Menuju konten utama

Mendag Respons Viral Mal Dipasang Pagar Tinggi: Aman-aman Saja

Budi mengaku tidak mengetahui secara persis penyebabnya, tetapi menegaskan pemasangan pagar tidak terkait isu keamanan atau isu apa pun.

Mendag Respons Viral Mal Dipasang Pagar Tinggi: Aman-aman Saja
Menteri Perdagangan Budi Santoso menjawab pertanyaan dari anggota fraksi saat rapat kerja bersama Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/7/2026). Rapat tersebut membahas rencana pengesahan persetujuan kemitraan ekonomi komprehensif antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Peru. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/nz
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Perdagangan, Budi Santoso, memastikan pemasangan pagar tinggi di beberapa mal bukan faktor keamanan. Dia juga memastikan tidak ada masalah keamanan sehingga mall memasang pagar besi tinggi.

Hal itu menanggapi ramainya sejumlah mal yang memasang pagar besi tinggi di beberapa daerah.

"Oh nggak, nggak ada masalah (keamanan), nggak ada. Kita dari koordinasi dengan Apindo, dengan APPBI nggak ada masalah kok, nggak ada isu itu," ujar Budi usai berkoordinasi dengan sejumlah asosiasi pelaku usaha, di antaranya Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (31/7/2026).

Saat ditanya soal alasan pengusaha memasang pagar tersebut, Budi mengaku tidak mengetahui secara persis penyebabnya. Namun, Budi kembali menegaskan pemasangan pagar tidak terkait isu keamanan atau isu apa pun.

"Ya saya juga nggak tahu persis ya tapi kemarin koordinasi dengan kayak APPBI ya, Asosiasi Pusat Perbelanjaan Indonesia, nggak ada masalah kok nggak ada isu apa-apa. Nggak ada isu terkait ya apa pun nggak ada. Aman-aman aja nggak ada masalah," kata Budi.

Terpisah, APPBI juga sudah angkat bicara terkait pemasangan pagar besi tinggi di sejumlah pusat perbelanjaan besar, seperti di Jakarta dan Surabaya, yang menuai perhatian publik.

Ketua Umum APPBI, Alphonzus Widjaja, mengungkapkan bahwa langkah tersebut bukan bentuk antisipasi terhadap potensi kerusuhan. Menurutnya, tujuan utama pemasangan pagar adalah untuk menertibkan arus keluar-masuk pengunjung sekaligus memberikan batas keamanan bagi mal yang berada di dekat titik rawan demonstrasi.

"Ya sebetulnya kan tujuan utamanya adalah untuk supaya lebih menertibkan arus keluar masuk pengunjung. Kalau terbuka itu kan pengunjung bisa masuk dari mana saja bisa keluar dari mana saja begitu. Sehingga itu kan membahayakan lalu lintas sekitar," ujar Alphonzus di Kantor Kementerian Perdagangan, dikutip Jumat (31/7/2026).

Alphonzus menyebut pemasangan pagar di mal bukan hal baru. Sejumlah pusat belanja sudah berdiri sejak awal dengan desain berpagar untuk mengelola arus pengunjung.

Meski demikian, ia tak menampik bahwa pagar juga berfungsi sebagai perimeter keamanan dari aksi-aksi demonstrasi, terlebih pemasangan ini dilakukan menjelang bulan Agustus yang tahun lalu juga diwarnai aksi demonstrasi besar. "Tetapi sekaligus juga, beberapa pusat perbelanjaan yang berada di dekat dengan pusat-pusat kegiatan demonstrasi. Jadi saya kira itu juga sekalian untuk bisa memberikan batas pengamanan terhadap demonstrasi-demonstrasi yang suka berlangsung," jelasnya.

Alphonzus membantah anggapan bahwa pagar dipasang karena adanya ancaman kerusuhan. Ia menekankan bahwa pengamanan yang dimaksud lebih kepada perlindungan area mal dari dinamika aksi massa di sekitar lokasi, bukan untuk mengantisipasi kerusuhan di dalam mal.

"Saya kira kerusuhan tidak. Tujuan utamanya adalah menertibkan akses keluar masuk pengunjung supaya bisa terpusatkan. Kedua, memberikan batas dari sisi perimeter keamanan terhadap situasi di mana pusat perbelanjaan dekat dengan kegiatan demonstrasi," ucapnya.

Ramai diperbincangkan di media sosial, sejumlah mal telah memasang pagar besi tinggi, di antaranya di Surabaya, hingga yang teranyar adalah Mal Kota Kasablanka (Kokas) di Jakarta. Tak hanya mal, Bank BNI di Jakarta belakangan juga melakukan langkah serupa. Pagar tinggi yang dipasang di area depan Mal Kota Kasablanka memiliki tinggi sekitar 2,5 meter dan berwarna abu-abu.

Dari pantauan di lokasi, pagar yang terpasang baru sekitar 100 meter, tepatnya dari dekat pintu masuk mobil hingga area pintu keluar mobil. Selain itu, sejumlah mal di bawah kelolaan Pakuwon Group di Surabaya juga lebih dulu mendirikan pagar besi, di antaranya Pakuwon Mall, Tunjungan Plaza (TP), Royal Plaza, dan Pakuwon City Mall.

Baca juga artikel terkait MALL atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Andrian Pratama Taher