokuinon terhadap perkembangan janin diteliti dalam jurnal Pengaruh Pemberian Hidrokuinon terhadap Perkembangan Fetus Mencit (Mus musculus L.) Galur Swiss Webster.

Penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian hidrokuinon pada hewan eksperimen memberikan dampak negatif yang signifikan terhadap perkembangan janin.

Paparan hidrokuinon terbukti menurunkan jumlah implantasi, jumlah dan berat janin, serta meningkatkan kejadian kematian dan kelainan kongenital, seperti cacat tabung saraf, kelainan telinga, cacat anggota gerak, ekor, dan gangguan pertumbuhan intrauterin.

Kadar Hidrokuinon yang Aman untuk Wajah

Ilustrasi Hydroquinone

Ilustrasi Hydroquinone. foto/istockphoto

Mengutip dari jurnal The Impact of Hazardous Cosmetics on Skin Health: Hydroquinone Content in Online Whitening Creams, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah melarang penggunaan hidrokuinon pada produk kosmetik sejak 2008.

Akan tetapi, jurnal ini juga menyebutkan bahwa hidrokuinon diperbolehkan dalam formulasi farmasi dengan resep dokter dan kadar maksimumnya sebesar 2%. Formulasi dengan resep dokter ini bisa untuk mengobati hiperpigmentasi seperti melasma.

Jadi, pemakaian zat ini pada skincare yang dijual bebas sudah dilarang total di Indonesia mengingat risiko kesehatan yang ditimbulkan. Di sisi lain, BPOM juga masih mengizinkan penggunaan hidrokuinon pada produk kuku dengan kadar sangat rendah.

Hal ini tercantum dalam Peraturan BPOM Nomor 25 Tahun 2025 tentang Persyaratan Teknis Bahan Kosmetik. Dalam regulasi ini, hidrokuinon (1,4-Dihydroxybenzene) masuk dalam daftar bahan yang tidak diizinkan digunakan dalam kosmetik, dengan pengecualian untuk kuku artifisial.

Syarat kadar maksimal penggunaan hidrokuinon untuk kuku ini sebesar 0,02% setelah pencampuran sebelum digunakan. Penggunaannya pun wajib dilakukan oleh tenaga professional dan harus menghindari kontak langsung dengan kulit.

Alternatif Aman untuk Pemutih Kulit Tanpa Hidrokuinon

Serum vitamin C

Ilustrasi Skincare Pencerah dengan Vitamin C. foto/istockphoto

Kulit wajah yang tampak cerah dan merata merupakan salah satu tujuan dalam perawatan kulit, khususnya bagi mereka yang ingin mengatasi hiperpigmentasi atau noda gelap di wajah. Di sisi lain, masih ada alternatif bahan aktif lain yang juga bisa mencerahkan wajah dengan lebih aman, berikut di antaranya:

1. Alpha Arbutin

Alpha arbutin adalah bahan yang berasal dari tumbuhan (ada pula yang sintetis) yang membantu mencerahkan sekaligus meratakan warna kulit. Zat ini bekerja dengan menghambat enzim tirosinase yang berperan penting dalam produksi melanin dan aktif saat kulit terpapar sinar UV.

Alpha arbutin memperlambat proses pigmentasi akibat sinar matahari sehingga membantu mencegah munculnya kulit gelap, tan, dan noda hitam. Alpha arbutin juga dikenal lebih lembut dan minim iritasi sehingga relatif aman untuk berbagai jenis kulit.

2. Niacinamide (Vitamin B3)

Niacinamide adalah bahan yang sangat populer dalam skincare karena multifungsi. Saat ini juga banyak produk skincare yang mengandung niacinamide dengan klaim mampu mencerahkan wajah.

Dikutip dari WebMD, niacinamide tak hanya membuat kulit cerah, tapi juga mengurangi tampilan pori, mengatasi minyak berlebih, mengobati jerawat, hingga mengurangi tanda penuaan seperti garis halus dan hiperpigmentasi.

3. Vitamin C

Vitamin C umum ditemukan dalam berbagai jenis skincare, mulai dari moisturizer hingga serum. Vitamin C adalah antioksidan kuat yang juga mampu membantu mencerahkan kulit dan mengatasi hiperpigmentasi, termasuk mengatasi bekas jerawat atau flek hitam.

WebMD mencatat bahwa vitamin C tak hanya mencerahkan, tapi juga bisa menyamarkan tanda penuaan serta mendorong produksi kolagen sehingga kulit wajah terlihat lebih sehat.

4. Azelaic Acid

Azelaic acid adalah jenis asam yang dapat ditemukan dalam biji-bijian seperti gandum. Zat ini juga umum digunakan dalam perawatan kulit karena bisa membantu mengatasi masalah seperti jerawat.

Selain jerawat, azelaic acid yang juga termasuk penghambat tirosin yang dapat membantu mengurangi pigmentasi. Oleh karena itu zat yang satu ini berguna bagi mereka yang ingin mencerahkan, meratakan warna kulit, atau menyamarkan bekas jerawat.

Demikian penjelasan terkait bahaya hidrokuinon bagi kulit dan kesehatan tubuh, serta bahan pencerah alternatif yang lebih aman digunakan. Dengan memahami karakteristik setiap bahan, konsumen diharapkan dapat lebih bijak dalam memilih produk perawatan kulit yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kulit masing-masing.

Butuh informasi menarik lain tentang perawatan kulit? Temukan rekomendasi produk, tips yang bermanfaat, dan info lain seputar skincare di tautan ini:

Kumpulan Artikel Skincare

Baca juga artikel terkait HIDROKUINON atau tulisan lainnya dari Erika Erilia

tirto.id - Edusains
Kontributor: Erika Erilia
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani