Menuju konten utama

Telkom Bukukan Laba Bersih Rp10,6 Triliun pada Semester I 2026

Pendapatan Telkom capai Rp75,9 triliun hingga akhir Juni 2026, naik 3,9 persen dibandingkan semester I 2025.

Telkom Bukukan Laba Bersih Rp10,6 Triliun pada Semester I 2026
Penyelesaian streamlining 10 entitas menjadi tonggak penting transformasi Telkom menuju Strategic Holding, guna memperkuat sinergi, tata kelola, dan penciptaan nilai di seluruh portofolio bisnis TelkomGroup. FOTO/dok. Telkom
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp10,6 triliun pada semester I 2026. Perolehan tersebut meningkat 1,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, pendapatan Telkom mencapai Rp75,9 triliun hingga akhir Juni 2026, naik 3,9 persen dibandingkan semester I 2025. Pertumbuhan tersebut turut mendorong EBITDA menjadi Rp37,5 triliun atau meningkat 3,8 persen secara tahunan.

Perseroan juga mencatat laba bersih yang dinormalisasi sebesar Rp11,3 triliun atau tumbuh 6,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, margin EBITDA tercatat sebesar 49,5 persen.

Dari sisi arus kas, Telkom membukukan arus kas dari aktivitas operasi sebesar Rp34,9 triliun pada semester I 2026. Perseroan menyebut capaian tersebut didukung oleh disiplin operasional dan pengelolaan bisnis yang berkelanjutan.

Selain itu, pertumbuhan juga ditopang oleh layanan digital dan bisnis infrastruktur telekomunikasi. Hingga 30 Juni 2026, total aset Telkom tercatat sebesar Rp303,1 triliun, meningkat dibandingkan posisi akhir 2025.

Total liabilitas mencapai Rp168,2 triliun, sedangkan total ekuitas sebesar Rp134,9 triliun.

Lalu, pada Segmen B2C (Mobile dan Fixed Broadband), Telkomsel membukukan pendapatan sebesar Rp55,6 triliun atau tumbuh 3,3 persen YoY. Ini didorong oleh pertumbuhan pendapatan Digital Business Data sebesar 11 persen pada semester pertama 2026.

Kinerja tersebut mencerminkan berlanjutnya pemulihan industri mobile yang didukung oleh implementasi strategi komersial secara disiplin melalui penetapan harga, optimalisasi portofolio produk, dan pengelolaan nilai pelanggan.

Sejalan dengan hal tersebut, Average Revenue Per User (ARPU) mobile meningkat menjadi Rp45.600 atau tumbuh 9,0 persen YoY.

Selain itu, payload data juga terus bertumbuh seiring meningkatnya konsumsi digital masyarakat selama momen liburan sekolah dan penyelenggaraan Piala Dunia, yang semakin mendorong tingginya kebutuhan pelanggan terhadap layanan data berkualitas.

Baca juga artikel terkait TELKOM atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Insider
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Fadrik Aziz Firdausi