tirto.id - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) memperkirakan, banjir bandang dan longsor di Provinsi Aceh, Sumatra Barat dan Sumatra Utara berpotensi memangkas pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal IV 2025 hingga 0,32 persen. Angka tersebut setara PDB atas dasar harga berlaku (ADHB) sekitar Rp18,58 triliun.
Kepala Ekonom BCA, David Sumual menuturkan, asumsi tersebut didasarkan pada proyeksi terpurknya belanja masyarakat pada Desember 2025, terutama di Aceh, Sumatra Barat dan Sumatra Utara.
"Jadi, kita melihat dampaknya sekitar 0,3 persen dari PDB (Produk Domestik Bruto) lah kurang lebih. Dampak dari penurunan, ya. Penurunan PDB yang bisa terjadi akibat konsumsi yang menurun, produksi yang menurun, dan sebagainya," ujar K, dalam Bincang Media, di The Acre, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (15/12/2025).
Menurut olahan dan data internal tim Riset Ekonomi BCA, efek bencana Sumatera berpotensi menurunkan 25,53 persen atau sekitar Rp3,8 triliun belanja masyarakat Sumatera Barat; 22,31 persen atau setara dengan Rp11,8 triliun belanja masyarakat Sumatra Utara; dan 23,9 persen atau senilai Rp2,8 triliun belanja masyarakat Aceh.
Penurunan belanja masyarakat tersebut praktis akan berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi masing-masing provinsi. Berdasarkan catatan BCA, pada kuartal III kemarin, Aceh menyumbang 1,16 persen dari total PDB nasional; Sumatra Utara menyumbang 4,85 persen dari total PDB nasional; dan Sumatra Barat menyumbang 1,49 persen dari total PDB nasional kuartal III 2025.
"Nah, kalau dengan bencana ini ya mungkin akan ada sedikit pengaruh ya (terhadap pertumbuhan ekonomi nasional), agak aneh kalau nggak pengaruh. Di Sumatera tiba-tiba tumbuh, naik 6 persen gitu kan nggak mungkin, jadi pasti akan pengaruh. Tadi aja mereka kan sekitar 4 persen, sekian, mungkin kan pengaruhnya sekitar 0,2-0,3 di daerah sana," jelas David.
Namun, dengan peningkatan ekonomi yang tengah terjadi di beberapa daerah dan juga ekonomi Indonesia yang masih tumbuh secara agregat, bencana diperkirakan hanya akan memberikan dampak pada pertumbuhan kuartal IV 2025 dan kuartal I 2026.
BCA memperkirakan, untuk sepanjang 2025 ekonomi diperkirakan hanya akan tumbuh di kisaran 5-5,1 persen karena adanya bencana di Pulau Sumatra, sedangkan untuk tahun depan ekonomi Indonesia akan tumbuh tipis di level 5,1-5,2 persen.
"Nah, untuk tahun depan juga mereka masih banyak yang dibawah 5 persen kecuali ADB. Bank Indonesia kan 5, range-nya agak besar ya untuk Bank Indonesia 4,9 sampai 5,7 jadi mediannya 5,3. Pemerintah 5,4. Kita melihat ya sekitar 5,1-5,2 tahun depan mudah-mudahan tercapai. Apalagi dengan mulai bergeraknya danantara ya sehingga ini ekonominya berputar," tutup David.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id




































