tirto.id - Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) mencatat adanya tren kenaikan kunjungan dan transaksi, seiring momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Ketua Umum APPBI Alphonzus Widjaja mengatakan, kondisi ini menunjukkan aktivitas belanja di mal dan ritel modern mulai mengalami pemulihan menjelang akhir tahun.
Dalam dua pekan terakhir belanja offline di pusat perbelanjaan sudah tumbuh sekitar 3 persen, bahkan di Bali melonjak hingga 30 persen. Menariknya, kenaikan tersebut terjadi sebelum program BINA (Belanja di Indonesia Aja) Indonesia Great Sale 2025 digelar serentak di 412 pusat perbelanjaan di seluruh Indonesia.
“Natal dan Tahun Baru merupakan peak season kedua bagi industri ritel setelah Ramadan dan Idulfitri. Tahun ini kami optimistis karena ada dukungan kuat dari pemerintah untuk memastikan penjualan bisa dimaksimalkan di Q4,” ujar Alphonzus dalam Opening Ceremony BINA Indonesia Great Sale 2025 di Kota Kasablanka, Kamis (18/12/2025).
Alphonzus menuturkan, program BINA Indonesia Great Sale 2025 diharapkan menjadi katalis untuk memaksimalkan kinerja penjualan pada kuartal IV 2025. Terlebih, momentum akhir tahun menjadi krusial untuk menjaga konsumsi domestik sebelum memasuki 2026.
APPBI juga melihat tren positif yang berpotensi berlanjut hingga kuartal I tahun depan, ditopang kenaikan upah minimum, pencairan bonus, hingga pembayaran tunjangan hari raya. "Jadi saya kira kami sangat optimis bisa membuka Tahun 2026 nanti dengan kinerja yang memuaskan," tuturnya.
Optimisme serupa disampaikan Menteri Perdagangan Budi Santoso. Ia menyebut, program kemitraan dengan pusat perbelanjaan yang diluncurkan pemerintah bersama pengusaha mall juga telah menunjukkan hasil yang positif. Pemerintah juga telah mengkurasi sejumlah produk UMKM yang akan diprioritaskan untuk bisa dijajakkan di lokasi strategis pusat-pusat perbelanjaan.
“Tadi saya lihat memang produknya bagus-bagus [...]. Itu salah satu juga supaya produk-produk UMKM ini bisa bersaing.Caranya bagaimana? Memang kualitasnya harus bagus,” kata Budi dalam kesempatan sama.
Sebagai informasi, BINA 2025 berlangsung mulai 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, dengan target transaksi Rp30 triliun. Program ini, menurut Budi, dirancang untuk mengarahkan konsumsi masyarakat agar berbelanja di dalam negeri, sekaligus menahan aliran devisa keluar akibat belanja ke luar negeri.
“Jadi, ini menjelang Natal, Tahun Baru, dan juga Lebaran (2026). Jadi diharapkan memang kondisinya, momentumnya bagus. Cuma nanti setelah Lebaran kita pikirkan momen apa yang bagus supaya belanja ini menarik bagi para konsumen,” ujarnya.
Penulis: Hendra Friana
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id


































