Menuju konten utama

Turuti Purbaya, Dirjen Bea Cukai Tak Segan Pecat Pegawai 'Nakal'

Djaka tegaskan pemecatanan akan dilakukan melalui proses yang berlaku, mulai dari tahapan kepatuhan internal di DJBC hingga Inspektorat Jenderal.

Turuti Purbaya, Dirjen Bea Cukai Tak Segan Pecat Pegawai 'Nakal'
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo (kanan) bersama Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (tengah) dan Direktur Jenderal Bea Cukai Djaka Budi Utama (kiri) menunjukkan produk turunan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) pada konferensi pers penindakan produk yang melanggar aturan ekspor di Jakarta Utara, Kamis (6/11/2025). Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) bersama Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Satgassus Optimalisasi Penerimaan Negara Polri menggagalkan upaya pengelabuhan pajak dalam ekspor produk turunan minyak kelapa sawit (CPO) 87 kontainer milik PT MMS di Pelabuhan Tanjung Priok,1.802 ton dengan nilai mencapai Rp28,7 miliar. ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/nz

tirto.id - Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, Djaka Budi Utama, mengancam bakal memecat pegawai Bea Cukai yang bandel, sebagaimana diungkap Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Langkah ini menjadi salah satu upaya untuk membenahi kinerja Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) agar menjadi lebih baik.

“Yang masih bandel kita selesaikan, itu aja,” kata dia usai konferensi pers pemusnahan barang kena cukai ilegal di Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Jakarta, Jakarta Utara, Rabu (3/12/2025).

Namun, untuk memecat oknum pegawai Bea Cukai yang nakal, diperlukan proses panjang, mulai dari tahapan kepatuhan internal di DJBC hingga proses di Inspektorat Jenderal Kemenkeu.

“Karena kan kita ada proses ya, ada yang proses sedikit banyak. Saya nggak berapa yang sudah kita tindak, tetapi sudah melalui proses apakah itu dari kepatuhan internal maupun dari Irjen Kementerian Keuangan,” sambung Djaka.

Dengan upaya bersih-bersih serta pembenahan internal dan layanan Bea Cukai, mantan Perwira Tinggi TNI Angkatan Darat (AD) itu optimistis bahwa dalam satu tahun kinerja DJBC akan menjadi lebih baik. Dengan demikian, pemerintah tidak perlu membekukan fungsi DJBC seperti yang pernah dilakukan Presiden Soeharto pada 1985 silam.

“Harus optimis. Kalau kita nggak optimis, tahun depan kita selesai semua. Apakah mau bea cukai ataupun pegawai Bea Cukai dirumahkan dengan makan gaji buta aja itu? Tentu tidak akan mau, dengan keinginan Pak Purbaya untuk memperbaiki Bea Cukai. Tentunya perlu dukungan dari masyarakat semua. Kita memerlukan dukungan dari masyarakat,” tegas Djaka.

Sementara itu, sebelumnya Menkeu Purbaya kembali menegaskan sikapnya dalam memperbaiki otoritas kepabeanan dan cukai. Selain bakal membekukan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (DJBC) jika tidak ada perubahan setelah dilakukan perbaikan, ia juga mengancam akan memecat pegawai DJBC yang tidak mau berubah.

"Nanti kita lihat seperti apa. Kalau memang nggak bisa perform ya kita dibekukan. Dan betul-betul beku, artinya 16 ribu pekerja Bea Cukai kita rumahkan," katanya di sela acara Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, dikutip Selasa (2/12/2025).

Meski begitu, ia akan terlebih dulu meminta waktu kepada Presiden Prabowo Subianto untuk memperbaiki Bea Cukai. Purbaya memastikan Bea Cukai tidak akan dibekukan begitu saja tanpa upaya perbaikan.

"Dalam prosesnya akan kelihatan yang mana yang bisa gabung, yang mana yang nggak. Nanti yang nggak bisa gabung, yang nggak bisa mengubah diri, ya saya akan langsung menganjurkan. Tapi sebaiknya kita perbaiki diri dulu sendiri. Daripada kita langsung tutup tanpa warning, kan jelek. Nggak ada dikasih kesempatan untuk perbaiki diri," tambah Purbaya.

Baca juga artikel terkait BEA CUKAI atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana