Menuju konten utama

Purbaya Akui Bencana Sumatera Bisa Tekan Pertumbuhan Ekonomi

Purbaya menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi yang sebelumnya sempat ia lontarkan, yakni di level 5,6-5,7 persen pada kuartal IV-2025.

Purbaya Akui Bencana Sumatera Bisa Tekan Pertumbuhan Ekonomi
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan paparan pada forum 1 Tahun Prabowo–Gibran: Optimism on 8% Economic Growth di Jakarta, Kamis (16/10/2025). Acara tersebut digelar sebagai wadah diskusi strategis untuk menelaah capaian, tantangan, dan langkah konkret menuju target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen pada 2029 sesuai yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/bar
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui bencana ekologis yang terjadi di Sumatera bisa menekan pertumbuhan ekonomi di kuartal ke-IV tahun ini. Karena itu, ia menurunkan proyeksi pertumbuhan yang sebelumnya sempat ia lontarkan, yakni di level 5,6-5,7 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Meski begitu, ia optimistis dampak bencana di Sumatera tak akan terlalu signifikan ke perekonomian nasional. Ia bahkan optimistis dapat menjaga ekonomi Indonesia tetap tumbuh di kisaran 5,5 persen di akhir tahun.

“Kemungkinan selalu ada, cuma berapa persen? 5 persen, 6 persen, 10 persen? Saya pikir sih masih akan di atas 5,5 persen,” ujar dia kepada awak media usai menghadiri rapat kerja dengan Danantara dan Komisi XI DPR, di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Kamis (4/12/2025).

Menurutnya, dampak bencana terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dapat ditahan melalui percepatan perbaikan fasilitas publik dan infrastruktur di daerah terdampak. Dengan rehabilitasi dan rekonstruksi yang dipercepat, ekonomi di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat diyakini dapat kembali terdorong.

“(Bencana) akan berdampak, tapi tidak sampai memperlambat terlalu signifikan. Apalagi nanti kalau ada perbaikan-perbaikan fasilitas bangunan dan lain-lain, itu akan mendorong ekonomi sedikit,” imbuh Purbaya.

Pada saat yang sama, mantan Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (DK LPS) itu menegaskan akan terus memantau kondisi keuangan di sistem finansial dalam negeri. Jika ia menemukan likuiditas masih terbatas, ia mengaku tidak segan kembali menyuntikkan dana negara kepada bank-bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Saya akan monitor kondisi keuangan di sistem finansial, kalau masih dianggap kurang saya akan gelontorkan lagi uang saya ke perbankan,” tuturnya.

Terlepas dari itu, pihaknya kini masih menunggu langkah lanjutan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), apakah akan meminta tambahan anggaran untuk penanggulangan bencana atau tidak. Ia memastikan pemerintah akan memberikan tambahan dana bila memang dibutuhkan.

“Kami masih tunggu. Oh belum? Tapi mereka sudah punya uang di anggaran mereka Rp500 miliar lebih, mungkin belum habis. Tapi, kita sediakan nanti kalau diperlukan lebih banyak dari itu. (Dana dari pos) cadangan bencana punya PNPB. Jadi aman,” tukas Purbaya.

Baca juga artikel terkait MENTERI KEUANGAN PURBAYA YUDHI atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana