tirto.id - Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Hasan Nasbi, merespons kabar sejumlah mal di Jakarta dan Surabaya yang dipagar tinggi karena isu ancaman keamanan.
Ia meminta publik tidak memperbesar berita yang belum tentu benar dan menyebut isu ketakutan itu perlu diklarifikasi.
"Kita doakan bangsa kita aman. Jadi, kita jangan memperbesar berita-berita yang tidak baik. Berita-berita yang menebar ketakutan itu sebaiknya diklarifikasi juga," kata Hasan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (31/7/2026).
Fenomena pemagaran ini mencuat setelah unggahan di media sosial memperlihatkan pagar besi tinggi berdiri di sejumlah pusat perbelanjaan, salah satunya Mal Kota Kasablanka di Jakarta Selatan dengan tinggi sekitar 2,5 meter.
Di Surabaya, pagar setinggi tiga meter dipasang sejak awal Juli 2026 di Royal Plaza, Tunjungan Plaza, Pakuwon Mall, dan Pakuwon City Mall. Warganet sempat mengaitkan pemasangan pagar itu dengan isu rencana aksi unjuk rasa besar pada Agustus mendatang.
Di tengah polemik itu, Hasan meminta wartawan turun langsung mengecek fakta di lapangan untuk memastikan kebenaran isu yang beredar.
"Nah teman-teman kan juga, teman-teman wartawan kan bisa cek sendiri. Bisa bikin cek fakta benar nggak fear monger yang sedang beredar itu, ketakutan-ketakutan yang sedang beredar itu, betul-betul nyata apa tidak? Kita teman-teman bisa cek di lapangan. Saya rasa kita harus optimis ya," ujarnya.
Ia mengklaim kondisi negara saat ini dalam keadaan baik dan pemerintah bergerak cepat.
Hasan mencontohkan diskusi bersama lebih dari seratus pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) yang berlangsung dengan komunikasi dua arah, Jumat sore ini.
"Keadaan negara kita baik. Sekarang pemerintah juga sudah jalannya sangat cepat. Barusan juga diskusi dengan seratusan lebih pengurus kadin dan komunikasi dua arah. Tanya-jawab dengan presiden, masukan-masukan mereka sangat konstruktif, diterima dengan baik oleh presiden. Dan nggak ada alasan buat kita nggak maju," katanya.
Ia kembali menegaskan agar jurnalis memverifikasi kebenaran isu ancaman keamanan yang membuat sejumlah mal memperketat pengamanan tersebut.
"Jadi yang fear monger itu teman-teman cek di lapangan. Saya rasa nanti teman-teman bisa menemukan itu benar nggak sih?" ujar Hasan.
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id
































